VISI.NEWS – Pasca berakhirnya PSBB di Kabupaten Bandung 12 Juni, sejumlah lapangan olahraga di Soreang, mulai dipadati para pegiat olahraga. Mulai menyelenggarakan kegiatan senam pagi sampai joging dan olahraga lainnya.
Pelaksanaan senam di Alun-alun Soreang, Lapang Upakarti, Gading Tutuka hingga Sentra Bisnis Warlob, terlihat sudah ramai oleh komunitas senam.
Seperti yang dilaksanakan di lapangan parkir Transmart Soreang, komunitas Keluarga Ibu-ibu Senam (KIS) Transmart menggunakan duet instruktur kenamaan, Yanthi dan Puzie. Keduanya memandu senam Sabilulungan dan aerobik.

saat mengajar senam di halaman parkir Gedung Baznas, Minggu (14/6)./visi.news/apih igun.
Penyelenggara senam KIS Yeyet R. mengatakan, senam baru dimulai Minggu 14 Juni karena imbauan pemerintah daerah setempat.
“Kami baru Minggu ini mengadakan senam pagi bagi komunitas KIS yang biasa dilaksanakan di lahan parkir Gedung Baznas Centre. Alhamdulillah pesenamnya cukup banyak yang hadir. Sehingga kami tak keteteran untuk membayar dua instruktur yang mengajar senam pagi di sini,” kata Yeyet Minggu (14/6).
Dia mengatakan dalam senam kali ini berbeda dengan senam sebelumnya. Komunitas KIS terlihat mengikuti protokoler kesehatan. Misalnya dites suhu tubuh, menggunakan masker dan tidak bersentuhan satu dengan lainnya.
“Sebagai penyelenggara kami juga mengikuti aturan dari pemerintah. Panitia melakukan pengecekan suhu tubuh peserta senam dengan thermogun dan penggunaan sanitizer. Atau bahkan para pesenam sebelum dan sesudah selalu diingatkan agar menggunakan masker,” terangnya.
Dia mengakui meski belum begitu banyak yang ikut senam, namun antusias para pesenam yang mayoritas kaum hawa ini cukup besar. Sehingga dapat menyemarakkan Gedung Baznas Centre sebagai lokasi untuk senam komunitas KIS ini.
Mimih Lina warga Kompleks Parahiyangan Kencana, Desa Ciluncat, mengatakan, dengan senam pertama tentu harus menjadi acuan ke depannya.
“Senam kali ini tentu harus sesuai dengan protokoler kesehatan. Kalau soal jaga jarak, yang senam pasti menjaga jarak masing-masing. Justru kerumunan dan bersentuhan inilah yang kita hindari. Maklum pasca-lebaran idulfitri, ibu-ibu pasti ada yang ingin berlebaran dengan berjabat erat. Demikian juga usai senam selalu berkerumun, dan ini kami hindari karena kita tidak tahu kawan kita itu, apakah terpapar atau tudak. Sehingga hal inilah yang kami ingatkan buat peserta senam di Gedung Baznas Center ini,” terangnya.
Sementara di Lapangan Upakarti pesenam terlihat lebih banyak yang hadir. Mereka merupakan komunitas senam unggulan di Kabupaten Bandung karena lokasi senam berada di Kompleks Pemkab Bandung.
“Kalau di lapangan Upakarti itu kan sudah jadi ikonnya senam Kabupaten Bandung. Makanya selalu ramai karena lokasinya beragam olahraga dilaksanakan di Upakarti,” ujar Puzie, salah satu instruktur senam. @pih