Program Bunga Desa di Ciparay, Bupati Dadang Kunjungi SMPN 3

Editor Bupati HM Dadang Supriatna berinteraksi dengan para siswa saat mengunjungi SMPN 3 Ciparay dalam program Bunga Desa, Kamis (22/9/2022). /visi.news/gustav viktor rizal
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | CIPARAY – Dalam program Bupati Ngamumule Desa (Bunga Desa), di Kecamatan Ciparay, Kamis (22/9/2022), Bupati Bandung HM Dadang Supriatna mengunjungi SMPN 3 di Desa Mekarlaksana.

Hadir dalam kunjungan tersebut, pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung yang diwakili Sekretaris Dinas (Sekdis), para kepala desa, juga para Kepala SMP se Kecamatan Ciparay.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung mengungkapkan, bahwa di bidang pendidikan pihaknya menerapkan program tiga muatan lokal (Mulok) di sekolah

“Kita terapkan yakni Pendidikan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda serta Belajar Mengaji dan Menghafal Al-Quran,” ujarnya.

Bupati berharap Mulok tersebut dapat membentuk generasi Kabupaten Bandung yang Bedas.

“Seluruh siswa di Kabupaten Bandung wajib mempelajari tiga muatan lokal ini. Jangan sampai para siswa kita memiliki karakter buruk, tidak mengenal bahasa dan budaya sendiri, apalagi tidak berakhlak mulia,” tegasnya.

Menurutnya, sangat penting melibatkan guru ngaji disekolah karena akan membangun karakter akhlakul karimah

“Rombongan belajar di TK, SD, SMP Kabupaten Bandung total 19.000 guru ngajinya ada 17.000, sangat bermanfaat untuk menghadirkan guru ngaji di sekolah ini, untuk kemajuan generasi emas Kabupaten Bandung, karena sebelum saya jadi bupati tidak ada program yang memprioritaskan guru ngaji. Insya Allah saya konsisten untuk memuliakan ulama, para kiai dan ustad,” ungkap Dadang.

Selain itu, kata bupati, program lainnya diungkapkan bahwa dinas pendidikan sudah mengakomodir guru disabilitas.

“Kita akan dorong guru P3K untuk disabilitas yang awalnya 500 sampai 1.200 pengajar. Insya Allah tahun ini 5.000 pengajar disiapkan untuk siswa disabilitas, karena hak disabilitas ada di amanat Undang-undang No. 8 tahun 2016 bahwa disabilitas itu mempunyai hak dan perlu perlindungan dari pemerintah,” ujarnya. @gustav/bunda

Baca Juga :  Perum Soreang Indah Disemprot Disinfektan

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ramai Soal Rencana Konversi Gas 3 Kg Ke Listrik Induksi, Haji Kusnadi : Masih Dibahas Pemerintah

Kam Sep 22 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS |BANDUNG – Saat ini, masyarakat tengah memperbincangkan kaitan dengan rencana pemerintah untuk kemudian melakukan konversi kompor gas elpiji tiga kilogram menjadi kompor listrik induksi. Menurut Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Golkar, Haji Kusnadi menyebutkan bahwa rencana pemerintah untuk mengkonversi gas elpiji tiga kilogram menjadi kompor listrik induksi tersrbut […]