VISI.NEWS | BANDUNG – Bulan Ramadan menghadirkan suasana spiritual yang lebih intens bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan inilah mayoritas kaum Muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah, mulai dari puasa, salat malam, tilawah Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menegaskan:
الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ
Artinya: “Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi). Hadits ini menegaskan bahwa berdoa bukan sekadar meminta, tetapi inti dari penghambaan itu sendiri.
Keutamaan doa di bulan Ramadan semakin kuat karena bulan ini adalah bulan suci penuh berkah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ
Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” Kesucian bulan ini menjadikannya momentum terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Selain itu, orang yang berpuasa memiliki waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:
ثَلاثٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالْمَظْلُومُ
Artinya: “Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya.” (HR. Ibnu Hibban). Doa saat sahur, ketika berpuasa, dan menjelang berbuka menjadi momen istimewa yang tidak boleh disia-siakan.
Allah SWT juga menegaskan kedekatan-Nya dengan hamba-hamba-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 186:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۗ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Artinya: “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” Ayat ini menjadi penegas bahwa Ramadan adalah waktu terbaik merasakan kedekatan spiritual dengan Allah.
Keistimewaan Ramadan juga terletak pada hadirnya malam Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu, pintu ampunan dan rahmat terbuka luas. Rasulullah SAW bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنا تَبارَكَ وتَعالَى كُلَّ لَيْلةٍ إلى السَّماءِ الدُّنْيا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ، يقولُ: مَن يَدْعُونِي، فأسْتَجِيبَ له؟ مَن يَسْأَلُنِي فأُعْطِيَهُ؟ مَن يَستَغْفِرُني فأغْفِرَ له؟
Artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam ketika sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan; siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari).
Dengan segala keutamaannya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang memperkuat hubungan dengan Allah melalui doa dan ibadah. Momentum ini hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin dengan memperbanyak doa, menjauhi maksiat, dan menjaga hati tetap khusyuk. Sebab di bulan inilah doa memiliki peluang besar untuk diijabah dan hati menemukan ketenangan sejati. Wallāhu a‘lam.
@uli