Search
Close this search box.

Prancis Siap Bangun Kapal Induk Nuklir Raksasa untuk Tampilkan Kekuatan Global

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana pembangunan kapal induk nuklir baru yang lebih besar dari Charles de Gaulle di Abu Dhabi, Minggu (21/12/2025)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG — Presiden Emmanuel Macron mengumumkan rencana ambisius Prancis untuk membangun kapal induk bertenaga nuklir baru yang lebih besar dari kapal induk Charles de Gaulle yang sudah tua. Kapal baru ini dirancang untuk menegaskan posisi Prancis sebagai kekuatan maritim yang diperhitungkan di kancah global.

Dalam pidatonya di depan pasukan Prancis yang ditempatkan di Abu Dhabi pada Minggu (21/12/2025), Macron menekankan bahwa kapal induk baru akan menjadi simbol kekuatan dan strategi pertahanan negara di era yang penuh ketidakpastian.

“Di era predator, kita harus kuat agar ditakuti, dan terutama kuat di laut. Karena itulah, sejalan dengan dua undang-undang pemrograman militer terakhir, dan setelah peninjauan yang menyeluruh dan cermat, saya telah memutuskan untuk melengkapi Prancis dengan kapal induk baru,” kata Macron. “Keputusan untuk memulai pembangunan program berskala sangat besar ini diambil minggu ini.”

Kapal induk baru ini direncanakan akan siap beroperasi pada 2038, menggantikan Charles de Gaulle yang mulai aktif pada 2001. Dengan bobot 78.000 ton dan panjang 310 meter, kapal ini hampir dua kali lebih besar dibanding pendahulunya, yang memiliki bobot 42.000 ton dan panjang 261 meter. Kapal induk baru tetap akan bertenaga nuklir dan mampu membawa 30 jet tempur Rafale-M serta 2.000 pelaut.

Macron juga menekankan keuntungan ekonomi dari proyek ini, yang akan melibatkan ratusan pemasok, terutama usaha kecil dan menengah. “Saya secara pribadi akan menjamin komitmen ini untuk mendukung perusahaan-perusahaan kita, dan saya akan mengunjungi galangan kapal Februari mendatang untuk bertemu dengan mereka,” ungkapnya.

Menurut Kementerian Pertahanan Prancis, kapal induk ini akan mampu melakukan penempatan jarak jauh dengan persenjataan berat secara berulang dan untuk jangka waktu yang lama, memperkuat kemampuan Prancis dalam operasi militer global.

Baca Juga :  Ketika Data Membuka Luka Sosial Judi Online di Kabupaten Bandung

Biaya pembangunan kapal induk baru diperkirakan mencapai 10 miliar euro, menurut perkiraan Menteri Pertahanan 2023, Sébastien Lecornu. Macron menambahkan bahwa pengeluaran militer tambahan sebesar 6,5 miliar euro akan dilakukan dalam dua tahun ke depan, dengan target pengeluaran pertahanan mencapai 64 miliar euro pada 2027, dua kali lipat dibanding saat ia pertama kali menjadi presiden pada 2017.

Militer Prancis saat ini memiliki sekitar 200.000 personel aktif dan lebih dari 40.000 personel cadangan, menjadikannya angkatan bersenjata terbesar kedua di Uni Eropa. Prancis berencana meningkatkan jumlah personel cadangan menjadi 80.000 pada 2030, seiring dengan upaya memperkuat pertahanan nasional.

Kapal induk baru ini diproyeksikan tidak hanya sebagai alat pertahanan, tetapi juga simbol kehadiran global Prancis di tengah ketegangan geopolitik dan persaingan maritim dunia. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :