Potensi Kebakaran Tinggi, Kota Bandung Butuh Relawan Damkar Berbasis RW

Editor Anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga mencoba alat pemadam kebakaran portable di Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Senin (22/3/2021)./istimewa/via sindonews/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Tingginya potensi bencana kebakaran di Kota Bandung menuntut adanya peran serta masyarakat agar potensi bencana tersebut dapat ditanggulangi secara cepat.

Anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga memaparkan, berdasarkan data Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DKPB) Kota Bandung, grafik kejadian kebakaran di Kota Bandung terus meningkat dalam lima tahun terakhir.

“Apalagi, kerapatan bangunan di areal permukiman di Kota Bandung terbilang padat sehingga bahaya potensi kebakaran pun lebih tinggi,” ungkapnya di sela kegiatan reses di RW 09, Kelurahan Bina Harapan Cisaranten, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Senin (22/3/2021), seperti dilansir sindonews.

Mengacu kondisi tersebut, pria yang akrab disapa Kang Awang itu menilai, perlu adanya peran serta masyarakat melalui pembentukan relawan pemadam kebakaran (damkar) atau satuan relawan kebakaran (Satwanker) berbasis RW.

Kang Awang yang juga Ketua Partai NasDem Kota Bandung itu menjelaskan, pelibatan warga bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kebakaran. Pasalnya, dalam penanganan kebakaran, faktor waktu menjadi sangat krusial.

“Response time terkait kebakaran adalah 15 menit. Dari beberapa laporan yang saya dapatkan, pertumbuhan api sulit dikendalikan ketika berada di atas 10 menit. Sehingga, 10 menit awal menjadi sangat menentukan. Karenanya, perlu upaya lain yang melibatkan warga setempat dalam penanggulangan kebakaran,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Kang Awang menyerahkan bantuan berupa mesin pemadam kebakaran portable kepada pengurus RW 09 Kelurahan Cisaranten Bina Harapan.

Bantuan tersebut, kata Kang Awang, merupakan gagasan dari Satwankar Kota Bandung.

“Saya melihat mesin ini dapat bekerja sebagai city’s sprinkle layaknya gedung yang memiliki sprinkle yang aktif pada saat awal terdeteksinya kebakaran,” imbuhnya.

“Mesin ini pun mempunyai fungsi yang sama jika ditempatkan di berbagai titik Kota Bandung dengan cakupan yang luas dan fleksibel karena dapat masuk sampai ke pelosok-pelosok gang di pemukiman padat penduduk, apalagi harganya pun relatif murah,” lanjutnya.

Baca Juga :  Hukuman Mati untuk Para Koruptor Dinilai Percuma

Dia menambahkan, pihaknya akan berupaya mendorong Pemkot Bandung untuk merealisasikan gagasan pembentukan Satwanker berbasis RW itu dan dia berkomitmen untuk memberikan bantuan serupa di RW lainnya di Kelurahan Cisaranten Bina Harapan.

“Bandung Zero Fire mudah-mudahan dapat terwujud dan harapan itu akan dimulai dari RW 09 Kelarahan Bina Harapan,” katanya.

Sementara itu, Lurah Cisarenten Bina Harapan, Deden Mardeni yang turut menghadiri kegiatan reses tersebut menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan, termasuk gagasan yang disampaikan Kang Awang. Dia pun berjanji untuk meneruskan gagasan Kang Awang kepada setiap RW.

“Saya ucapkan terima kasih atas bantuan dari Kang Awang. Ini merupakan gagasan yang sangat baik dan semoga ini dapat menjadi salah satu upaya dalam penanggulanan kebakaran di wilayah kami,” katanya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tren Baru Harus Disikapi Pemimpin Bisnis, Microsoft Perkirakan Dunia Hadapi Pekerjaan Hibrid

Sel Mar 23 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Microsoft Corp hari ini mengumumkan temuan dari Work Trend Index tahunan pertamanya. Berjudul “Gangguan Besar Berikutnya adalah Pekerjaan Hibrid – Apakah Kita Siap?” laporan ini mengungkap tujuh tren kerja hybrid yang perlu diketahui setiap pemimpin bisnis saat kita memasuki era kerja baru ini. Laporan tersebut menunjukkan bahwa […]