Rakor Pemberlakuan PPKM di Kec. Baleendah, Hentikan Pasar Tumpah!

Editor :
Plt Camat Baleendah Teguh Purwayadi, SST.P., M.Si., didampingi Kapolsek Baleendah AKP Sungkowo, S.H., dan Dan Ramil Ciparay Kapten Inf Ujang Mulyana saat memimpin Rakor Pemberlakuaan PPKM di Kecamatan Baleendah./visi.news/ist

Silahkan bagikan

 

VISI.NEWS – Plt. camat Baleendah, Kabupaten Bandung, H. Teguh Purwayadi, S.ST., M.Si., memimpin rapat kordinasi (Rakor) pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tingkat kecamatan tahun 2021. Rapat dihadiri oleh Forkopicam, Puskesmas se kecamatan, Dishub, Damkar, Korwil Pendidikan, MUI, KUA, Unit Pol. PP dan para lurah/kades se Kecamatan Baleendah.

Dalam rakor tersebut, sebagaimana keterangan yang diterima VISI.NEWS, Kamis (14/1/2021) Pimpinan Rakor Teguh Purwayadi mengatakan bahwa pelaksanaan PPKM dilaksanakan sejak 11-25 Januari 2021. “Pelaksanaan PPKM ini didasarkan atas surat edaran Pak Bupati No. 4431/51/HUK tentang Pemberlakuan PPKM untuk pengandalian penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Bandung,” jelasnya.

PPKM ini harus diberlakukan, kata Teguh, karena sesuai dengan instruksi mendagri No. 01 Tahun 2021 yang berlaku diwilayah Jawa dan Bali tingkat kematian diatas rata-rata tingkat kematian nasional. “Sedangkan tingkat kesembuhan dibawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional. Tingkat kasus aktif diatas rata-rata tingkat kasus nasional, dan tingkat keterisian tempat tidur Rumah Sakit (Bed Occupation Room/BOR) untuk Intensive Care Unit (ICU) dan ruang Isolasi sudah di atas 70 persen,” jelasnya.

Para peserta Rakor Pemberlakuan PPKM di Kecamatan Baleendah./visi.news/ist

PPKM di Baleendah

Dalam pemberlakuan PPKM di Kecamatan Baleendah, kata Teguh, terutama di wilayah yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19 dilingkungannya masing-masing.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan tersebut, katanya, dengan membatasi tempat / kerja perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen dan Work From Office (WFO) sebesar 25 persen dengan memberlakukan Protokol Kesehatan secara lebih ketat. “Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring/online,” tandasnya.

Untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, kata Sekretaris BPKSDM Kab. Bandung ini, tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan penerangan protokol kesehatan secara lebih ketat.

“Kegiatan di tempat restoran makan/minum ditempat sebesar 25 persen dan untuk layanan makanan melalui pesan antar/dibawa pulang tetap diijinkan sesuai dengan jam operasional restoran,” jelasnya.

Sedangkan pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall yang ada di wilayah Kecamatan Baleendah, sampai dengan pukul 19.00 WIB. Kegiatan di tempat konstruksi beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat, dan kegiatan di tempat ibadah pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Teguh juga menekankan agar semua elemen mengintensifkan kembali protokol kesehatan dengan menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan, disamping itu memperkuat kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan tratmen termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan.

Disamping itu, kepada masyarakat kata Teguh untuk berupaya mencegah dan menghindari kerumunan baik dengan cara persuasif kepada semua pihak dengan melibatkan aparat keamanan baik itu TNI, Kepolisian dan satuan Polisi Pamong Praja.

“Satgas Covid-19 kecamatan melaksanakan pendisiplinan protokol kesehatan Covud-19 dan penegakan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya.

Hentikan Pasar Tumpah

Untuk menerapkan PPKM tersebut, ungkapnya, akan ditingkatkan kegiatan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan dengan melaksanakan operasi yustisi masker
dan membuat surat edaran kepada desa/kelurahan untuk menghentikan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa, seperti pasar tumpah.

Kendala di lapangan dalam menerapkan PPKM ini, kata Teguh, karena masih kurangnya kesadan masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan seperti penggunaan masker yang belum optimal. “Selain itu banyaknya masyarakat yang kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa,” pungkas Teguh.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BREAKING NEWS: Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia karena Corona

Kam Jan 14 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Syekh Ali Jaber meninggal dunia pagi ini. Kabar duka itu disampaikan oleh Yusuf Mansur melalui akun Instagram resminya. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, kita semua berduka, Indonesia berduka, Syekh Ali berpulang ke Rahmatullah jam 8.30 pagi tadi di RS Yarsi,” kata Yusuf Mansur seperti dilansir dari kumparan.com, […]