VISI.NEWS | BANDUNG – Korps Lalu Lintas Polri melaporkan terjadinya 198 insiden kecelakaan lalu lintas pada hari ke-12 pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Selasa (24/3/2026). Data ini mencakup periode pantauan sejak Senin pukul 18.00 WIB hingga Selasa pagi pukul 06.00 WIB, di tengah meningkatnya intensitas arus balik menuju Jakarta.
Juru Bicara Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, merinci dampak dari ratusan kecelakaan tersebut yang merenggut belasan nyawa.
“Pada periode ini terdapat 198 kasus kecelakaan lalu lintas dengan rincian meninggal dunia 18 orang, luka berat 52 orang, dan luka ringan 468 orang,” ujar Jansen, Selasa (24/3/2026).
Selain korban jiwa, total kerugian materiil akibat rentetan kecelakaan tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp534 juta. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa kondisi keamanan nasional tetap terkendali.
“Secara umum situasi kamtibmas aman dan kondusif, serta tidak terdapat kejadian menonjol,” ungkapnya.
Memasuki puncak arus balik, Polri mencatat lonjakan drastis kendaraan yang menuju ibu kota. Volume kendaraan yang masuk ke Jakarta melalui gerbang tol utama menembus angka 225.293 unit.
“Kendaraan yang masuk Jakarta mencapai 225.293 kendaraan atau meningkat 73,71 persen dari kondisi normal,” kata Jansen.
Merespons tren ini, kepolisian menilai intervensi melalui rekayasa lalu lintas menjadi hal yang mendesak untuk mencegah kemacetan total di jalur tol.
“Hal ini menunjukkan bahwa arus balik Lebaran sudah mulai meningkat, sehingga diperlukan langkah-langkah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan,” tambahnya.
Sebagai solusi mengurai kepadatan, Polri resmi mengaktifkan sistem satu arah (one way) nasional mulai pukul 14.00 WIB hari ini. Rekayasa ini membentang dari KM 414 Tol Kalikangkung hingga KM 70 arah Jakarta. Selain itu, petugas juga melakukan penindakan terhadap 497 pelanggaran lalu lintas, baik melalui sistem ETLE maupun teguran di lapangan.
Masyarakat yang sedang dalam perjalanan balik diimbau untuk tidak memaksakan diri dan memanfaatkan fasilitas istirahat secara maksimal. Pemerintah juga menyarankan penggunaan skema Work From Anywhere (WFA) serta memanfaatkan diskon tarif tol pada 26-27 Maret mendatang guna memecah kepadatan arus.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA, serta tidak memaksakan diri apabila lelah. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tutup Jansen. @ffr