VISI.NEWS | DOHA – Pemerintah Qatar secara resmi menyatakan atase militer dan keamanan dari Kedutaan Besar Iran di Doha sebagai persona non grata. Keputusan ini diumumkan pada Rabu dan disertai perintah agar para pejabat tersebut meninggalkan wilayah Qatar dalam waktu 24 jam.
Dalam pernyataan resminya, dikutip dari Saudi Gazette, Kamis (19/3/2026), Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil sebagai respons atas “penargetan berulang dan agresi brutal Iran” terhadap kedaulatan dan keamanan negara tersebut. Pemerintah Qatar menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan norma hubungan antarnegara.
Lebih lanjut, Doha juga menilai aksi tersebut melanggar prinsip-prinsip bertetangga baik serta ketentuan dalam United Nations Security Council, termasuk resolusi yang mengatur stabilitas dan keamanan kawasan. Pernyataan itu menegaskan bahwa tindakan Iran tidak dapat ditoleransi dalam hubungan diplomatik yang seharusnya menjunjung tinggi saling menghormati.
Ketegangan ini memuncak setelah serangan rudal yang diduga diluncurkan oleh Iran menghantam fasilitas produksi gas di Ras Laffan Industrial City. Kawasan tersebut merupakan pusat industri energi vital bagi Qatar dan memainkan peran penting dalam pasokan gas alam global.
Sebagai dampak dari keputusan tersebut, tidak hanya dua atase yang diusir, tetapi juga seluruh staf yang bekerja di bawah kantor mereka turut diperintahkan meninggalkan negara itu. Langkah ini menunjukkan eskalasi serius dalam hubungan diplomatik antara kedua negara yang sebelumnya sudah diwarnai ketegangan.
Pemerintah Qatar juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran agar segera menghentikan pendekatan yang dinilai bermusuhan. Jika tidak, Doha menegaskan akan mengambil langkah tambahan untuk melindungi kepentingan nasionalnya, termasuk kemungkinan tindakan diplomatik maupun keamanan yang lebih luas.
“Qatar berhak mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan, sesuai dengan hukum internasional,” demikian ditegaskan dalam pernyataan tersebut, memperlihatkan posisi tegas negara itu dalam menghadapi ancaman eksternal.
Situasi ini menambah kompleksitas dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang selama ini sudah rentan konflik. Hubungan antara Qatar dan Iran kini berada di titik kritis, dengan potensi eskalasi yang dapat berdampak pada stabilitas regional serta keamanan energi global.
Pengamat menilai, langkah cepat Qatar ini merupakan sinyal kuat bahwa negara tersebut tidak akan mentoleransi pelanggaran terhadap wilayahnya. Dunia internasional kini menantikan respons Iran, yang berpotensi menentukan arah konflik dan hubungan diplomatik di kawasan dalam waktu dekat.
@uli