VISI.NEWS | PAREPARE – Bhayangkara FC Presisi Lampung kembali menelan hasil pahit saat bertandang ke markas PSM Makassar dalam lanjutan Super League. Dalam laga yang berlangsung di Stadion B.J Habibie, Senin (4/5/2026) sore, tim tamu harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2 1.
Pertandingan dimulai dengan tempo cukup tinggi. Bhayangkara FC mencoba tampil menekan sejak menit awal dan menunjukkan intensitas permainan yang menjanjikan. Upaya mereka untuk menembus pertahanan lawan sudah terlihat dalam sepuluh menit pertama, meski belum menghasilkan gol.
PSM Makassar perlahan menemukan ritme permainan dan mampu memanfaatkan momen krusial menjelang akhir babak pertama. Pada menit 45+2, Dusan Lagator membawa tuan rumah unggul setelah menyelesaikan peluang dengan baik.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Bhayangkara FC merespons cepat hanya berselang beberapa menit. Pada menit 45+4, Henri Doumbia mencetak gol penyeimbang yang membuat skor kembali imbang 1 1 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, kedua tim kembali terlibat dalam duel terbuka. Bhayangkara FC sempat menjaga momentum positif usai gol penyama, tetapi tidak mampu mengonversi peluang menjadi tambahan gol.
PSM kemudian kembali mengambil alih kendali pertandingan di pertengahan babak kedua. Pada menit ke 73, Luka Cumic mencetak gol yang membawa tuan rumah kembali unggul. Gol ini menjadi titik penentu yang mengubah arah laga.
Setelah tertinggal, Bhayangkara FC berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan tekanan ke lini pertahanan PSM. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut.
“Kami mengawali permainan sangat bagus. Setelah 10 menit kami berusaha mencetak gol. Sebelum jeda babak kedua, kami bisa cetak gol penyeimbang,” ujar Paul Munster dalamketerangannya dikutip, Selasa (5/5/2026).
Ia juga menyoroti kegagalan tim dalam memanfaatkan peluang.
“Saya kecewa dengan hasil ini. Lini depan tidak dapat mencetak gol. Kami bertanggung jawab dengan hasil ini. Jika kami tidak bisa menang, jangan kalah,” kata Paul Munster.
Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Bhayangkara FC, memperpanjang tren negatif yang memengaruhi posisi dan kepercayaan diri tim.
“Kami kalah lagi dan saya tidak bisa menerima hasilnya,” tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, Munster memastikan tim akan segera melakukan evaluasi.
“Kami harus bangkit usai kekalahan ini. Kami akan benahi fisik pemain. Kami istirahat sejenak dan memikirkan laga berikutnya,” pungkasnya. @desi