Polresta Surakarta Ungkap Modus Baru Peredaran Sabu-sabu Lewat Rak Minimarket

Wakapolresta Surakarta, AKBP Deny Heryanto, menunjukkan tersangka kurir pengedar sabu-sabu, AS, beserta barang bukti di Mapolresta./visi.news/istimewa.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Jaringan pengedar narkoba menggunakan cara baru mengedarkan barang haram tersebut yaitu dengan memanfaatkan rak-rak minimarket untuk meletakkan barang pesanan.

Satuan narkoba (Satnarkoba) Polresta Surakarta, mengungkap modus baru peredaran narkoba di Kota Solo, Jawa Tengah, menyusul diringkusnya tersangka PA (31), warga Mangkubumen, Kota Solo.

Selain mengungkap modus baru peredaran narkoba, aparat Satnarkoba Polresta Surakarta juga mencokok tersangka AS (36), warga Sragen, yang berperan sebagai kurir pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 346,26 gram dan sebuah bong alat mengisap sabu-sabu.

Wakapolresta Surakarta, AKBP Deny Heryanto, menerangkan kepada wartawan, peredaran narkoba jenis sabu yang disampaikan kepada pemesan melalui rak minimarket merupakan cara yang tidak lazim.

Jajaran Satnarkoba berhasil mengungkap praktik pengedaran sabu-sabu dengan modus baru sekaligus meringkus dua orang tersangka tersebut, berasal dari informasi masyarakat.

“Pengedaran narkoba memanfaatkan rak di minimarket untuk meletakan narkoba pesanan, termasuk kategori modus baru. Biasanya, para pengedar meletakkan narkoba pesanan di tempat tertentu di pinggir jalan dan minta pemesan mengambilnya“, ujar AKBP Deny Heryanto, Sabtu (24/10/2020).

Wakapolresta yang didampingi Kasat Narkoba, Kompol Djoko Satriyo Utomo, menjelaskan, tersangka PA yang merupakan pengguna sabu-sabu tertangkap aparat Satnarkoba pada 2 Oktober 2020 lalu.

Tersangka diringkus berikut barang bukti sabu-sabu dalam kemasan empat plastik transparan masing-masing seberat satu gram dan sebuah alat pengisap narkoba (bong).

Di depan petugas penyidik, tersangka PA mengaku membeli sabu-sabu seberat 2,26 gram dari R yang kini buron seharga Rp 1,1 juta. Pembayaran barang haram itu melalui transfer ke rekening sebuah bank dan pembeli mendapat pesan melalui WA bahwa barang pesanan sudah siap diambil di rak salah satu minimarket di Solo.

Sementara itu, dalam keterangannya di depan penyidik, tersangka AS mengaku mengedarkan sabu-sabu atas perintah K yang menurut dia saat ini menjalani masa hukuman di LP Ambarawa.

Tersangka menyatakan, dia selama dua bulan terakhir menerima kiriman sabu-sabu seberat sekitar satu kilogram melalui seseorang yang dia sebut suruhan K.

“Sabu-sabu tersebut di antaranya diletakkan di pinggir pintu Tol Kalioso Sragen. Aparat Satnarkoba berhasil menggagalkan pengiriman sabu-sabu dan meringkus tersangka AS, warga Sragen, pada 8 Oktober 2020. Dari tangan tersangka disita barang bukti 344 gram sabu-sabu yang dikemas dalam 13 paket, sebuah timbangan digital, handphone dan sepeda motor Nopol AD-4833-AE di tempat kostnya, Karangasem, Banjarsari Solo,” ungkap Wakapolresta lagi.

Tersangka AS yang mengaku mengenal K melalui seorang teman dan sering berhubungan telepon, serta dia diminta menjadi kurir, mendapat upah senilai Rp 2 juta untuk dua kali pengiriman sabu-sabu, masing masing seberat 20 gram. Sedangkan pada pengiriman ketiga seberat 50 gram dan terakhir seberat satu kilogram, tersangka dijanjikan dibayar Rp 5 juta namun belum sempat mendapat imbalan.

Kedua tersangka diancam pidana dengan dakwaan primer melanggar pasal 112 ayat (1), Subsidair pasal 127 ayat (1) huruf a, UURI no. 35 tahun 2009, tentang narkoba, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gus Nur Ditangkap dan Tersangka, PBNU Minta Nahdliyin Tetap di Jalur Hukum

Sab Okt 24 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta warga NU alias Nahdliyin untuk menyerahkan proses hukum kasus Sugih Nur Raharja alias Gus Nur kepada kepolisian. Gus Nur saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian dan penghinaan oleh pihak kepolisian, hari ini. Hal itu terkait dengan pernyataannya di kanal YouTube refly Harun bahwa […]