VISI.NEWS | BANDUNG – Puasa merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam yang memiliki dimensi ibadah lahir dan batin. Selain menahan lapar dan dahaga, puasa bertujuan mendidik jiwa agar lebih bertakwa, sabar, dan mampu mengendalikan hawa nafsu. Dalam Islam, puasa tidak hanya diwajibkan pada bulan Ramadan, tetapi juga sangat dianjurkan dalam bentuk puasa-puasa sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah SWT.
Beragam puasa sunnah tersebut memiliki keutamaan yang besar, baik dari sisi pahala maupun pembentukan karakter spiritual seorang Muslim. Puasa sunnah juga menjadi sarana menjaga konsistensi ibadah di luar Ramadan. Pada bulan Januari 2026, umat Islam memiliki kesempatan luas untuk mengamalkan puasa sunnah karena bulan ini bertepatan dengan bulan Rajab dan awal bulan Sya’ban 1447 Hijriah, dua bulan yang memiliki nilai keutamaan tersendiri dalam kalender Islam.
Setidaknya terdapat empat jenis puasa sunnah yang dapat diamalkan sepanjang Januari 2026, yakni puasa Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh, puasa Rajab, dan puasa Sya’ban. Keempatnya memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi SAW serta penjelasan para ulama. Puasa-puasa ini tidak terikat kewajiban, namun sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya.
Puasa Senin dan Kamis merupakan puasa sunnah yang paling rutin dilakukan Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Tirmidzi dan Ahmad, Sayyidah Aisyah RA menyebutkan bahwa Nabi SAW senantiasa menjaga puasa pada dua hari tersebut. Pada Januari 2026, puasa Kamis dapat dimulai sejak Kamis, 1 Januari 2026, sementara puasa Senin dapat dilaksanakan mulai Senin, 5 Januari 2026.
Keutamaan puasa Senin dan Kamis dijelaskan dalam berbagai hadis. Rasulullah SAW bersabda bahwa amal perbuatan manusia dilaporkan kepada Allah SWT pada hari Senin dan Kamis. Oleh karena itu, beliau sangat menyukai berpuasa pada hari tersebut agar amalnya diserahkan dalam keadaan beribadah. Selain itu, dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, dan dosa-dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah akan diampuni, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan permusuhan dengan sesama.
Hari Senin memiliki keistimewaan tambahan karena merupakan hari kelahiran Rasulullah SAW sekaligus hari pertama turunnya wahyu. Ketika ditanya mengenai alasan berpuasa pada hari Senin, Nabi SAW menjelaskan bahwa hari tersebut adalah hari kelahirannya dan hari beliau menerima wahyu. Keutamaan inilah yang menjadikan puasa Senin memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat kuat.
Selain puasa Senin-Kamis, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Ayyamul Bidh berarti hari-hari cerah, karena malamnya disinari cahaya bulan purnama. Pada Januari 2026, puasa Ayyamul Bidh dapat dilaksanakan pada Sabtu hingga Senin, 3–5 Januari 2026, yang bertepatan dengan pertengahan bulan Rajab. Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan luar biasa. Dalam hadis riwayat an-Nasa’i, Ibnu Abbas RA menyatakan bahwa Rasulullah SAW sering berpuasa pada hari-hari tersebut, baik ketika bermukim maupun dalam perjalanan. Bahkan, dalam hadis lain yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Tirmidzi, disebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan setara dengan puasa sepanjang tahun, karena satu hari puasa bernilai sepuluh hari pahala di sisi Allah SWT.
Puasa Rajab juga menjadi amalan sunnah yang dianjurkan karena Rajab termasuk dalam empat bulan haram (asyhurul hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Dalam berbagai literatur klasik, seperti Ihya’ Ulumiddin karya Imam al-Ghazali, disebutkan bahwa satu hari puasa di bulan haram setara dengan puasa 30 hari di bulan lainnya. Puasa Rajab pada Januari 2026 masih dapat dilaksanakan hingga Senin, 19 Januari 2026, karena keesokan harinya diperkirakan telah memasuki bulan Sya’ban 1447 H.
Memasuki akhir Januari, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa Sya’ban. Dalam hadis riwayat Sayyidah Aisyah RA dijelaskan bahwa Rasulullah SAW sering memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, bahkan lebih banyak dibanding bulan-bulan lainnya selain Ramadan. Namun para ulama menegaskan bahwa puasa Sya’ban tidak boleh dimulai setelah tanggal 15, kecuali bagi mereka yang memiliki kebiasaan puasa rutin. Oleh karena itu, puasa Sya’ban pada Januari 2026 dapat dimulai sejak Selasa, 20 Januari 2026.
Dengan beragam pilihan puasa sunnah tersebut, bulan Januari 2026 menjadi momentum yang sangat baik bagi umat Islam untuk mengawali tahun dengan memperkuat ibadah, meningkatkan ketakwaan, serta menata kembali kehidupan spiritual. Puasa sunnah bukan hanya sarana meraih pahala, tetapi juga media pendidikan jiwa, pembentukan disiplin, serta pengingat akan tujuan hidup yang lebih hakiki, yakni mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jadwal Puasa Sunnah Bulan Januari 2026
Umat Islam dapat melaksanakan puasa-puasa sunnah di sepanjang Bulan Januari 2026 dengan jadwal sebagai berikut:
- Kamis, 1 Januari 2026 / 11 Rajab 1447 – Puasa Sunnah Kamis
- Sabtu, 3 Januari 2026 / 13 Rajab 1447 – Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
- Ahad, 4 Januari 2026 / 14 Rajab 1447 – Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
- Senin, 5 Januari 2026 / 15 Rajab 1447 – Puasa Sunnah Senin dan Ayyamul Bidh
- Kamis, 8 Januari 2026 / 18 Rajab 1447 – Puasa Sunnah Kamis
- Senin, 12 Januari 2026 / 22 Rajab 1447 – Puasa Sunnah Kamis
- Kamis, 15 Januari 2026 / 25 Rajab 1447 – Puasa Sunnah Kamis
- Senin, 19 Januari 2026 / 29 Rajab 1447 – Puasa Sunnah Senin
- Kamis, 22 Januari 2026 / 3 Sya’ban 1447 – Puasa Sunnah Kamis
- Senin, 26 Januari 2026 / 7 Sya’ban 1447 – Puasa Sunnah Senin
- Kamis, 29 Januari 2026 / 10 Sya’ban 1447 – Puasa Sunnah Kamis
Catatan: Puasa bulan Rajab dan Sya’ban dapat dilakukan selain jadwal di atas sesuai kemampuan dan niat individu.
@uli/nu.or.id












