VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin rapat koordinasi (rakor) penataan desa dan persiapan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) di Rumah Dinas Bupati, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan izin Kemendagri, Musdes PAW dijadwalkan pada 2 hingga 25 April 2026 di 10 desa dengan dukungan Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Estimasi pelantikan kades terpilih dilakukan awal Mei dengan pengamanan ketat dari Satpol PP dan Kesbangpol.
Terkait penataan wilayah, Bupati Bandung menginstruksikan percepatan pemekaran dengan target 70 desa yang telah menyepakati hasil Musdes.
“Langkah ini mendesak karena rasio penduduk tiap desa saat ini mencapai 13.323 jiwa, atau 2,3 kali lipat dari syarat minimal regulasi. Kebijakan ini menyelaraskan target Provinsi Jawa Barat untuk mencapai rasio pelayanan ideal bagi 10.000 penduduk per desa,” ujar Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.
Transformasi desa menjadi kelurahan difokuskan pada wilayah berkriteria ekonomi perkotaan, seperti Desa Margaasih. Meski terdapat dinamika aspirasi lokal, Bupati Kang DS menegaskan hasil kajian teknis tetap menjadi dasar utama guna mengantisipasi kewajiban belanja pegawai 30 persen pada 2027.
“Hal ini bertujuan agar struktur organisasi pemerintahan desa lebih efisien dan profesional,” katanya.
Selain itu, diproyeksikan pembentukan Kecamatan Tegalluar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar stasiun KCIC (Kereta Cepat Indonesia China). Kawasan strategis seluas 3.600 hektar ini mengintegrasikan wilayah dari lima kecamatan sekitarnya melalui kolaborasi lintas sektoral.
“Seluruh proses dipastikan melalui audit ketat Inspektorat guna menjamin legalitas dan kepastian hukum di masa depan,” ungkapnya. @kos