VISI.NEWS | BANDUNG – Program Global Reporting Grants dari Pulitzer Center kembali dibuka untuk mendukung liputan mendalam dan berdampak tinggi mengenai isu-isu krusial yang kerap luput dari perhatian media arus utama. Hibah ini bersifat terbuka tanpa batasan topik maupun lokasi peliputan, sehingga menjadi skema pendanaan utama (catch-all grant) bagi jurnalis dari berbagai belahan dunia.
Pulitzer Center membuka kesempatan bagi jurnalis staf maupun lepas (freelance) di seluruh dunia untuk mengajukan proposal. Program ini dirancang untuk mendorong karya jurnalistik berkualitas tinggi yang mengedepankan kedalaman riset, relevansi global, serta dampak publik yang luas.
Secara khusus, Pulitzer Center juga mendorong pengajuan proposal liputan konflik yang selama ini kurang terekspos. Bagi jurnalis lepas yang akan meliput di zona perang atau wilayah berisiko tinggi, diwajibkan memiliki penugasan resmi dari media yang bersedia bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kesejahteraan peliput. Prinsip-prinsip keselamatan ACOS Alliance menjadi acuan utama dalam pelaksanaan liputan tersebut.
Tidak ada tenggat waktu pendaftaran dalam program ini. Hibah diberikan sepanjang tahun berdasarkan sistem bergulir (rolling basis). Dana hibah mencakup biaya peliputan dengan perhitungan anggaran yang wajar dan terperinci. Untuk perjalanan internasional, nilai hibah umumnya berkisar antara 5.000 hingga 10.000 dolar AS, namun dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek.
Pulitzer Center menegaskan bahwa media tempat publikasi diharapkan tetap membayar honor jurnalis atas karya mereka. Dalam kondisi tertentu, hibah dapat mencakup tunjangan waktu kerja reporter. Namun, bagi pengajuan atas nama redaksi, universitas, atau lembaga sejenis, anggaran tidak boleh mencantumkan biaya overhead atau pengeluaran tidak langsung.
Program ini mendukung proyek lintas platform media, mulai dari media cetak, fotografi, audio, hingga video. Pulitzer Center mendorong proposal ambisius yang mengombinasikan berbagai format, termasuk elemen interaktif, data, dan multimedia, guna memperkaya dan memperluas jangkauan liputan.
Hibah ini terbuka bagi reporter, fotografer, jurnalis radio dan audio, jurnalis televisi dan video, serta pembuat film dokumenter. Pulitzer Center juga menegaskan komitmennya untuk mendukung jurnalis dari beragam latar belakang dan kewarganegaraan, sebagai bagian dari upaya memperkuat keberagaman suara dalam jurnalisme global.
Selain Global Reporting Grants, Pulitzer Center juga menyediakan hibah tematik yang berfokus pada isu-isu tertentu seperti kesetaraan gender, perubahan iklim, hutan hujan tropis, akuntabilitas kecerdasan buatan, hingga jurnalisme data. Bagi pelamar yang masih ragu memilih skema hibah yang tepat, proposal dapat diajukan melalui formulir Global Reporting Grants.
Pulitzer Center juga memberikan perhatian pada keselamatan dan keterlibatan audiens. Proposal diharapkan memuat rencana distribusi yang jelas serta surat minat atau komitmen dari media penerbit. Selain publikasi, pelamar didorong untuk mengembangkan cara-cara kreatif menjangkau audiens, seperti melalui radio komunitas, kampanye visual di ruang publik, hingga pendekatan seni dan budaya. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi reacheditorial@pulitzercenter.org.
@uli












