Search
Close this search box.

PKL Malioboro Tolak Rencana Relokasi Pemerintah DIY

Kondisi sepanjang jalan Malioboro, PKL dan para pengendara motor memadati kawasan Malioboro./visi.news/gilar wullida.

Bagikan :

VISI.NEWS – Baru – baru ini Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kini berjejer di sepanjang Jalan Malioboro.

Beberapa pedagang akan ditempatkan di gedung bekas Bioskop Indra di depan Pasar Beringharjo Yogyakarta. Sebagian lagi akan diminta berjualan di bekas gedung kantor pariwisata DIY.

Dikutip dari Solopos.com, Sukino (50) selaku Wakil Ketua Paguyuban PKL Malioboro Handayani. Mengaku mendengar kabar relokasi tersebut melalui telepon pada Kamis (25/11/2021). Karena kejadian yang mendadak itu, pihak lain menentang rencana relokasi karena tidak ada sosialisasi.

“Waktu itu saya diundang hanya lewat telepon, Kamis kemarin. Mungkin menurut pemerintah itu sosialisasi. Kan, itu mendadak sekali,” kata Sukino, Senin (29/11/2021).

Menurut Sukino, justru dengan adanya relokasi akan membuat Malioboro menjadi sepi pengunjung. Selama ini yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Malioboro adalah jajaran Pedagang Kaki Lima.

” Adanya relokasi dikhawatirkan akan membuat para pedagang kesulitan untuk mencari pelanggan. Ditambah lagi saat ini pedagang baru saja akan bangkit karena terdampak Covid-19 seharusnya pemerintah memberdayakan keberadaan pedagang,” Ujarnya.

Lain halnya dengan Sukino, Sekretaris daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, tujuan relokasi itu untuk menata kembali poros filosofis.

” Relokasi ini untuk memberikan kepastian kepada pedagang, kita tata ulang lokasi dan diharapkan para pedagang mematuhi peraturan tersebut,” pungkasnya. @gil

Baca Berita Menarik Lainnya :