Pungli di Solo Berbuntut “Pemecatan” Lurah Gajahan dan Reaksi Penolakan Warga

Editor :
Poster berisi pembelaan terhadap Lurah Gajahan, Suparno, yang ditempel warga di pagar kantor Kelurahan Gajahan./visi.news/istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Praktik pungutan liar (pungli) dengan dalih zakat dan sedekah yang dilakukan beberapa oknum linmas terhadap sejumlah pedagang di kawasan pertokoan Secoyudan di wilayah Kelurahan Gajahan, menyeret Kepala Kelurahan Gajahan, Suparno.

Sebagai buntut perbuatan tak terpuji tersebut, Lurah Suparno dicopot dari jabatannya dan saat ini dalam proses pemeriksaan di Inspektorat Wilayah (Itwil) Kota Solo.

Adapun buntut pencopotan jabatan Suparno sebagai kepala Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, menimbulkan reaksi di kalangan warga Gajahan yang menilai kinerja lurah tersebut cukup baik.

Di antara warga Kelurahan Gajahan, ada yang menyampaikan petisi dan bahkan ada yang terang-terangan mengecam pemecatan Lurah Suparno dengan memasang poster di pagar kantor kelurahan.

Di antara poster yang tertempel di pagar bagian depan kantor Kelurahan Gajahan, sejak Minggu (2/5/2021) malam, bertuliskan “#Save Lurah”, “We Trust Suparno”, “Jadi Warga Jangan Manja”, “Lurah Hebat kok Dipecat Di mana Hati Nurani” dan “#Save Linmas”.

Selain itu, ada juga warga Kelurahan Gajahan yang membuat petisi tertulis dan ditandatangani sejumlah orang, berisi pembelaan terhadap Lurah Suparno.

Menanggapi reaksi masyarakat dan panggilan Itwil Kota Solo terhadap Lurah Gajahan, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyatakan, reaksi masyarakat penyampaian pendapat dengan petisi maupun memasang poster merupakan hak warga Gajahan.

Namun dia menegaskan, proses pemeriksaan yang dilakukan Itwilkot terhadap Lurah Suparno tetap harus dilakukan karena statusnya merupakan aparatur sipil negara (ASN).

“Biar saja warga menyampaikan pendapat. Itu hak mereka. Lurah saat ini diperiksa inspektorat karena statusnya ASN. Pemeriksaan itu karena ada surat yang ditandatangani lurah. Jadi kesalahannya jelas,” kata Wali Kota Solo, Gibran, seusai rapat koordinasi pengamanan lebaran bersama Forkompinda Kota Solo, di Balai Kota, Senin (3/5/2021).

Baca Juga :  Jamparing Siap Menangkan Paslon NU Pasti Sabilulungan¬†

Terungkapnya kasus pungli yang dilakukan beberapa orang oknum Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kelurahan Gajahan, berawal dari pengaduan warga Kota Solo kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Seusai menjadi pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Balai Kota Solo, Minggu (2/5/2021), Gibran yang didampingi Camat Pasar Kliwon, Ari Dwi Daryatmo, langsung melakukan pengecekan aduan tersebut ke sejumlah toko dan kios yang berlokasi di arah barat bursa teksil dan batik Pasar Klewer.

Setelah memastikan terjadinya praktik pungli dengan dalih zakat dan sedekah, wali kota Gibran minta Camat Pasar Kliwon, Ari Dwi Daryatmo, mengembalikan uang pungli dengan total Rp 11 juta lebih kepada para pemilik toko atau penjaga kios. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Alasan DKM di Bekasi Larang Jemaah Bermasker: Usir Corona dengan Doa

Sel Mei 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – DKM Masjid Al Amanah di Kampung Apit, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengakui sempat melarang jemaah menggunakan masker. Ketua DKM Masjid Al Amanah Abdul Rahman mengatakan salah satu cara mengusir virus corona itu adalah berdoa. “Ngusir corona dengan doa. Doa ini bukan hanya pengusiran, tapi perangkulan. […]