Rebutan Lahan Antara SMKN 1 dan Kadin Garut Berbuntut Panjang, Pemilik Senpi Serahkan Diri ke Polisi

Kasubbag Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat memberikan keterangan kepada awak media terkait kepemilikan senpi Kepsek SMKN Garut./visi.news/zaahwan aries
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Kisruh terkait rebutan lahan di kawasan Jalan Patriot, Kecamatan Tarogongkidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, antara pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Garut dan pihak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Garut, berbuntut panjang.

Polisi pun akhirnya turun tangan menyusul adanya laporan informasi yang menyebutkan bahwa Kepala SMKN I Garut diduga memiliki senjata api hingga pemberitaanya viral di media online.

Menyikapai hal itu, Kapolres Garut AKBP Dede Yudi Ferdiasyah melalui Kasubbag Humas, Ipda Muslih Hidayat menyebutkan, pihaknya telah memintai keterangan dari kepala sekolah bersangkutan, yakni Dadang Johar Arifin bin Moch Gaos Nata Wijaya (56).

Permintaan keterangan terhadap Dadang, berdasarkan laporan informasi nomor: R- LI / 22/ VI / 2020 / Reskrim, tanggal 08 Juni 2020, atas nama pelapor Yudi Astriadi Saepudin yang berprofesi sebagai anggota Polri.

“Pada hari Senin (8 /6) sekira pukul 15.30 WIB, telah diperoleh informasi terkait kepemilikan senjata api oleh pemilik yang diduga merupakan Kepala SMKN I Garut dan viral di media sosial,” kata Ipda Muslih Hidayat di Mapolres Garut, Selasa (9/6).

Ditambahkan, selanjutnya pada hari yang sama sekira pukul 19.45 WIB dilakukan klarifikasi terhadap Dadang dengan kapasitas sebagai saksi. Saat itu Dadang datang atas kehendak sendiri ke Polres Garut guna memberikan klarifikasi terhadap pemberitaan tersebut.

Dikatakan, dalam keterangannya kepada petugas pemeriksa, saksi menjelaskan bahwa dirinya telah menguasai, membawa, dan menyimpan senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak tersebut yaitu pada hari Kamis (4/6) pukul 13.00 WIB di Jl. Pembangunan, Desa Sukagalih, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Senjata api yang saksi kuasai serta setiap harinya berada dan di simpan di dalam mobilnya tersebut yaitu berjenis pistol, merk Bareta, made in Italy MOD 92 FS, Calliber 9mm H 017 24Y CAT. 5802, warna hitam dengan panjang 210 mm dan lebar 100 mm,” jelas Muslih.

Disebutkannya, saksi juga menjelaskan bahwa maksud dan tujuan saksi menguasai, membawa, dan menyimpan senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, yaitu untuk menjaga diri.

Selain itu, tambah Muslih, saksi juga menjelaskan saat dirinya menguasai, membawa, dan menyimpan senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak tersebut, saksi memiliki izin langsung dari Mabes Polri dengan buku kepemilikan senjata No. Pol. SIPSPK/ 10118-a/ VII/2019 tertanggal 31 Juli 2019.

“Saksi pun menjelaskan bahwa pada saat itu dirinya merasa diancam dan diintimidasi oleh massa yang berjumlah kurang lebih 100 orang. Setelah itu saksi masuk ke dalam mobil dan mengambil senjata yang kemudian ia simpan di dalam saku celana sebelah kanannya dan sama sekali tak dikeluarkan apalagi ditodongkan kepada siapa pun,” tambahnya.

Dari keterangan saksi kata Muslih, petugas mendapatkan keterangan bahwa senjata api jenis pistol karet itu didapatkannya melalui hibah langsung dari Sdr. Alfian, Direktur D’Crown yang beralamat di Perum Johar Indah D/1 RT 01 RW 10 Desa Adiarsa Timur, Kabupaten Karawang. Hal itu sesuai dengan surat izin Kapolri No. SI/ 4664/VII/YAAN.2.8/2019 tertanggal 31 Juli 2019.

Terkait kronologis peristiwa keributan yang terjadi di kawasan Jalan Patriot pada hari Kamis (4/6/2020), Muslih menyampaikan berdasarkan keterangan saksi, terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu awalnya saksi berniat pergi ke lapang bulu tangkis untuk olahraga, tetapi ia mendapatkan kabar dari Wakil Kepala SMKN I Garut bahwa Gedung Patriot yang selama ini dikelolanya sudah dibongkar sekelompok orang.

“Setelah itu saksi melihat gedung tersebut dan ia berada di lokasi. Gedung Patriot memang sudah dikuasai oleh massa dari sejumlah ormas dan Kadin,” tutur Muslih.

Kemudian lanjutnya, saksi menghampiri kerumunan tersebut dan menjelaskan kepada mereka, tetapi sebelum saksi menjelaskan, ia sudah merasa terintimidasi dan merasa terancam dengan situasi tersebut sehingga untuk berjaga-jaga, ia kemudian kembali ke mobil dan mengambil pistol karet jenis Bareta.

Masih menurut Muslih, hasil pemeriksaan petugas, didapatkan dokumen kepemilikan senjata yang dibawa saksi yakni surat Izin dari Mabes Polri Nomor : SI/ 4664/ VII/ YAN2.8/ 2019 untuk pemindahtanganan (hibah) senjata peluru karet.

Dijelaskannya, ada juga buku senjata peluru karet nomor: SEN/ IV-4/ 33/ GK/ BL/ 2019, tanggal 05 Agustus 2019 serta Surat Izin Penggunaan Senjata Peluru Karet Nomor: SIPSPK/ 10118-C/ VII/ 2019, tanggal 31 Juli 2019 berlaku s.d 30 Juli 2020.

Lebih jauh Muslih mengungkapkan, pihaknya akan melakukan tindak lanjut dari kasus tersebut di antaranya dengan melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi lainnya yang berada di TKP pada saat kejadian, melaksanakan gelar perkara, dan membuatkan video klarifikasi.

Di sisi lain, sebelumnya terjadi perbedaan pendapat terkait penggunaan lahan di kawasan Jalan Patriot yang selama ini digunakan toserba oleh pihak SMKN 1 Garut bernama Gedung Patriot.

Pihak Kadin Garut yang merasa punya hak untuk menempati gedung itu karena mengaku mendapatkan izin dari Pemkab Garut berniat untuk menempatinya.

Sementara pihak SMKN 1 Garut juga berusaha mempertahankannya karena punya hak menempati gedung yang selama ini dikelolanya tersebut. @zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Garut Mengaku Malu atas Rebutan Lahan antara SMKN 1 dan Kadin

Rab Jun 10 , 2020
Jangan Lupa Bagikan– “Tidak perlu diributkan seperti ini. Apalagi lahan itu bukan milik Kepala SMKN 1 Garut dan juga bukan milik Kadin. Itu lahan milik Pemkab Garut.” VISI.NEWS – Rebutan lahan di kawasan Jalan Patriot yang terjadi antara pihak SMKN 1 Garut dan Kadin Garut, mendapat tanggapan Bupati Garut, Rudy […]