PT Dwikarya Utama dan HPDKI ‘Launching’ Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

PT Dwikarya Utama dan HPDKI me-launching perbaikan rumah tidak layak huni di Kampung Cibeunying, Desa Padaulun, Kecamatan Majalaya, Jumat (29/5)./visi.news./budimantara.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – PT Dwikarya Utama, perusahaan setempat bersama Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Jawa Barat menyikapi rumah-rumah warga miskin yang sudah tak layak huni di Kampung Cibeunying, Desa Padaulun, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/5) malam.

Pada Jumat malam itu, pihak perusahaan PT Dwikarya Utama dan HPDKI melaksanakan launching rencana pembangunan dua dari empat rumah tidak layak huni yang akan diperbaiki dengan cara pembangunan kembali rumah tersebut. Dengan harapan rumah warga itu layak huni.


Salah satu rumah warga yang akan direhab PT Dwikarya Utama dan HPDKI./visi.news/budimantara.

Empat rumah warga miskin yang merupakan pekerja harian lepas, pemulung, dan pekerja lainnya itu kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Di antaranya, rumah milik Abah Dudung dan Ruspita. Di antara penerima bantuan perbaikan pembangunan rumah tak layak huni itu langsung dihadiri aparat RT setempat mewakili Abah Dudung.

Pantauan di lapangan, di antara rumah panggung warga yang menjadi sasaran perbaikan dan pembangunan kembali itu, kondisinya sudah tidak nyaman lagi untuk dihuni.

Apalagi untuk rumah panggung yang dihuni Ruspita yang ditempati empat kepala keluarga itu. Dinding rumah yang terbuat dari bilik bambu sudah terlihat ada bagian yang bolong dan sudah terlihat kusam. Demikian pula dengan rumah Abah Dudung, ada bagian rumahnya yang sudah tidak lagi terpasang bilik dan para penghuninya memaksakan diri menempati rumah tersebut kendati harus merasakan dinginnya angin malam di saat harus bertahan menempati rumahnya yang sudah tak layak huni.

Bahkan, ada di antara rumah warga yang rumahnya sudah ditahan tiang penyangga karena terancam ambruk. Selain itu, bagian rambu rumahnya sudah termakan usia sehingga bagian gentingnya sudah banyak yang berjatuhan.

Pimpinan Perusahaan PT Dwikarya Utama, Risman Daryusman didampingi Sekjen PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Ibun Atep Kustiwa dan pihak lainnya Suden, mengaku sangat prihatin ketika melihat kondisi sejumlah rumah panggung milik warga di Kampung Cibeunying tersebut.

“Kondisi rumah panggung milik mereka sudah tak layak huni. Selain dinding biliknya sudah banyak yang bolong, ditambah lagi ada bagian rumahnya yang nyaris ambruk kalau tidak ada tiang penyangga. Lebih memprihatinkan lagi, ada rumah warga yang sudah tidak ada dinding biliknya,” kata Risman kepada wartawan di sela-sela silaturahmi dan halalbihalal dengan warga setempat dan PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Ibun di perusahaan PT Dwikarya Utama, di Kampung Cibeunying, Jumat malam.

Risman mengatakan, rumah warga yang tak layak huni itu, secara bertahap akan dibangun pada Senin (1/6/2020). Dari empat rumah warga yang menjadi fokus perhatian perusahaan ini dan HPDKI, kata Risman, sementara dua rumah dulu yang akan dibangun secara bertahap.

“Rumah panggung warga yang tak layak huni itu, selain berukuran kecil antara 3 x 5 meter, 3 x 4 meter, juga mereka sama sekali tak memiliki barang berharga. Bahkan ada di antara warga yang tak memiliki tikar dan mereka duduk di lantai rumah yang terbuat dari bambu,” tutur Risman yang merupakan Humas HPDKI, selain Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Ibun.

Risman mengatakan, memperbaiki rumah warga yang tak layak huni itu merupakan program lanjutan di Kecamatan Ibun yang menjadi tempat tinggalnya. Di Kecamatan Ibun sudah ada tiga sampai empat rumah yang dibangun, selain membangun masjid dan pemasangan pipanisasi air bersih ke masjid jami untuk kepentingan salat lima waktu. Rumah warga yang sudah diperbaiki itu di Desa Karyalaksana, Mekarwangi, dan Desa Laksana Kecamatan Ibun.

“Kegiatan bakti sosial membangun rumah, masjid dan pipanisasi sudah selesai. Saat ini, kita akan menggarap rumah warga yang tak layak huni untuk dilakukan rehab total di Kampung Cibeunying,” kata Risman, yang saat ini mensyukuri usianya yang menginjak 45 tahun.

Ia pun mengaku sangat prihatin setelah melihat kondisi ekonomi mereka.

“Bagaimana hati saya tak terenyuh, rumah mereka kondisinya sangat parah dan tak layak huni. Lebih memprihatinkan lagi, rumah mereka terancam ambruk karena sudah termakan usia,” ucapnya. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rumah Ibadah Boleh Buka, PSBB Proporsional di Kota Bandung

Sab Mei 30 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS -Pemkot Bandung akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional. Salah satu hal terpenting, rumah ibadah boleh menggelar peribadatan. Penerapan PSBB Proporsional berdasarkan hasil evaluasi PSBB Kota Bandung dan hasil rapat terbatas Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Jumat (29/5/2020). Wali Kota Bandung, Oded M. Danial akan segera […]