PSSI Laporkan Dugaan Match Fixing Perserang ke Polda Metro Jaya

Editor Logo PSSI./suara.com/adie prasetyo nugraha/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA –PSSI membawa kasus dugaan pengaturan skor klub Liga 2 2021, Perserang ke ranah hukum. Mereka resmi melaporkan kasus match fixing tersebut ke Polda Metro Jaya di mana laporan telah dibuat sejak Kamis (4/11/2021).

Hal itu disampaikan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11/2021).

Seperti diketahui manajemen Perserang telah melaporkan adanya dugaan match fixing yang dilakukan antara beberapa pemain dan pelatih mereka dengan pihak luar.

Ada lima pemain yang telah dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI lantaran dianggap melakukan percobaan pengaturan skor.

Sanksi pun beraneka ragam yang terberat yakni larangan beraktivitas dalam sepak bola di lingkungan PSSI, masuk ke area stadion selama lima tahun.

Menurut pengakuan salah seorang pemain tersebut, ia dihubungi orang tidak dikenal untuk membuat Perserang kalah dalam pertandingan melawan Rans Cilegon FC, Persekat Tegal, dan Badak Lampung.

Sosok misterius inilah yang dilaporkan kepada kepolisian. Sebab, PSSI memiliki terbatasan terkait teknologi hingga memanggil orang di luar lingkungan sepak bola untuk diadili.

“Laporan ini kami lakukan agar kami bisa mengetahui secara detail siapa pihak luar yang menghubungi pemain. Apalagi pihak luar tersebut menghubungi memakai private number,” kata Iriawan dikutip Suara.com dari laman resmi PSSI, Sabtu (6/11/2021).

“PSSI dengan Polri saat ini sudah melakukan perjanjian kerja sama pada 22 Juli 2021 tentang penerbitan rekomendasi dan/atau pemberian izin bantuan pengamanan, penegakan hukum, kesehatan dan hubungan luar negeri dalam kegiatan PSSI,” terangnya,

Dalam hal ini Sekjen PSSI, Yunus Nusi menerangkan federasi tidak memiliki kewenangan untuk memanggil dan mengusut orang per orang yang bukan dari ‘keluarga sepak bola’ (football family).

PSSI juga memiliki keterbatasan teknologi untuk melacak nomor-nomor rahasia yang melakukan match fixing dengan pemain.

Baca Juga :  Temukan Pungli, Wali Kota Minta Warga Tak Segan Melapor

“Nah kerja sama yang dilakukan antara PSSI dan Polri akan sangat membantu untuk menguak pihak-pihak yang ingin merusak sepak bola Indonesia,” ujar Yunus Nusi.
@fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jual-Beli Burung Dilindungi, Dua Pria Ditangkap Polisi

Ming Nov 7 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | PANDEGLANG – Polres Pandeglang menangkap dua orang pelaku jual beli burung dilindungi di media sosial. Kedua orang yang diamankan tersebut bernama Didin Hendriana (35) dan Luki Hamzah (21). Kasatreskrim Polres Pandeglang, AKP Fajar Maulidi mengatakan, mereka diamankan di tempat penampungan burung yang terletak di Kampung Citangkil, Desa […]