Proyek Flyover Purwosari yang Belum Selesai akan Dibuka Menjelang Natal

Editor Flyover Purwosari yang akan dibuka untuk antisipasi kemacetan di hari Natal meskipun proses pengerjaannya belum rampung 100 persen./visi-news.com/istimewa.
Silahkan bagikan

VISI-NEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo minta penanggung jawab proyek pembangunan jalan layang atau flyover Purwosari yang merupakan pintu masuk Kota Solo dari arah barat yang saat ini belum rampung pengerjaannya, dioperasikan pada menjelang hari Natal 2020 mendatang.

Pengoperasian flyover yang berada di perlintasan sebidang antara Jalan Raya Slamet Riyadi dengan perlintasan rel kereta api (KA) yang menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan Surabaya tersebut, untuk mengantisipasi kemungkinan kepadatan arus lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kemacetan akibat penutupan perlintasan sebidang untuk proyek flyover.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Jawa Tengah, Alik Mustakim, menjelaskan kepada wartawan, di sela ujicoba flyover Purwosari, Kamis (17/12/2020), semula Pemkot Solo minta agar flyover dibuka pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Namun, karena pemerintah memutuskan menghapus libur panjang cuti bersama akhir tahun 2020, pihak pelaksana proyek hanya akan menutup dari tanggal 21 – 26 Desember 2020.

“Karena pemerintah membatalkan cuti bersama akhir tahun, flyover hanya kita buka untuk uji coba dari tanggal 21 sampai 26 Desember. Setelah itu kita tutup lagi karena setelah tanggal 26 sampai akhir Desember masih ada pekerjaan di luar kontrak berupa bangunan ikonik,” ujar Alik Mustakim.

Pelaksanaan proyek pembangunan flyover Purwosari sendiri, menurut pejabat pembuat komitmen itu, saat ini sudah mencapai 97,2 persen. Dia menyebutkan, sisa proyek tinggal pekerjaan minor, seperti pemasangan lampu penerangan, pembuatan marka jalan dan sebagainya, termasuk memasang pagar pelindung di atas jalur rel KA.

Menyinggung jadwal penyelesaian pekerjaan proyek, Alik Mustakim mengatakan, berdasarkan kontrak proyek flyover untuk mencegah kemacetan lalu lintas dan kecelakaan di lintasan sebidang itu selesai 100 persen pada Maret 2021.

Baca Juga :  Kang Emil Tampung Keluhan Perwakilan Serikat Pekerja

Namun, berdasarkan progres pelaksanaannya yang saat ini sudah mencapai 97,2 persen, dia memperkirakan pada akhir Januari 2021 pekerjaan proyek sudah rampung 100 persen.

Alik Mustakim mengungkapkan, dalam proyek pembangunan flyover Purwosari, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, minta agar dilengkapi dengan bangunan ikonik. Dalam kaitan itu, pihak pelaksana proyek akan membuat ikon penari Gambyong yang mengandung filosofi ucapan selamat datang dan selamat jalan, di jalur flyover sepanjang 500 meter yang menghubungkan simpang tiga Kerten dengan simpang empat Purwosari itu.

PPK Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Jawa Tengah itu, menambahkan, berdasarkan izin prinsip Kementerian Perhubungan dalam pembangunan flyover atau underpas di perlintasan sebidang, jika sudah selesai jalur perlintasan KA harus ditutup.

Dalam kaitan itu dia menegaskan, masyarakat perlu memahami setelah flyover Purwosari difungsikan jalur lintasan sebidang akan ditutup.

“Dalam izin prinsip pembangunan flyover atau underpas dari Direktorat Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, ada ketentuan pokok kalau perlintasan sebidang berubah menjadi tidak sebidang, perlintasan KA harus ditutup. Sedangkan pemahaman masyarakat umum, maunya yang sebidang dan tidak sebidang tetap berfungsi,” jelasnya. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Di Kabupaten Ciamis Tak Ada Lagi Desa Tertinggal

Kam Des 17 , 2020
Silahkan bagikanVISI-NEWS.COM – Dari hasil evaluasi Indeks Desa Membangun (IDM) Provinsi Jawa Barat pada tahun 2020, di Kabupaten Ciamis tidak ada lagi desa tertinggal. “Klasifikasi Desa IDM tahun 2020 untuk desa tertinggal tidak ada. Untuk desa berkembang ada 141, desa maju ada 93, Desa Mandiri 19,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) […]