PMBT Berharap Wacana Pembentukan CDOB KBT Masuk Program Kerja 99 Hari Bupati Bandung Terpilih

Sejumlah warga yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Bandung Timur sedang membahas percepatan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Bandung Timur, di Rancaekek, Selasa (6/4/2021)./visi.news/budimantara.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Warga wilayah Timur Kabupaten Bandung yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Bandung Timur (PMBT) Kabupaten Bandung berharap wacana pembentukan calon daerah otonomi baru Kabupaten Bandung Timur (CDOB KBT) masuk pada program kerja 99 hari Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna.

Selain itu, wacana pembentukan daerah otonomi baru KBT, masuk pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) maupun rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) Kabupaten Bandung.

Harapan itu terungkap dalam pembahasan wacana pembentukan KBT di Rancaekek Kabupaten Bandung yang melibatkan sejumlah warga yang tergabung dalam PMBT di Rancaekek Kabupaten Bandung, Selasa (6/4/2021).

Ketua PMBT Atep Somantri mengatakan, pada pembahasan percepatan pemekaran atau pembentukan CDOB KBT itu, para penggiat PMBT pun berencana melakukan audensi kepada Bupati Bandung terpilih di Soreang.

“Dengan harapan wacana pembentukan CDOB KBT masuk pada program 99 hari kerja Bupati Bandung terpilih, setelah menjalani proses pelantikan mendatang yang diagendakan kabarnya pada 26 April 2021 mendatang. PMBT akan melakukan audensi dengan Bupati Bandung terpilih itu, sebelum pelaksanaan pelantikan,” kata Atep Somantri .

Menurutnya, dengan adanya dukungan dan dorongan dari Bupati Bandung terpilih, persiapan pembentukan CDOB KBT akan semakin memudahkan untuk merealisasikan pembentukan kabupaten baru tersebut.

“Apalagi sebelumnya, Bupati Bandung terpilih merupakan salah satu deklarator pembentukan Komite Bandung Timur (Kombat). Untuk diketahui, wacana KBT ini disuarakan sejumlah pihak sejak 2004 silam hingga saat ini,” ujar Atep Somantri.

Atep Somantri bersama para penggiat yang tergabung dalam PMBT mengucapkan selamat atas terpilihnya HM Dadang Supriatna sebagai Bupati Bandung terpilih pada Pilkada Bandung 2020 lalu. Selain berharap dukungan dari orang nomor satu di Kabupaten Bandung, Atep Somantri juga berharap peran aktif anggota DPRD Kabupaten Bandung untuk mendorong percepatan pembentukan CDOB KBT, meski saat ini moratorium pembentukan CDOB belum dicabut oleh pemerintah pusat.

Baca Juga :  TELAAH: Apa yang Dimaksud 'Jalan Lurus' dalam Surat Al Fatiihah?

“Tetapi setidaknya ada persiapan lebih matang, sebelum persyaratan administrasi CDOB KBT diusulkan ke Provinsi Jabar untuk dilanjutkan usulannya ke pemerintah pusat,” tutur Atep Somantri.

Dikatakannya, syarat administrasi pembentukan CDOB KBT, salah satunya sudah terpenuhi terkait pelaksanaan musyawarah desa (musdes) di 110 desa dari 147 desa dan 1 kelurahan di wilayah timur Kabupaten Bandung yang diwacanakan masuk CDOB KBT.

“Hasil musdes itu sudah diserahkan ke Pemkab Bandung, di antaranya kepada pimpinan DPRD Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu saat pelaksanaan musdes baru di 102 desa,” ungkapnya.

Ditambahkan penggiat PMBT lainnya, Asep Juarsa didampingi Wawan Hermawan (wawan Bery), pembentukan CDOB KBT sangat menguntungkan bagi para partai politik dan birokrasi. Untuk itu, PMBT sangat berharap ada dukungan dari partai politik yang ada keterwakilannya di DPRD Kabupaten Bandung, selain dari jajaran eksekutif Pemkab Bandung.

“Menyuarakan pembentukan CDOB KBT bukan untuk kepentingan kelompok atau perseorangan, melainkan untuk kepentingan masyarakat secara umum dalam bidang pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Asep Juarsa.

Ia juga menyatakan pembentukan CDOB KBT itu tidak ada kaitannya dengan pilkada karena orang-orang yang ada di PMBT tidak menjalin komitmen atau MOU dengan para calon di pilkada lalu.

“Pembentuan CDOB KBT merupakan bagian dari perjuangan banyak pihak. Ada pihak yang menyebutkan menyuarakan pembentukan CDOB KBT hanya kepentingan politis pada saat pilkada hal yang wajar karena mereka melihat dari satu sisi artinya tidak mengikuti bagaimana proses perjuangan untuk menyamakan persepsi dan komitmen bersama dalam pembentukan KBT tersebut,” tuturnya.

Asep Juarsa menuturkan, jauh-jauh hari sebelum Pilkada Bandung, perjuangan pembentukan CDOB KBT sudah dikomunikasikan dengan berbagai pihak di kalangan pemerintah.

Baca Juga :  Terapkan PSBM Cimahi Berhasil Rubah Zona

“Bahkan percepatan pembentukan KBT ini, selain sudah diketahui banyak pihak di Kabupaten Bandung dan provinsi Jabar, juga sudah tembus ke pemerintah pusat,” katanya.

Asep Juarsa pun mendapatkan kabar ada wacana lagi Kabupaten Bogor Timur dan Indramayu Barat akan diusulkan menjadi calon daerah otonomi baru.

“Dengan adanya usulan baru dua daerah itu, moratorium pembentukan daerah baru bukan sebuah halangan. Melainkan proses pembentukan CDOB KBT bisa terus digulirkan, sampai pada akhirnya pemerintah pusat merealisasikan pembentukan daerah baru tersebut setelah pemerintah melakukan pencabutan moratorium pembentukan daerah baru tersebut,” pungkasnya. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lima Arahan Presiden Jokowi untuk Penanganan Bencana di NTT dan NTB

Rab Apr 7 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Selama satu pekan terakhir, cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Seroja telah dirasakan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami dampak paling besar. Cuaca ekstrem tersebut memicu terjadinya bencana banjir bandang dan longsong di kedua wilayah […]