PGRI Raih Kemenangan di MA, Guru di Atas 50 Tahun Bisa Ikut Program Pendidikan Guru Penggerak

Editor Ketua Umum PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. /ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meraih kemenangan penting di Mahkamah Agung (MA) terkait Program Pendidikan Guru Penggerak. MA mengabulkan permohonan uji materiil yang diajukan oleh sejumlah guru yang merasa dirugikan oleh batasan usia dalam program tersebut.

Program Pendidikan Guru Penggerak adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru di Indonesia. Program ini diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2022.

Salah satu syarat untuk mengikuti program ini adalah usia maksimal 50 tahun. Hal ini menimbulkan protes dari banyak guru yang berusia di atas 50 tahun, yang merasa diskriminasi dan tidak mendapatkan kesempatan yang sama dengan guru yang lebih muda.

Beberapa guru yang merasa dirugikan kemudian mengajukan permohonan uji materiil ke MA, dengan didampingi oleh PGRI. Mereka meminta MA untuk mencabut Pasal 6 huruf f Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 26 Tahun 2022, yang mengatur tentang batasan usia dalam program tersebut.

MA sudah mengeluarkan putusan yang mengabulkan permohonan tersebut. MA menyatakan bahwa regulasi tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Dengan putusan ini, MA membuka peluang bagi guru di atas usia 50 tahun untuk tetap mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan peluang guru untuk mendapatkan peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan.

Ketua Umum PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd, menyambut baik keputusan MA. Ia menyatakan bahwa PGRI akan terus berjuang untuk kepentingan para guru, tanpa memandang usia atau latar belakang.

Baca Juga :  Bupati Bandung Terpilih Mengikuti KPPD di Singapura

“Keputusan MA ini adalah kemenangan bagi PGRI dan para guru di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa PGRI tidak pernah berhenti berjuang untuk hak-hak para pendidik, dari Tunjangan Sertifikasi Guru hingga Program Pendidikan Guru Penggerak. Kami mengapresiasi MA yang telah memberikan keadilan bagi para guru, tanpa diskriminasi. Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para guru dan dunia pendidikan,” ujar Prof. Unifah.

Prof. Unifah juga mengajak para guru untuk tetap semangat dan berdedikasi dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Ia mengatakan bahwa PGRI akan terus berkomitmen untuk menjunjung tinggi kehormatan dan kepastian hukum bagi para guru.

“Kami mengucapkan selamat kepada para guru yang telah berhasil mendapatkan haknya. Kami berharap ini menjadi motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Kami juga mengingatkan para guru untuk tetap menjaga kesehatan dan protokol kesehatan di masa pandemi ini. PGRI akan selalu ada untuk mendukung dan membela para guru di Indonesia,” tutur Prof. Unifah.

@uli

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Golf House Maksimalkan Pengalaman dan Performa Bermain Golf dengan Koleksi Clubs Terbaru XXIO 13 di Indonesia

Sel Feb 6 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Golf House Indonesia sebagai pelopor toko golf di Indonesia yang menyediakan segala koleksi peralatan dan aksesori untuk para permain golf, kembali memperbarui jajaran penawaran klub golfnya dengan meluncurkan seri terbarunya dari brand XXIO, yaitu “XXIO 13”. Seri ini hadir dalam dua tipe, XXIO 13 dan XXIO […]