Polisi Penembak Laskar FPI Diadili di PN Jakarta Timur

Editor Polisi penembak laskar FPI di KM 50 Tol Cikampake bakal disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur./cnn indonesia/yogi anugrah/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima pelimpahan tahap II alias tersangka dan barang bukti dalam kasus penembakan dan pembunuhan di luar hukum (Unlawful Killing) terhadap laskar FPI di KM 50 tol Cikampek pada akhir tahun lalu.

Anggota polisi aktif yang diserahkan ke Kejagung untuk segera disidangkan itu merupakan personel Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya.

“Dua berkas perkara dan tersangka masing-masing atas nama Briptu FR dan Ipda MYO selaku anggota Resmob Polda Metro Jaya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawan, Senin (23/8/2021), dilansir CNN Indonesia.

Merujuk pada keputusan Mahkamah Agung RI nomor 151/KMA/SK/VIII/2021 tertanggal 4 Agustus 2021, kata Leonard, nantinya perkara ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Dia menjelaskan, pelimpahan tahap II itu dilakukan usai Jaksa menyatakan berkas telah lengkap (P-21) pada 25 Juni 2021 lalu. Jaksa, nantinya akan mulai menyusun dakwaan.

“Untuk dapat disidangkan dan mendapat kepastian hukum,” ucapnya lagi.

Dalam perkara ini, Jaksa akan mendakwa anggota polisi itu dengan dua sangkaan pasal alternatif. Yakni, Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Aturan ini menjelaskan terkait dengan pembunuhan dapat dipidana penjara paling lama 15 tahun. Atau dakwaan subsidair merujuk pada Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai informasi, perkara itu terjadi saat dua polisi hendak mengamankan Laskar FPI yang mengawal Rizieq. Dalam insiden itu, diketahui empat Laskar FPI masih hidup sebelum polisi membawanya ke dalam mobil.

Sementara, dua laskar yang lain telah meninggal saat bentrok hingga baku tembak pecah sebelumnya. Polisi diduga menembak mati Laskar FPI yang tersisa lantaran diklaim melawan petugas.

Baca Juga :  Cecep: Pembenahan Aliran Sungai Cikeruh Harus Dibarengi Penyesuaian Fasilitas Umum

Awalnya, kepolisian mengklaim bahwa tindakan tersebut merupakan hal yang tegas dan terukur lantaran Laskar FPI tersebut telah membahayakan petugas di lapangan. Hanya saja, Komnas HAM kemudian melakukan investigasi mandiri dan menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai bentuk unlawful killing.

Polisi kemudian melakukan penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Hanya saja, terdapat satu tersangka berinisial EPZ yang meninggal akibat kecelakaan pada awal 2021. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Belum Dicoba PSG, Messi Dipanggil Timnas Argentina

Sel Agu 24 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Timnas Argentina memanggil Lionel Messi dalam daftar skuad untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022 awal September mendatang. Messi yang sejauh ini belum tampil bersama PSG mendapat panggilan dari timnas Argentina untuk tiga laga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pada awal September, Argentina bakal menghadapi Venezuela (2/9), Brasil (5/9), dan ditutup Bolivia […]