PUI Javanologi UNS Promosikan UMKM Agar Menggeliat Pasca Pandemi

Editor Kepala PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, PhD, bersama penanggung jawab Internasional Talkshow, Retno Dewi, menjelaskan kegiatan Virtual Exhibition 2021, dengan tema "Nunggak Semi: Geliat UMKM Solo Raya Pasca Pandemi"/visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang kegiatan utamanya pada pengembangan sains, pengetahuan, teknologi dan budaya berbasis kebudayaan Jawa, menggelar promosi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaannya agar pasca pandemi Covid – 19 mampu menggeliat.

Promosi yang dikemas dalam format internasional talkshow dan Virtual Exhibition 2021, dengan tema “Nunggak Semi: Geliat UMKM Solo Raya Pasca Pandemi”, menampilkan produk unggulan kerajinan tradisional 9 UMKM dari berbagai daerah Solo Raya, yaitu produk kerajinan kuningan dan tembaga “Copper Leluhur (Boyolali), Wedang Uwuh “Java Drink” (minuman tradisional), Batik Nderbolo Kliwonan (Sragen), Kerajinan Wayang “Dharma Budaya” (Sukoharjo),, Kerajinan Blangkon “Agung TW (Solo), Oleh-Oleh Coklat Tradisional (Tawangmangu), Wastra Lurik Rachmad (Klaten), Jamu Tradisional “Djamoe Bude” dan kerajinan aksesori busana “Gayatri Jewelry” (Solo).
Kepala PUI Javanologi, Prof. Sahid Teguh Widodo, PhD, mengungkapkan kepada wartawan, di gedung Javanologi, kampus UNS Kentingan, Jumat (10/9/2021), pandemi yang dalam tradisi Jawa disebut “pageblug” akibat merebaknya Covid – 19 di 220 negara, dampaknya merambah semua aspek kehidupan dan melumpuhkan UMKM.
“Menghadapi situasi saat ini, diperlukan upaya sinergis dari berbagai pihak untuk meningkatkan inter-koneksi kapasitas dan kapabilitas pelaku industri budaya. Termasuk di dalamnya peran strategis pelaku UMKM yang dapat memperkuat pemberdayaan basis perekonomian rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Guru besar dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS itu, menegaskan, kepedulian PUI Javanologi terhadap UMKM binaannya yang selain 9 unit usaha yang ikut talkshow juga ada 18 peserta lain masih tetap dalam koridor basis sains untuk pengembangan usahanya.
“Contohnya yang paling sederhana, dalam membina UMKM kita mengajarkan cara menciptakan desain baru. Melalui basis sains, Javanologi memberikan bimbingan kepada UMKM mitra agar bisa mengembangkan sendiri teknik pembuatan desain,” jelasnya.
Penanggung jawab Internasional Talkshow dan “Javanologi Virtual Exhibition 2021”, Retno Dewi, memaparkan, kegiatan tersebut digelar untuk menandai eta baru kebangkitan ekonomi Indonesia pasca pandemi.
Dalam Internasional Talkshow secara virtual yang dilaksanakan Selasa (14/9/2021), sebanyak pembicara dari 6 Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), yakni HE Mayerfas (Belanda), Julang Pujianto (Suriname), Salman Al Farisi (Afrika Selatan), Moch. Rizky Safary (India), Hendra Satya Pramana (KJRI New Caledonia) dan Deny W Kurnia (KJRI Shanghai RRT), sebagai narasumber.
“Pengertian nunggak semi dalam khazanah Jawa adalah tonggak yang semi atau tumbuh. Maknanya, upaya untuk terus menumbuhkan – kembangkan peradaban, tanpa menghilangkan tonggak nilai dasar peradaban Jawa yang dinamis. Kita berharap, kegiatan yang digelar PUI Javanologi UNS dapat menjadi titik temu antara pemerintah, akademisi, risk capital, public entrepreneurship dan korporasi dari berbagai negara,” ujar Dewi.@tok

Baca Juga :  Ridwan Kamil Dorong Masjid Kembangkan 'Kencleng Digital'

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pasang ICONNET, Nikmati Promo Biaya Tambah Daya Hanya Rp 202.100

Jum Sep 10 , 2021
Silahkan bagikan Melalui program Electrinet Lifestyle, Pelanggan dapat menikmati promo Paket Internet dan Tambah Daya Listrik yang terjangkau   VISI.NEWS –┬áDalam memenuhi kebutuhan internet dan listrik yang cukup dan andal di masa Work From Home atau Study From Home, PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan anak usahanya PT Indonesia Comnets Plus […]