PKB Sebut Program Inovasi Kartu Tani BEDAS Jangan Dibuat Jadi HOAX

Editor :
H.M. Dadang Supriatna calon bupati Bandung (pakai peci hitam) didamping Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) PKS Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan (pakai topi biru) saat menanam pohon di Blok Blegblegan, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Minggu (30/11/2020).visi.news/istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Bandung menilai bahwa masifnya berita terkait kartu tani pasangan calon bupati & wakil bupati nomor urut tiga BEDAS itu sebagai wujud kampanye negatif yang dilakukan oleh oknum media.

DPC PKB menyebut mestinya dalam pemberitaan itu dijelaskan kepada narasumber dari mana asal pembagian kartu tersebut sekaligus fungsi adanya kartu seperti apa.

“Membaca berita tersebut jadi lucu ya, asal usul kartu tersebut tidak pernah disambit oleh pewarta maupun narasumber tersebut. Kan tidak ada kartu tiba tiba ke tangan petani itu pun kalau iya mereka yang diwawancarai petani,” ujarnya melalui keterangan pers yang diterima VISI.NEWS pada, Selasa (01/12/20).

PKB menyebutkan bahwa berita satu arah itu melihatkan bahwa ingin membisukkan pasangan calon nomor urut tiga yakni Dadang Supriatna & Sahrul Gunawan. Padahal, PKB melanjutkan bahwa kartu tersebut sebagai bentuk komitmen kepedulian terhadap petani untuk mengurus segmen pemilih.

“Ini merupakan program Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa untuk para calon bupati & wakil bupati. DPW PKB sendiri meluncurkan tiga kartu untuk program pasangan BEDAS yaitu kartu tani, kartu wirausaha dan kartu guru ngaji,” ujarnya.

Apabila terpilih, calon bupati & calon wakil bupati yang diusung oleh PKB akan mendesain rencana APBD yang sangat terbatas untuk diprioritaskan ke segmen tiga ini, karena tiga hal ini adalah representasi masyarakat di Kabupaten Bandung.

“Dalam kartu tersebut kan sudah ada penjelasan bahwa para petani khususnya akan mendapatkan subsidi apabila pasangan BEDAS menang selama lima tahun. Kemudian sudah dijelaskan oleh kader yang mendistribusikan bahwa ini akan diberikan bantuan setelah pasangan BEDAS terpilih,” ujarnya.

PKB merasa bahwa berita tersebut memang disetting untuk kampanye negatif terhadap program inovatif pasangan nomor urut 3 yakni Dadang Supriatna & Sahrul Gunawan. Mestinya, kalau niat membuat berita harus dikonformasi detail kepada narasumber dari mana asal usul kartu itu kemudian apa saja fungsi sekaligus kapan bisa digunakan. @mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Besok Rabu Semua Anggota DPRD Akan di Swab

Sel Des 1 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Menindaklanjuti adanya salah seorang anggota dewan dan staf DPRD Kab. Bandung yang terpapar Virus Corona (Covid 19), direncanakan besok Rabu (2/12/2020) semua anggota DPRD akan dilakukan Swab Covid 19 sebagai bentuk pencegahan signifikan penyebaran covid. Selain itu, Ketua Komisi C DPRD Kab. Bandung dari Fraksi Golkar, H. […]