Raksa Desa Dimanfaatkan Untuk Pemberdayaan Masyarakat Dalam Budidaya Perikanan, Peternakan, Rehab Rutilahu dan Pembangunan MCK

Editor Ali, warga Desa Haurpugur Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung sedang melihat perkembangan budidaya bebek dan tanaman sayuran di Taman Tematik dikampung curugcandung Desa Haurpugur Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Senin (8/3/2021)./visi.news/budimantara
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Desa Haurpugur Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung salah satu desa kreatif yang turut memberdayakan masyarakatnya dengan sasaran pengembangan ekonomi, selain menciptakan ketahanan pangan. Kreativitas masyarakat yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Haurpugur itu mengembangkan berbagai jenis budidaya peternakan, perikanan dan pertanian sayuran dengan memanfaatkan lahan kosong di antara lahan pertanian padi dan saluran irigasi yang bersumber dari Sungai Citarik.

Kepala Desa Haurpugur Saepul Azhari mengatakan,” untuk pengembangan ekonomi masyarakat itu, diantaranya memanfaatkan anggaran yang bersumber dari raksa desa senilai Rp 63 juta yang digulirkan ke desa.
“Anggaran raksa desa itu dimanfaatkan berbagai kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Di antaranya pelaksanaan rehab rumah warga yang sudah tidak layak huni (rutilahu) 2 titik 10 juta yang lokasi di Rt.03 dan 04 Rw 04 . Kemudian digunakan untuk pembangunan MCK atau fasilitas air bersih warga setempat 1 titik dengan anggaran 20 juta fan Bank sampah Tematik 33 juta dengan lokasi di Rt 01 Rw 05,” ujar Saepul Azhari kepada wartawan VISI.NEWS di Taman Tematik Desa Haurpugur, Senin (8/3/2021).

Di lokasi Taman Tematik itu, imbuh Saepul Azhari, ia turut memberdayakan warga setempat dan pemuda karang taruna untuk melaksanakan budidaya sayuran. Mulai jenis sosin/kiwi, burkol, bayem, dan berbagai jenis sayuran lainnya untuk konsumsi warga setempat dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan.
“Hasil budidaya sayuran ini untuk konsumsi warga sekitar,” ujarnya Saepul Azhari.
“Sementara budidaya ikan lele dan bebek, hasilnya bisa dipasarkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Didampingi warga setempat Ali, yang turut memelihara dan merawat bebek dan lele, Saepul Azhari mengungkapkan, budidaya bebek dan lele merupakan tahap pertama setelah dilihat perkembangannya cukup bagus.
“Untuk pengembangan budidaya lele itu, warga membuat kolam buatan yang terbuat dari rangka besi dan terpal. Sudah ada dua kolam lele yang saat ini sudah terbangun dan dimanfaatkan untuk pembesaran lele. Kita akan terus mengembangkan budidaya lele ini dengan cara akan menambah kolam buatan untuk kolam lele karena masih ada lahan kosong,” tuturnya.

Baca Juga :  Akhirnya Teh Nia yang Diusung Partai Golkar

Di lokasi tematik tersebut, saluran irigasi pun turut dimanfaatkan untuk pembesaran ikan lele. Di lokasi yang sama pun menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, terkait bagaimana pengelolaan bebek dan lele serta budidaya sayuran.
“Setiap hari ada saja warga yang datang ke Taman Tematik. Untuk sarana pertemuan warga, kita pun membuat saung sebagai sarana diskusi di antara warga yang datang,” pungkasnya.@bud

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Bandung Terpilih Tinjau Lokasi Kebakaran 4 Rumah Warga di Kecamatan Cimaung

Sen Mar 8 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna meninjau lokasi kebakaran empat unit rumah warga, di Kampung Cideungkleuk, RT 01/RW 12, Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (8/3/2021). Turut mendampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara untuk menyalurkan bantuan. Bupati Bandung terpilih mengaku […]