Polri Bakal Pakai UU dan KUHP Tindak Pelanggar Protokol Covid

Polri buka peluang menggunakan UU terkait karantina kesehatan dan wabah penyakit, serta pasal 212, 216, dan 218 KUHP untuk menindak pelanggar protokol Covid-19. Ilustrasi./cnn indonesia/safir makki.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Wakapolri Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono membuka peluang menggunakan undang-undang (UU) dan pasal-pasal dalam KUHP untuk menindak pelanggar protokol kesehatan covid-19.

Ia bilang pelanggaran masuk dalam kategori melanggar anjuran pemerintah.

“Kita akan lihat kalau memang itu harus kita terapkan, kita terapkan. Kita akan lebih tegas dalam penindakan hukum,” tegas Gatot dalam diskusi virtual, Sabtu (12/9) malam, seperti dilansir CNN Indonesia.

Dia mengatakan sejumlah UU maupun pasal KUHP yang bisa digunakan itu antara lain seperti pasal 212, 216, 218 KUHP, hingga UU Karantina Kesehatan, maupun UU wabah penyakit. 

Gatot turut mengakui operasi Yustisi yang selama ini digelar polisi bersama TNI dan Satpol PP, dengan memberi sanksi berupa denda, kerja sosial, atau pencabutan izin memang dinilai belum cukup efektif.

Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) ini juga mengaku sudah melaporkan rencananya itu kepada Kapolri Idham Azis, dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Mahfud MD. 

“Nanti kita akan mengambil langkah lebih tegas, yaitu menggunakan UU, apabila sudah kita ingatkan beberapa kali tidak mau, dan tetap melanggar penerapan UU, mau tidak mau, suka tidak suka, akan kita lakukan,” terang Gatot. 

Selain itu, dia menambahkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi lonjakan kasus lewat klaster perkantoran. Ia menilai klaster perkantoran saat ini menjadi lokasi penyebaran Covid-19. 

Oleh karena itu, rencananya, polisi dan TNI mulai akan memasuki area perkantoran untuk melakukan penertiban protokol kesehatan di lokasi tersebut. 

“Di situ Polri bersama TNI akan menjaganya, sampai dengan masyarakat di perkantoran tersebut bisa menjadi tertib dan harapan kita tentunya klaster perkantoran ini bisa diminimalisasi,” tandas dia. @fen 

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Polisi Diminta Transparan Usut Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Rab Sep 16 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Wasekjen DPP PPP Achmad Baidowi meminta aparat kepolisian untuk transparan dalam melakukan pengusutan kasus penusukan terhadap Ulama Syekh Ali Jaber. Di sisi lain, Awiek sapaannya juga menganpresiasi jajaran kepolisian yang segera menangkap dan menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka penganiayaan berat tersebut. “Mengapresiasi langkah cepat polisi yang […]