Polisi dan TNI Terlibat dalam Pemakaman Jenazah Positif Corona di Rajapolah Tasikmalaya

Editor Prosesi pemakaman pasien Covid-19 di Rajapolah Tasikmalaya./visi.news/ayi kuraesin.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Jajaran Muspika Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, bersama keluarga menerima jenazah yang meninggal akibat positif terpapar Covid-19.

Pemakaman melibatkan anggota kepolisian dan TNI dari Polsek Rajapolah, Polresta Tasikmalaya, dan Koramil Rajapolah dengan menggunakan protokol kesehatan Covid-19. Adapun selama pelaksanaan pemakaman berjalan kondusif dan lancar.

Kapolsek Rajapolah, Polresta Tasikmalaya AKP Dede Darmawan kepada wartawan, Sabtu (4/7) mengatakan, almarhum diketahui berinisial TY (37) warga Desa Rajamandala, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Namun almarhumah tinggal di Kabupaten Tegal ikut suaminya. Almarhumah meninggal di RSUP Kariadi, Semarang dan dinyatakan positif Covid-19 dan memiliki riwayat penyakit lain, Kamis (2/7/2020).

Atas keputusan keluarga menginginkan jenazah dimakamkan di kampung halamannya di Desa Rajamandala. Pihak keluarga pun melaporkan dan berkoordinasi dengan jajaran Muspika Rajapolah terkait rencana pemakaman itu.

Atas laporan tersebut, pihaknya selaku Muspika yakni Polsek Rajapolah, Koramil Rajapolah dan UPT Puskesmas Rajapolah langsung mengecek ke lokasi. Bahkan sebelum dilaksanakan pemakaman, pihaknya terlebih dahulu memberikan imbauan kepada keluarga dan warga sekitar bahwa TY meninggal karena Covid-19.

“Keluarga dan warga sekitar diminta untuk tidak panik dan takut karena kondisi jenazah sudah sesuai dengan standar kesehatan. Jenazah dilakukan pembungkusan dan dimasukkan dalam peti,” ucapnya.

Menurutnya, setelah dilakukan sosialisasi dan masyarakat benar-benar paham, jenazah langsung dibawa ke lokasi pemakaman dengan menggunakan mobil ambulans. Terlebih dahulu jenazah disolati di lokasi pemakaman sesuai protokol kesehatan. Selanjutnya jenazah langsung dimakamkan dengan petugas khusus dan menggunakan perlengkapan sesuai protokol.

“Pemakaman berlangsung sekitar 20 menit oleh petugas khusus yakni Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Rajapolah yang di dalamnya termasuk melibatkan TNI dan Polri,” tuturnya.

Baca Juga :  Update Corona 17 Juni: 41.431 Positif dan 16.243 Sembuh

Dikatakan Dede, selama berlangsungnya kegiatan pemakaman berjalan aman, tertib, dan lancar. Tidak ada penolakan dari warga atas adanya pemakaman tersebut meski diinformasikan positif Covid-19. Bahkan, usai kegiatan pemakaman tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 untuk dilakukan rapid test, termasuk kepada keluarga dan warga sekitar.

Terkait keterlibatan Polisi dan TNI dalam pemakaman tersebut karena memang menjadi bagian dari Gugus Tugas Covid-19. Sehingga anggota ikut membantu dalam proses pemakaman.

“Selama proses pemakaman tentunya dilakukan sesuai protokol kesehatan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD),” ungkapnya. @akr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

500 Jiwa Meninggal Dunia, dari Lebih 700 Ribu Kasus DBD di Masa Pandemi

Sab Jul 4 , 2020
Silahkan bagikanLebih dari 700 Ribu Kasus DBD di Masa Pandemi, Jumlah Kematian Hampir 500 jiwa visi.NEWS  Di tengah masa pandemi, hingga kini kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia meningkat. Laporan Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus DBD mencapai lebih dari 700 ribu kasus. Gugus Tugas Nasional meminta masyarakat waspada ancaman […]