Search
Close this search box.

Polisi Duga Wanita yang Tewas Tertindih Motor Akibat Kecelakaan Tunggal

Mayat wanita tertindih motor dalam selokan di Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (17/10/2024)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | SUKABUMI – Polisi menduga kecelakaan tunggal menjadi penyebab seorang wanita muda tewas dalam keadaan tubuh tertindih motor dalam selokan di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

“Diduga kejadian itu merupakan kecelakaan tunggal. Hasil cek TKP, diduga almarhumah ketika menuju ke rumah menggunakan kendaraan sepeda motor honda beat warna biru hilang kendali sehingga kendaraan yang dikendarai terjatuh ke selokan air yang berada di bahu jalan sebelah kiri dengan ketinggian sekitar kurang lebih 4 meter,” kata Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Fiekry Adi Perdana.

Kecelakaan itu terjadi di jalan kabupaten penghubung Karangtengah dengan Cirendeu, tepatnya di Kampung Palasari RT 04/03, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Adapun saat ditemukan terdapat luka pada wajah serta kaki kiri yang sudah membusuk.

Fiekry menuturkan jasad wanita itu ditemukan pada Kamis (17/10/2024) sore oleh warga bernama Utom yang curiga dengan bau tak sedap. Ketika diperiksa, sumber bau itu berasal dari selokan dan terlihat sebuah motor.

Utom kemudian memberitahu warga lainnya dan mengajak untuk bersama-sama mendatangi tempat ditemukannya motor. Disana terungkap, bahwa ada sesosok mayat yang posisinya tertimpa motor.

Dikarenakan adanya informasi orang hilang, warga kemudian menghubungi pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Selanjutnya datang paman korban dan membenarkan bahwa sepeda motor Honda Beat itu adalah milik Neng Laras, warga Kampung Cireundeu RT 01/06, Desa Girijaya Kecamatan Nagrak.

“Menurut keluarga, korban sudah tidak ada kabar sejak hari Minggu tanggal 13 Oktober 2024, dan keterangan terakhir korban pergi bermain ke daerah Sukabumi,” kata Fiekry.

Saat itu juga pihak keluarga langsung membawa jasad Laras serta kendaraannya ke rumah duka tepatnya rumah kakek dan neneknya di Kampung Cireundeu.

Baca Juga :  Bandung Bedas Expo Digelar, Kang DS Pastikan Penanganan Infrastruktur

Menurut Fiekry, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah sehingga menolak untuk dilakukan autopsi. Rencananya jenazah korban dimakamkan tak jauh dari rumah duka.

@andri

Baca Berita Menarik Lainnya :