RAMADANAN | Tiga Orang ini Terhalang Kebaikan Bulan Ramadan

Editor Ilustrasi./istock
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Bulan Ramadan adalah bulan mulia dengan seluruh keutamaan dan keistimewaan di dalamnya. Semua orang Islam di manapun berlomba-lomba untuk memperoleh keutamaannya dengan meningkatkan intensitas ibadah dibanding bulan-bulan lainnya.

Sekalipun demikian, ada tiga orang atau golongan yang terhalang memperoleh semua itu. Mereka adalah orang-orang yang merugi. Lalu siapa mereka? Syekh Sayyid Abdullah bin Muhammad bin As-Shiddiq Al-Ghumari (wafat 1992 M) seorang ulama hadits kenamaan asal Maroko. dalam salah satu kitabnya, Ghayatul Ihsan, menyebutkan hadits yang diriwayatkan dari dari Ka’ab bin ‘Ajrah dalam kitabnya.

Ia lalu memberi judul hadist ini, Al-Mahrum man hurrima khira Ramadan, artinya Orang yang terhalang adalah orang yang terhalang dari kebaikan Ramadhan”.

Berikut redaksi hadits yang dimaksud tentang tiga orang yang terhalang kebaikan bulan Ramadan:

عَنْ كَعْبِ بْنِ عَجْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : احْضَرُوا الْمِنْبَرَ. فَحَضَرْنَا. فَلَمَّا ارْتَقَى دَرَجَةً، قَالَ: آمِينَ، فَلَمَّا ارْتَقَى الدَّرَجَةَ الثَّانِيَةَ قَالَ: آمِينَ. فَلَمَّا ارْتَقَى الدَّرَجَةَ الثَّالِثَةَ قَالَ: آمِينَ. فَلَمَّا نَزَلَ قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ لَقَدْ سَمِعْنَا مِنْكَ الْيَوْمَ شَيْئًا مَا كُنَّا نَسْمَعُهُ قَالَ: إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَرَضَ لِي، فَقَالَ: بُعِدَ لِمَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يَغْفَرْ لَهُ. قُلْتُ: آمِينَ. فَلَمَّا رَقِيتُ الثَّانِيَةَ قَالَ: بُعِدَ لِمَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ قُلْتُ: آمِينَ. فَلَمَّا رَقِيتُ الثَّالِثَةَ قَالَ: بُعِدَ لِمَنْ أَدْرَكَ أَبَوَاهُ الْكِبَرُ عِنْدَهُ أَوْ أَحَدُهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ. قُلْتُ: آمِينَ

Artinya, “Dari Ka’ab bin ‘Ajrah, ia berkata: “Rasulullah Saw berkata: “Hadirlah kamu semua ke mimbar.” Maka kami pun hadir. Ketika Rasulullah saw naik ke anak tangga pertama, beliau katakan: “Amin.” Ketika naik ke anak tangga kedua, beliau katakan: “Amin”. Ketika naik ke anak tangga ketiga, beliau katakan lagi: “Amin.” ​​​​​​​Ketika beliau turun, kami bartanya mengklarifikasi: “Wahai Rasulullah, hari ini kami telah mendengar sesuatu yang tidak pernah kami dengar”. ​​​​​​​

Baca Juga :  Ridwan Kamil Sambut Kemenangan Argentina dengan Pantun, Disindir Netizen

Rasulullah saw kemudian bersabda: “Sesungguhnya Jibril mengajukan kepadaku, ia berkata: “Dilaknat orang yang bertemu dengan Ramadhan, akan tetapi ia tidak diampuni. ​​​​​​​Maka aku katakan: “Amin.” ​​​​​​​Ketika aku naik ke anak tangga kedua, ia berkata: “Dilaknat orang yang ketika namamu disebut, ia tidak bershalawat kepadamu”. Aku katakan: “Amin.” ​​​​​​​Ketika aku naik ke anak tangga ketiga, ia berkata: “Dilaknat orang yang kedua orang tuanya sampai usia lanjut bersamanya, atau salah satu dari mereka, akan tetapi itu tidak membuatnya masuk surga.”​​​​​​​Maka aku katakan: “Amin.”

Penjelasan Hadits Imam Al-Hakim menilai shahih hadits ini. Hadits ini mempuyai banyak jalur periwayatan dan redaksi. Makna dari بعد adalah ابعده الله “Allah melaknatnya.” Makna ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang lain. Dan barangsiapa yang Allah melaknatnya, maka ia akan dimasukan kedalam neraka.

Makna redaksi hadits أدرك رمضان فلم يغفر له (orang yang bertemu dengan Ramadan, akan tetapi ia tidak diampuni), karena ia lalai di bulan ini. Yakni dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang (maksiat) dan ia tidak mendapatkan ilham untuk bertaubat sehingga sampai bulan Ramadan habis, ia tidak mendapatkan pengampunan.

Redaksi hadits: بعد من ذكرت عنده فلم يصل عليك. ​​​​​​​Disebutkan dalam redaksi hadits yang lain: ومن ذكرت عنده فلم يصل عليك فأبعده الله. ​​​​​​​Artinya, “Orang yang ketika namamu disebut di sampingnya, ia tidak bershalawat kepadamu maka Allah melaknatnya.”

Hal ini menunjukan kewajiban bershalawat kepada Nabi ketika namanya disebut. Jika namanya disebut berulang-ulang kali dalam satu majlis maka cukup dengan bacaan shalawat pada kali pertamanya saja. Redaksi hadits: … بعد من أدرك أبويه الكبر. ​​​​​​​Maknanya adalah karena ia melalaikan hak kedua orang tuanya dan ia tidak berbakti kepadanya sehingga ia berhak mendapatkan laknat dan masuk neraka. (Abdullah bin Muhammad bin As-Shiddiq Al-Ghumari, Ghayatul Ihsan fi Fadhli Zakatil Fitri wa Fadhli Ramadhan , [Beirut, Alimul Kutub], halaman 40-41).

Baca Juga :  Myanmar Terkapar Dipatuk Skuad Garuda, Ezra Sumbang 1 Gol

Dari hadits dan penjelasnya dapat disimpulkan, ada tiga orang yang terhalang kebaikan Ramadan, yaitu: Orang yang menemuai bulan Ramadan namun tidak mendapatkan magfirah atau ampunan. Sebab, ia lalai dengan melakukan kemaksiatan dan tidak bertaubat hingga Ramadan berlalu.

Orang yang ketika nama Nabi Muhammad saw disebut, ia tidak bershalawat kepadanya. Orang yang masih menemui kedua atau salah satu orang tuanya, namun ia menyia-nyiakanya dengan tidak berbakti dan melalaikan hak-haknya. Naudzubillah mindzalik. Semoga kita tidak termasuk dari ketiganya. Amin. Wallahu a’lam bisshawab.

@mpa/nu/ustadz muhammad hanif rahman

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Nur Husin, Mengabdi di "Kampung Kristen"

Sel Apr 4 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Waktu dhuhur tersisa sepertiga ketika Nur Husin pulang dari hutan mencari kayu bakar. Aktivitas ini sampingan saja selepas ia menjalani pekerjaan utama sebagai tukang es keliling sejak pagi. Sudah puluhan kilometer ia tempuh, pindah dari sekolah ke sekolah, dari kampung ke kampung, untuk menjajakan dagangannya. […]