Prabowo Subianto Resmi Jadi Jenderal Bintang Empat Kehormatan, Ini Perbedaannya dengan Jenderal Karier

Editor Jenderal Prabowo Subianto. /net
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto resmi menerima kenaikan pangkat istimewa dari purnawirawan jenderal bintang tiga menjadi jenderal bintang empat kehormatan dari Presiden Joko Widodo. Pemberian pangkat tersebut dilakukan saat Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2024 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (28/2/2024).

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut penyematan pangkat ini berdasarkan surat Keputusan Presiden (Keppres) setelah sebelumnya lebih dulu diusulkan oleh Markas Besar TNI. Selain itu, penyematan juga tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

“Pemberian (pangkat) jenderal penuh kepada Pak Prabowo didasarkan pada dedikasi dan kontribusi Pak Prabowo selama ini di dunia militer dan pertahanan,” ujar Dahnil.

Dengan kenaikan pangkat ini, Prabowo Subianto menjadi salah satu dari beberapa tokoh yang pernah mendapatkan gelar jenderal bintang empat kehormatan. Sebelumnya, gelar serupa juga pernah diberikan kepada Susilo Bambang Yudhoyono, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Hendropriyono.

Namun, apa sebenarnya perbedaan antara jenderal bintang empat kehormatan dengan jenderal bintang empat karier? Menurut UU No. 20 Tahun 2009, gelar tanda jasa dan tanda kehormatan adalah penghargaan yang diberikan oleh negara kepada warga negara Indonesia atau orang asing yang berjasa kepada negara, bangsa, dan masyarakat.

Gelar tanda jasa dan tanda kehormatan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gelar tanda jasa yang diberikan kepada orang yang berjasa dalam bidang tertentu, dan gelar tanda kehormatan yang diberikan kepada orang yang berjasa dalam bidang umum.

Gelar tanda kehormatan yang diberikan kepada anggota TNI atau Polri adalah kenaikan pangkat istimewa. Kenaikan pangkat istimewa adalah kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat terakhir yang disandang oleh anggota TNI atau Polri yang telah purna tugas.

Baca Juga :  Dibela Giring, Tiktoker Bima Yudho Saputro, "Gue bukan melakukan kriminal sekelas koruptor yang triliunan"

Kenaikan pangkat istimewa ini tidak berpengaruh terhadap gaji, tunjangan, dan hak-hak lainnya yang diterima oleh anggota TNI atau Polri yang bersangkutan. Kenaikan pangkat istimewa juga tidak mengubah status keanggotaan TNI atau Polri yang bersangkutan.

Sementara itu, jenderal bintang empat karier adalah pangkat tertinggi yang dapat dicapai oleh anggota TNI atau Polri yang masih aktif. Pangkat ini hanya dapat diberikan kepada anggota TNI atau Polri yang menjabat sebagai kepala staf angkatan, panglima TNI, atau kepala polisi.

Jenderal bintang empat karier memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjalankan tugas dan fungsi TNI atau Polri. Pangkat ini juga berpengaruh terhadap gaji, tunjangan, dan hak-hak lainnya yang diterima oleh anggota TNI atau Polri yang bersangkutan.

@mpa

 

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Haul KH. Sholeh Qosim, Wabup Sidoarjo Mohon Doa Mengatasi Permasalahan Bencana Alam di Sidoarjo

Rab Feb 28 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SIDOARJO – Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi, menghadiri Haul ke – 6 KH. Sholeh Qosim, Selasa malam (27/2) di Pondok Ngelom, Sepanjang, Kecamatan Taman. KH. Sholeh Qosim merupakan ulama sepuh pejuang NKRI. Sosok KH. Sholeh Qosim, mantan pejuang laskar sabilillah paling muda, aktif dalam perjuangan kemerdekaan RI. Laskar […]