Ramai Bahas Soal Adzan dan Pengeras Suara, di Kampung Toleransi Bandung SK Menag Tak Berlaku

Editor Vihara dan mesjid bersebelahan di Kampung Toleransi tak pernah menimbulkan konflik. /visi.news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Polemik aturan dan peraturan adzan yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) Nomor 05 Tahun 2022 Tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala, sampai saat ini masih menjadi perbincangan ditengah masyarakat, namun tidak berlaku di Kampung Toleransi Bandung.

Seperti yang dikatakan sejumlah warga masyarakat di Rw 04 Kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung menyebutkan, berbagai kegiatan keagamaan yang tersiar melalui pengeras suara atau toa, dinilai sangat tidak mengganggu warga masyarakat.

“Sejak diresmikan Walikota Ridwan Kamil tahun 2017, warga di Kampung Toleransi ini sama sekali tidak pernah merasa terganggu dengan suara adzan atau pengajian di Masjid,” kata Andri yang mengaku beragama Keristen.

Begitupun diakui oleh Michel, Kepada VISINEWS Rabu (2/3/22), warga keturunan Tionghoa ini mengungkapkan, suara adzan yang terdengar melalui toa masjid di setiap datangnya waktu solat, merupakan ajakan untuk umat Islam agar segera sembahyang.

“Suara adzan yang tersiar melalui toa masjid kan emang sudah ada dari jaman dulu, kalau tidak pakai toa, bagaimana umat Islam tahu bahwa waktu solat itu sudah tiba? jadi saya sama sekali tidak terganggu,” ungkapnya.

Terpisah, Asoey menjelaskan, di wilayah Rw 04 ini, dipadati oleh penduduk dengan beragam suku dan agama, setidaknya ada sejumlah vihara, gereja, hingga masjid letaknya berdekatan, serta sejauh ini tidak pernah ada konflik berkaitan dengan keyakinan beragama.

“Kampung ini sejak dulu aman saja, rukun dan saling menghormati diantara satu dan yang lainnya, setiap hari warga berkumpul, berdekatan biasa saja, kaitan dengan adzan, tidak ada warga non muslim yang merasa terganggu, biasa saja,” jelasnya.

Baca Juga :  Dewan Apresiasi Kebijakan Pemerintah Pusat THR Dari Pengusaha Kepada Pekerja Dibayar 100 Persen

Sekedar informasi, saat ini terdapat lima Kampung Toleransi di Kota Bandung yakni di Rw 04 Kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloa Kaler, Rw 02 Kelurahan Paledang Kecamatan Lengkong, Rw 12 Kompleks Dian Permai Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay.

“Dan dua diantaranya lagi adalah Rw 04 & 05 Kelurahan Balonggede Kecamatan Regol, dan di Rw 08 Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Andir, Kampung Toleransi harus terus dirawat dikembangkan untuk memastikan adanya kerukunan dan Kebhinekaan di Kota Bandung,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Kejari Kabupaten Cirebon Resmi Keluarkan SKP2 atas Penetapan Tersangka Nurhayati

Rab Mar 2 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Kepala Kejaksan Tinggi (Kajati) Jawa Barat (Jabar), Asep Maulana mengatakan, setelah melewati berbagai kajian yang dilakukan Aparat Penegak Hukum (APH) mulai tingkat daerah, provinsi hingga pusat, akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon resmi mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Nurhayati tertanggal 01 Maret 2022. “Sesuai […]