Polresta Surakarta Ringkus 9 Tersangka Pelaku Premanisme

Editor Kapolda Jateng, Irjen. Pol. Achmad Luthfi menunjukkan para tersangka pelaku premanisme beserta barang bukti yang disita./visi.news/istimewa
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Jajaran Kepolisian Resort Kota (Polresta) Surakarta meringkus sebanyak 9 orang tersangka pelaku premanisme yang melakukan perusakan dan penganiayaan di Kota Solo.

Ke-9 orang tersangka tersebut diringkus aparat Polresta Surakarta di beberapa tempat berbeda, menyusul tindakan brutal merusak dan menganiaya korban.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Pol. Ahmad Luthfi, secara khusus memberikan penjelasan kepada wartawan, di Mapolresta Surakarta, Jumat (26/2/2021) siang tentang penangkapan terhadap sejumlah preman yang meresahkan masyarakat di Kota Solo dan sekitarnya.

“Mereka, para tersangka melakukan aksi premanisme di tiga lokasi berbeda, yaitu di wilayah Sondakan, Kecamatan Laweyan, di Kecamatan Banjarsari, dan di wilayah Kecamatan Serengan,” kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Kapolda Jateng menyebutkan nama-nama di antara para tersangka yang kini dalam tahanan Polresta Surakarta, yakni Agus Pitik dan Fajar Nugroho warga Sukoharjo, Hoho Saputro alias Hoho dan Ajiseta Amirul alias Aji Bejo warga Serengan, Yunianto Juang Prakoso warga Kecamatan Banjarsari dan Yhumas Reno Saputro warga Kecamatan Laweyan.

Mengutip hasil penyidikan, para tersangka tersebut melakukan aksi premanisme di wilayah Kampung Sondakan, Kecamatan Laweyan, di antaranya berupa perusakan toko, kemudian mengambil uang, memecah etalase dan menganiaya korban.

Dalam pengembangan penyidikan yang dilakukan aparat Polresta Surakarta, tersangka lain juga melakukan tindakan kriminal serupa di wilayah Kecamatan Serengan.

Para tersangka pelaku yang berjumlah 9 orang itu, katanya, merupakan kelompok yang terdiri dari enam orang. Sebanyak 3 orang di antaranya yang tertangkap paling awal, adalah Sigit Zakaria alias Bendot, Desning Wong Narimo alias Miwon, dan Teguh Pidekso alias Bangkok yang merupakan warga Laweyan.

“Mereka awalnya melakukan perusakan di pos kamling Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan. Di Serengan ini, tiga tersangka pelaku mengancam warga setempat dan melakukan kekerasan di pos kamling,” jelasnya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Kudus Turun, Ganjar Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Kapolda Jateng menegaskan, aparat Polri tidak akan memberi ruang bagi pelaku tindak premanisme yang meresahkan masyarakat Kota Solo.

Menurut Irjen. Pol. Achmad Luthfi, pihaknya akan memberantas premanisme dan saat dalam menangani dua kasus tersebut, masih ada target mengejar 10 orang yang masuk daftar pencarian orang.

“Kami akan menjebol segala bentuk premanisme di Kota Solo. Biar Solo aman dan kondusif,” tandasnya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 8 senjata tajam, 4 sepeda motor, sebuah tongkat pemukul, sebuah button stick, termasuk ketipung, etalase, dan TV yang rusak. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

KPK Tangkap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Sab Feb 27 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Jumat (26/2/2021) malam. “Benar, Jumat, (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi,” kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali […]