VISI.NEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Brigadir Fajar Permana, anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya. Personel kepolisian tersebut dilaporkan gugur saat menjalankan tugas pengamanan arus mudik Lebaran 2026 pada Senin (23/3/2026) dini hari.
Kabar duka ini pertama kali tersiar melalui unggahan akun resmi Instagram TMC Polda Metro Jaya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Brigadir Fajar diduga meninggal dunia akibat kelelahan ekstrem setelah berhari-hari berjaga di lapangan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Menanggapi tragedi tersebut, Dedi Mulyadi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian almarhum kepada negara dan masyarakat.
“Saya sampaikan duka yang cukup mendalam atas gugurnya seorang anggota Ditlantas Polda Metro Jaya yang diduga mengalami kelelahan,” kata Dedi Mulyadi, Selasa (24/3/2026).
Di samping menyampaikan duka cita, Gubernur Dedi Mulyadi juga memantau situasi terkini arus balik di wilayah Jawa Barat. Meskipun beberapa titik masih terpantau padat, ia optimis volume kendaraan akan segera melandai seiring berakhirnya masa libur Lebaran.
“Kondisi kemacetan ini secara bertahap akan kembali normal,” ujarnya.
Guna meringankan beban petugas di lapangan seperti mendiang Brigadir Fajar, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menginstruksikan langkah taktis di titik-titik rawan macet. Salah satu kebijakan yang diambil adalah peliburan operasional angkutan kota (angkot) di kawasan wisata dan jalur utama yang memiliki mobilitas tinggi.
Beberapa wilayah yang menjadi fokus kebijakan ini meliputi:
-
Kawasan Lembang dan Subang.
-
Jalur Puncak (Bogor), Cianjur, dan Sukabumi.
-
Wilayah Priangan Timur seperti Garut hingga jalur Pantura Cirebon.
“Pemprov Jabar sudah banyak kebijakan yang dikeluarkan, termasuk meliburkan angkot,” tegas Dedi Mulyadi. @ffr