Petugas Bea Cukai Tangkap Jaringan Pembuat Miras Ilegal dengan Pita Cukai Palsu

Editor :
Petugas Kantor Bea Cukai Surakarta memeriksa barang bukti miras ilegal dengan pita cukai palsu, di antaranya telah dimuat di mobil box/visi.news/istimewa

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Petugas Kantor Bea Cukai Surakarta bersama Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menangkap MA, seorang anggota jaringan pembuatan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau miras yang dilekati pita cukai palsu.

Dari tangan MA yang diringkus petugas Bea Cukai di Dukuh Puluhkadang, Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, disita barang bukti berupa 1.886 botol miras berbagai merk yang telah dikemas dan siap dijual secara
eceran.
“Kami menduga MA merupakan pemilik MMEA yang diamankan petugas Bea Cukai pada Kamis (9/9/2021) siang. Penangkapan berdasarkan informasi dari masyarakat, yang melaporkan ada indikasi penjualan miras ilegal di daerahnya. Sebelum penangkapan, unit penindakan dari Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY bersama Bea Cukai Surakarta mengumpulkan informasi selama 2 minggu”, ujar Hari Prijandono, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Surakarta, kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).
Dalam pengembangan informasi secara akurat, tim penindakan berhasil menemukan titik lokasi yang merupakan sumber penjualan
miras ilegal.
“Pada hari Kamis itulah, petugas Bea Cukai mendatangi sebuah rumah kos di daerah Boyolali. Setelah mendapat izin pemilik rumah kos, petugas Bea Cukai didampingi Ketua RT setempat melakukan pemeriksaan barang di
dalam mobil box dan di dalam rumah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas menemukan 4 kamar yang masing-masing digunakan tersangka MA untuk kantor berisi kursi, meja, dan lemari display, kamar kedua sebagai kamar tidur penjaga yang terdapat kulkas showcase minuman. Sedangkan kamar ketiga untuk menyimpan miras ilegal yang dilekati pita cukai palsu dan kamar keempat untuk menyimpan miras yang dilekati pita cukai asli.
“Ketika petugas melakukan pencacahan, menemukan 1.886 botol miras ilegal berbagai merk antara lain Anggur Merah, Ice Land, Mansion Vodka, Mansion Whisky, Soju, dan Ciu. Selain itu, juga ditemukan nota-nota
penjualan dan barang-barang lain yang berkaitan dengan penjualan miras ilegal. Total kerugian negara atas tidak dibayarkannya pungutan cukai ini mencapai Rp. 82.566.000,-,” kata Hari Prijandono.
Mengutip hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka MA, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Surakarta itu, menduga, MA yang merupakan pemilik miras ilegal tersebut selama ini menimbun
barang di gudang serta menjualnya ke kafe dan karaoke di sekitar Kota Boyolali. Saat ini, MA masih diperiksa sebagai saksi dan akan ditingkatkan ke proses penyidikan.
Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso, menambahkan, penindakan terhadap produk miras ilegal dangan pita cukai palsu bertujuan menekan peredaran miras ilegal yang merugikan penerimaan negara dari sektor cukai.
“Selain itu juga mencegah jangan sampai miras ilegal membahayakan kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya,” jelasnya.@tok

Baca Juga :  Penabrak Gerbang Masjidilharam dalam Kondisi 'Tak Normal' Saat Ditangkap

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Prihatin, Pengerukkan Sungai Citarik Andalkan Bantuan Sukarela Warga

Sel Sep 14 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kab. Bandung, M. Luthfi Hafiyyan, merasa prihatin dan mengkwatirkan pengerukan Sungai Citarik akan mandeg di tengah jalan, dan tidak sesuai dengan harapan. Luthfi menambahkan, gejala itu sudah terlihat setelah diperoleh informasi untuk bahan bakar beckho mengandalkan dari permohonan sumbangan dari warga berdasarkan […]