Polisi Ungkap Penyebab Geng ABG Tasikmalaya Jadi “Wanian” dan Hilang Rasa Empati

Editor :
Konferensi pers terkait keberhasilan Satres Narkoba Polresta Tasikmalaya mengungkap kasus narkotika dan obat-obatan terlarang di Makapolresta Tasikmalaya./visi.news/istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Mayoritas anggota geng motor di Kota Tasikmalaya memang masih anak baru gede (ABG). Meski begitu, kelompok ini seolah tak memiliki rasa takut untuk berbuat onar yang selama ini meresahkan warga.

Adapun penyebab para ABG menjadi “pemberani”, salah satunya adalah pengaruh obat-obatan terlarang.

Hal tersebut dikatakan Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan saat menggelar press conference terkait keberhasilan pengungkapan narkotika dan obat-obatan terlarang di Makapolresta Tasikmalaya, Selasa (12/1/2021).

Menurut AKBP Doni Hermawan, dalam dua minggu terakhir ini Satres Narkoba Polresta Tasikmalaya berhasil mengungkap 6 kasus peredaran dan penggunaan narkoba dengan 7 tersangka, yakni 2 tersangka pengguna dan 5 tersangka pengedar.

Sementara barang bukti yang disita yaitu sabu-sabu seberat 22,26 gram, psikotropika 13 tablet, tramadol 164 tablet, dan hexymer 675 tablet.

“Yang menjadi perhatian, ternyata obat-obatan terlarang itu diedarkan ke anggota geng motor. Karena salah satu tersangkanya merupakan wakil ketua kelompok geng motor,” kata AKBP Doni.

Dikatakan Doni, salah satu tersangka pengedar obat terlarang yakni berinisial JJ warga Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Tersangka merupakan wakil ketua kelompok salah satu geng motor. Dalam kelompoknya itu, tersangka mengaku mengedarkan obat jenis hexymer kepada para anggotanya yang mayoritas masih ABG.

Dengan mengonsumsi obat tersebut, anggotanya akan menjadi pemberani, khususnya saat akan beraksi karena pengaruh obat.

“Pengaruh obat tersebut memang menyebabkan hilang rasa empati dan rasa takut. Makanya meski usianya masih ABG, para anggota geng motor itu kerap membuat onar dengan menggunakan senjata tajam,” ucapnya.

Dikatakan Doni, obat-obatan daftar G tersebut memang kerap dikonsumsi para ABG karena harganya murah. Para ABG bisa membeli 3 butir dengan harga Rp 10.000.

Adapun dari pengakuan tersangka, mengedarkan obat terlarang itu sudah tiga bulan. Hal tersebut sesuai dengan catatan kriminal yang ada di kepolisian bahwa dalam waktu tiga bulan terakhir ini kasus kriminal yang pelakunya geng motor meningkat.

Tersangka mengedarkan obat tersebut khusus bagi anggota geng motornya. Pengaruh obat itu mengakibatkan halusinogen dan menstimulan serta punya semangat yang berlebihan sehingga hilang empati dan rasa takutnya.

Seperti diketahui, lanjut Doni, fenomena geng motor di jalanan Kota Tasikmalaya cukup tinggi dan membuat resah warga. Sebab, tidak hanya melakukan aksi tawuran antarkelompok geng, mereka juga menyasar warga dan melakukan kejahatan jalanan.

“Tanpa ada permasalahan, kelompok geng motor suka sengaja mencari masalah. Asal ketemu orang di jalanan langsung main sikat saja,” ungkapnya. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jembatan Citalegong yang Roboh Mulai Diperbaiki

Sel Jan 12 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS —Jembatan Citalegong, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang roboh akibat guyuran hujan deras, sudah mulai terlihat diperbaiki. Pemasangan jembatan bailey itu diharapkan lalu lintas menuju Pangalengan Bandung atau sebaliknya sudah normal. Humas Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Roni Syaroni, di lokasi, Selasa (12/1/21) pada VISI.NEWS […]