VISI.NEWS | BANDUNG – Keputusan mengejutkan datang dari industri K-Pop setelah diumumkannya keluarnya Lee Heeseung dari grup ENHYPEN. Hanya dalam waktu dua hari setelah pengumuman tersebut, gelombang reaksi penggemar langsung membanjiri internet. Salah satu bentuk respons paling besar terlihat dari petisi online yang menolak kepergian Heeseung dari grup tersebut, yang kini telah mengumpulkan lebih dari satu juta tanda tangan.
Pengumuman resmi yang dirilis oleh BELIFT LAB pada 10 Maret 2026 langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar global. Dalam pernyataan tersebut, agensi mengonfirmasi bahwa Heeseung akan meninggalkan ENHYPEN untuk fokus pada karier solo, meski tetap berada di bawah naungan BELIFT LAB. Sementara itu, ENHYPEN dipastikan akan melanjutkan aktivitas mereka sebagai grup dengan enam anggota.
Bagi para penggemar yang dikenal dengan sebutan ENGENE, keputusan tersebut terasa terlalu mendadak. Banyak dari mereka menilai bahwa identitas ENHYPEN sebagai grup beranggotakan tujuh orang merupakan bagian penting dari perjalanan musik mereka sejak debut. Tak butuh waktu lama, komunitas penggemar di berbagai negara mulai menggalang dukungan melalui petisi daring di platform Change.org.
Petisi yang diberi judul Allow Heeseung to Pursue Solo Activities Without Leaving ENHYPEN itu menyerukan agar Heeseung tetap menjadi bagian dari grup sambil tetap menjalankan proyek solo. Dalam waktu singkat, petisi tersebut menarik ratusan ribu tanda tangan, sebelum akhirnya menembus angka satu juta pada Kamis (12/3) dini hari.
Salah satu penggemar yang ikut menandatangani petisi menuliskan harapannya secara langsung dalam kolom dukungan.
“Kami mendukung karier solo Heeseung, tetapi kami juga percaya bahwa ia tetap bisa menjadi bagian dari ENHYPEN. Banyak artis K-Pop yang melakukan hal yang sama tanpa harus meninggalkan grup mereka,” tulis seorang penggemar dalam petisi tersebut.
Fenomena ini menunjukkan kekuatan komunitas penggemar K-Pop dalam memobilisasi dukungan secara global. Dalam hitungan jam setelah petisi diluncurkan, tautan petisi itu tersebar luas di berbagai platform media sosial seperti X, Instagram, hingga TikTok. Tagar terkait Heeseung dan ENHYPEN pun sempat menjadi tren di beberapa negara.
Menurut perwakilan penggemar yang membantu menyebarkan petisi tersebut, tujuan utama gerakan ini bukan untuk menentang karier solo Heeseung, melainkan mencari jalan tengah yang dianggap lebih ideal bagi semua pihak. “Kami hanya ingin agensi mempertimbangkan opsi lain. ENHYPEN dibangun sebagai tujuh orang, dan banyak penggemar berharap formasi itu tetap dipertahankan,” ujar salah satu penggemar internasional dalam pernyataan yang dibagikan melalui halaman petisi.
Di sisi lain, BELIFT LAB menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui diskusi panjang antara pihak agensi dan sang artis. Dalam keterangan resminya, perusahaan menyatakan bahwa langkah ini diambil setelah mempertimbangkan arah musikal dan perkembangan karier masing-masing.
“Setelah diskusi yang mendalam mengenai arah musik dan masa depan karier, diputuskan bahwa Heeseung akan memulai perjalanan sebagai artis solo di bawah BELIFT LAB,” tulis pernyataan resmi agensi.
Meski begitu, dukungan penggemar tampaknya belum mereda. Banyak ENGENE berharap suara mereka dapat menjadi pertimbangan bagi manajemen untuk meninjau kembali keputusan tersebut atau setidaknya membuka kemungkinan kolaborasi di masa depan antara Heeseung dan ENHYPEN.
Perkembangan petisi ini juga memperlihatkan bagaimana hubungan antara idol K-Pop dan penggemarnya semakin erat di era digital. Bagi banyak ENGENE, Heeseung bukan sekadar anggota grup, melainkan bagian dari identitas ENHYPEN yang telah mereka dukung sejak awal.
Hingga saat ini, jumlah tanda tangan dalam petisi tersebut masih terus bertambah, menandakan bahwa perdebatan mengenai masa depan Heeseung dan ENHYPEN kemungkinan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. @kanaya