Program "Taman" dan "Teman" untuk Pemberdayaan Warga Miskin dari Baznas Kabupaten Bandung

Para peserta pelatihan penerima bantuan tengah menyimak pemaparan dari Kepala Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Bandung, Rabu (29/7)./visi.news/istimewa.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Warga masyarakat kurang mampu kini bisa memanfaatkan program “Tani Mandiri” (Taman) dan “Ternak Mandiri” (Teman) dari Baznas Kabupaten Bandung. Adapun yang diberikan berupa bantuan modal dan penyediaan modal kerja bagi para petani dan peternak.
“Program ini mulai digulirkan pada Juli ini untuk para peternak domba di Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, dan ternak bebek di Kecamatan Ciparay,” kata
Kepala Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Bandung, Ecep Taftazani, didampingi Kepala Divisi Pendayagunaan, Abdul Azis, Rabu (29/7).
Ditemui di sela-sela pelatihan calon penerima bantuan, Abdul Azis mengatakan, untuk program “Teman” berupa bantuan domba enam ekor dan ternak bebek 5.000 ekor.
“Program ini sebagai uji coba yang nantinya akan dikembangkan ke desa-desa lainnya,” ujarnya
Abdul Azis menambahkan, Baznas
mulai menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk pemberdayaan ekonomi para pengusaha mikro dan kecil.
“Bantuan ini tidak ada pengembalian dananya, namun tiap penerima bantuan diharapkan berinfak semampunya,” katanya.
Selain kepada peternak, menurut Azis, pihaknya juga membantu usaha mikro dan kecil berupa bantuan permodalan yang diberikan sudah lebih dari 30 pedagang kecil yang ada di wilayah Kecamatan Soreang, Katapang dan Cangkuang.
“Tiap kecamatan mendapatkan alokasi untuk 10 pengusaha kecil. Bantuan ini sebagai percontohan yang akan disebarkan ke kecamatan-kecamatan lainnya,” katanya.
Lebih jauh Azis menyatakan, dana zakat, infak maupun sedekah yang dikumpulkan Baznas Kabupaten Bandung disalurkan sesuai dengan asnaf atau kelompok yang berhak menerimanya.
“Termasuk para pengusaha kecil untuk pemberdayaan ekonomi warga. Kami menyebutnya program Wasilah (Warung Sabilulungan Berkah), Warazaqtana (Warung Zakat Berdaya Guna), dan Surga (Sarana Usaha Warga),” katanya.
Program pemberdayaan ekonomi ini juga untuk mencegah perkembangan bank emok yang kini merajalela di masyarakat.
“Bank emok merupakan lintah darat dengan sistem bunga berbunga. Memang untuk mendapatkan modal usaha dari bank emok amat mudah, tapi nantinya sangat memberatkan,” ujarnya.
Bantuan dalam program Warazaqtana berupa pembenahan warung-warung milik warga yang sudah beroperasi lalu dibantu untuk manajemen dan penataan barang-barang dagangannya.
“Jadi warung kita tata agar warung terlihat seperti minimarket. Bantuan program ini senilai Rp 10 juta,” ucapnya.
Sedangkan bantuan untuk program Surga antara Rp 1-2 juta/orang, sedangkan Wasilah sebesar Rp 1-3 juta/pengusaha.
“Bedanya untuk program Surga diberikan kepada warga yang memiliki usaha dalam bentuk pedagang keliling, sedangkan Wasilah kepada pengusaha kecil yang memiliki usaha di rumahnya. Contoh pedagang gorengan, lotek, karedok, atau usaha kecil lainnya,” katanya.
Menurut Abdul Azis, para pengusaha kecil bisa mengakses program Wasilah, Warazaqtana, maupun Surga dengan mendatangi kantor Baznas Kabupaten Bandung di Jln. Terusan Alfathu Soreang.
“Bawa juga usulan bantuan yang akan diakses dengan melampirkan fotokopi KTP, KK, surat domisili usaha dari desa, dan rekomendasi dari UPZ Baznas kecamatan,” katanya.
Surat lain yang dibutuhkan adalah surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa/kelurahan.
“Lebih baik kalau ada foto usaha yang dijalankan agar lebih meyakinkan bahwa yang bersangkutan memang memiliki usaha,” ucapnya. @bud

Baca Juga :  Bantah Terima Suap, Walkot Cimahi Jelaskan Uang Rp 3,2 M Sisa Tagihan Pembangunan RS

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Milenial Indinesia Garut Dongkrak Gairah UKM

Rab Jul 29 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tingkat Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Jawa Barat, bekerja sama dengan Gerakan Milenial Indonesia Garut (Milegar) dalam bidang ekonomi dengan program Oke oce. Program ini diharapkan dapat menunjang perekonomian pasca-pandemi corona, khususnya bagi para pelaku UKM. Respons positif pun muncul dari Wakil Bupati […]