Pilkada Memanas, Satu Rumah Calon Bupati Dibakar dan Anggota Brimob Terkena Panah

Editor :


Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Satu anggota Brimob terkena panas buntut kerusuhan terjadi di Kabupaten Boven Digoel, Papua. Kerusuhan terjadi setelah massa salah satu calon Bupati dan Wakil Bupati tak lolos verifikasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal yang bertugas sebagai perwira pengamat wilayah (pamatwil) dan saat ini bertugas di Boven Digoel mengatakan, tiga kompi Brimob sudah disiagakan di Tanah Merah, ibukota Kabupaten Boven Digoel. Saat ini status di Boven Digoel siaga 1.

Menurut dia, seperti dilansir dari merdeka.com, anggota masih berjaga di sekitar kantor KPU setelah sebelumnya pendukung paslon yang dibatalkan KPU RI melakukan pembakaran terhadap rumah Wakil Bupati Chaerul Anwar serta menyerang anggota.

“Satu anggota Brimob terkena panah namun kondisinya stabil,”kata Kamal yang dihubungi dari Jayapura. Dikutip Antara, Selasa (1/12).

Kepolisian daerah Papua telah menambah dan mengirim personel Brimob untuk memperkuat pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2020 Kabupaten Boven Digoel. Penambahan personel itu dilakukan guna mengantisipasi kamtibmas di kawasan itu setelah KPU RI membatalkan keikutsertaan satu paslon Yusak Yeluwo-Yacob Waremba.

“Personel Brimob yang dikirim ke Boven Digoel sudah berada di Tanah Merah,” kata kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. Dia berharap kedua paslon dan pendukung dapat menahan diri dan tidak melakukan aksi anarkistis.

Terpisah, Kapolres Boven Digoel AKBP Samsul Rizal mengakui situasi kamtibmas di wilayahnya saat ini tengah memanas sejak keluarnya keputusan KPU RI terkait Pilkada pada Minggu (29/11). Personel Polri dikerahkan untuk mengamankan agar aksi yang dilakukan tidak meluas.

“Memang benar kondisi kamtibmas di Boven Digoel agak memanas karena warga yang menjadi pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Yusak Yeluwo-Yacob Waremba melakukan aksi bakar ban,” katanya kepada Antara.

Aksi bakar ban yang dilakukan para pendukung pasangan Yusak Yeluwo-Yacob Waremba itu diduga dilakukan terkait keputusan KPU RI Nomor 584 tertanggal 28 November tentang pembatalan keikutsertaan pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Dalam SK KPU Nomor 584 tentang penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel 2020 yang diikuti tiga pasangan calon yakni Paslon Hengki Yaluwo-Lexy Rumel Wagiu, Paslon Chaerul Anwar Natsir-Nathalis B Kake dan Paslon Martinus Wagi-Isak Bangris. Paslon Yusak Yeluwo-Yacob Waremba dibatalkan keikutsertaannya dalam pilkada 2020. Untuk melakukan pengamanan, kepolisian daerah Papua telah menambah dan mengirim personel Brimob untuk memperkuat pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2020 Kabupaten Boven Digoel.@mpa

visiadmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif

Sel Des 1 , 2020
Silahkan bagikan Dalam memastikan keamanan dan efektivitas vaksin, proses pembuatannya harus melewati proses penelitian hingga uji klinis yang panjang. Proses itu juga diawasi berbagai lembaga kompeten tingkat dunia. VISI.NEWS – Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan pernyataan dan terus menerus menekankan bahwa dalam hal penyediaan vaksin Covid-19, harus dipastikan keamanannya dan […]