Puluhan Jiwa Pengendara Melayang, Pemuda Pancasila Bersama Aswaja Berencana Gelar Doa Bersama di Kamojang

Editor :
Ketua PP PAC Kecamatan Ibun Risman didampingi Sekjen Atep Kustiwa bersama pengurus Aswaja sedang rapat membahas akan digelarnya doa bersama, Minggu (23/8)./visi.news/istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pemuda Pancasila Pengurus Anak Cabang (PP PAC) Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berinisiatif melaksanakan doa bersama dengan harapan bisa memberikan rasa aman, nyaman, dan tenteram bagi masyarakat luas, khusunya pengguna jalan yang melintas di Jalan Kamojang, Kecamatan Ibun.

Doa bersama itu akan dilaksanakan di kawasan Jalan Kamojang atau sekitar Jembatan Kuning, Jalan Tembus Kamojang, pada Senin (24/8/2020) malam pukul 21.30 WIB sampai Selasa (25/8/2020) dini hari pukul 02.00 WIB.

Ketua Pemuda Pancasila PAC Kecamatan Ibun, Risman Dariusman mengatakan, rencana oa bersama itu berkaitan dengan sudah puluhan jiwa para pengendara roda dua yang melintas di Jalan Kamojang mengalami kecelakaan lalulintas hingga merenggut nyawa, di samping tidak sedikit para pengendara yang mengalami luka berat maupun ringan.

“Tidak sedikit para pengendara roda dua yang meninggal dunia di lokasi kejadian, selain meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di puskesmas terdekat maupun di rumah sakit,” kata Risman didampingi Sekjen Atep Kustiwa kepada wartawan di Ibun, Minggu (23/8) malam.

Risman menuturkan, untuk melaksanakan doa bersama itu, selain melibatkan jajaran Muspika Ibun, juga para ustaz atau ulama yang tergabung dalam kepengurusan Aswaja Kecamatan Ibun.

“Di Kecamatan Ibun itu ada sekitar 30 pengurus Aswaja, jika pelaksanaan doa bersama dengan para santrinya bisa mencapai 100 orang,” katanya.

Risman berharap dengan adanya agenda doa bersama itu mendapat pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT.

“Diharapkan tidak ada lagi peristiwa laka lantas yang terjadi di turunan Jalan Kamojang, yang selama ini sudah puluhan jiwa melayang akibat kecelakaan tersebut,” ungkapnya.

Ia pun berpendapat kecelakaan lalu lintas itu selain karena faktor kelalaian manusia, juga karena kondisi alam, khususnya ruas Jalan Kamojang yang menurun cukup curam sehingga banyak di antara pengendara roda dua, khususnya motor matik yang mengalami remblong.

“Kami berharap doa bersama dengan melibatkan para ulama atau ustaz ini bisa meminimalisasi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka,” harapnya.

“Kami sebagai Ormas berharap kepada pemerintah atau perusahaan negara, yaitu BUMN yang ada di wilayah sekitar Ibun supaya bisa membantu membangun pos peristirahatan. Dengan harapan, pos peristirahatan itu untuk para pengemudi yang mau turun dari arah Garut ke Bandung. Kami siap jadi relawan asal ada pos,” imbuhnya.@bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pesantren Jadi Kluster Covid-19 Bukan Aib, Tak Boleh Menyerah!

Sen Agu 24 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ‎(RMI PBNU) menggelar pelatihan Satuan Tugas Covid-19 Pesantren ‎(SCP) di berbagai provinsi. Pada Ahad (23/8) kemarin, RMI kembali menggelar SCP angkatan ketiga untuk wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Dalam pelatihan kali ini diikuti oleh 126 pesantren dari Jateng dan […]