REFLEKSI | Bawalah Allah dalam Niat Baikmu

Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

SETIAP kebaikan yang kita lakukan, walau nilainya kecil sebiji Dzarrah, Allah tetap memberi nilai, dengan perhitungan yang mampu memberatkan timbangan mizan saat nanti di Yaumul Hisab

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.“
(QS. Al Zalzalah, Ayat 7-8)

Perhitungan Allah sangat berbeda, dengan teori matematis nya manusia yang mengukur sesuatu seperti ukuran dalam hitungan di pikirannya, Ia memperlihatkan kasih sayangnya, karena bisa jadi sesungguhnya dalam diri manusia tersebut, ada hal baik yang tersimpan, dan Allah-lah yang melihat langsung hal itu.

Mata lahir kita, di jaman ini, yang seringkali melihat hal viral yang jadi settingan, para konten kreator dalam mendulang like dari followers nya, memberi kita gambaran, betapa manusia sesungguhnya sangat gila pujian, sehingga apa yang mereka sengaja buat dalam memperlihatkan kebaikan-kebaikan mereka, memiliki niat yang kecondongannya berat sisi duniawinya, di banding sisi akhiratnya.

Apakah kebaikannya, hal terpuji, dan amalan keikhlasannya murni datang dari pribadi si konten kreator yang sesungguhnya ?

Ini bisa dibuktikan oleh waktu !
Bagaimana cara Allah, suatu saat membongkar karakter aslinya ? Sehingga Allah singkapkan pula pada kita, suatu pelajaran berharga, dari peran manusia yang hanya menggunakan kedok kebaikan, untuk mendulang keuntungan dunia yang ia kejar.

Pernah kita lihat bersama, bagaimana di media massa dihebohkan, seorang pemotor membagi-bagikan uang puluhan juta, pada pengendara motor yang berhenti di jalanan kota Bandung, setelah diberitakan kejadian itu dan menjadi viral di dunia Maya, semua orang seluruh Indonesia mencari tahu siapa ia ?

Baca Juga :  TAUSIAH: Tiga Bentuk Kezaliman yang Dapat Mendatangkan Murka Allah SWT

Dan rasa kepenasaran kita terjawab .
Akhirnya kita tahu, pemotor budiman, yang baik itu, yang telah membagi-bagikan uangnya, ia adalah crazy rich Kabupaten Bandung.
Maka akhirnya, jadilah ia idola, dan banyak ditiru sepak terjangnya hingga ia bisa sukses kaya raya di usia mudanya.

Apa kiatnya menjadi bisa sekaya itu ?

Manusia selalu terpesona oleh apa yang menjadi kemewahan dunia, sehingga lupa diri, dengan kurangnya rasa bersyukur atas apa yang telah ia miliki. Jalan pintas untuk menjadi kaya, ternyata memang Allah anjurkan dengan suatu proses yang harus dijalani…bukan dengan jalan instan yang berharap bisa mendongkraknya menjadi kaya mendadak.

Akhirnya apa yang terjadi ?
Banyak yang terjebak !

Kebaikan si pemotor budiman itu, hanya untuk mendulang simpati, mendulang untung, mencari mangsa dari mereka yang tidak waspada.
Sampai berita sesungguhnya atas bisnis yang dijalankan konten kreator tersebut, banyak menjebak para investornya, hingga ngedrop hilang harta ratusan juta, bahkan sampai miliaran.

Sangat tega dunia tipu menipu yang dilakukan manusia saat ini. Hingga sang investor hilang harapan, dan ia telah jadi korban, dari sebuah penipuan gaya baru, dengan memanfaatkan teknologi, dalam permainan trading binary option melalui aplikasi Binomo yang oleh konten kreator itu gembar-gemborkan, namun ternyata hanya untuk mencari mangsanya.

Yang lainnya pun sama, kebaikan yang jadi kedok, Allah singkap pada sebuah peristiwa, di mana ia memaki sejadi-jadinya tampa perasaan, seorang pedagang tua, yang sengaja memanggilnya untuk meminta uang, disebabkan crazy rich ini, memang sangat terkenal dengan suka membagi-bagikan uang.

Apa yang terjadi setelah kejadian itu ?
Maka hilanglah followersnya sampai jutaan orang.
Simpati padanya mulai berganti rasa antipati.
Manusia se Indonesia akhirnya tahu karakter sifat aslinya yang tidak semanis apa yang di settingkan.

Baca Juga :  Bupati Berharap Zonasi Pendidikan Mulai dijalankan di Kabupaten Bandung

Itulah keadaan banyak manusia, yang jika kita cermati, bisa menjadi pelajaran nurani, bagi kita, bila kita mau mengambil i’tibar dari kejadian itu.

Membangun niat suci ternyata selalu dihadapkan pada godaan iblis yang selalu mencari cara dalam membelokan niat kita yang ikhlas.
Ke ikhlasan bisa terbangun jika kita lakukan dengan cara ;
1. Kita langsung yang melakukan, dan jadi pelakunya. Di sana kita
sendiri, tampa ada orang lain yang mengikuti kita, dan
mengabadikan kegiatan kebaikan kita itu.
2. Ke ikhlasan atau niat suci tidak untuk di jadikan riya’ atau di
pamerkan, dalam sorot kamera, di vidio shooting yang kita siapkan.
3. Kebaikan yang kita lakukan, hanya kita yang tahu, dan biarkan itu, tidak untuk jadi konsumsi bahan pemberitaan.
4. Hadirkan hati, tidak ada tendensi apapun atas apa yang kita
perbuat.
5. Tidak berlebihan, dan memberi sesuai kemampuan kita. Berapapun itu, dan tidak memaksakan di luar kemampuan kita.
6. Niatkan karena Allah, dan hanya ingin ridho Allah saja. Sehingga niat kita membantu orang lain, menghadirkan ketulusan.
7. Kebaikan kita, merupakan rahasia kita !
Hanya antara kita dan Allah saja yang tahu.

Allah selalu hadir dan ada, dalam segala bentuk amal baik yang kita lakukan, Ia selalu bangga pada umatnya yang menjadi penebar kebaikan itu. Sedikit apa yang bisa kita perbuat untuk bisa memberi manfaat pada kehidupan, menjadikan diri kita sendiri, menjadi penyambung dan penguat kehidupan bagi orang lain. Berlomba-lombalah dalam segala amal kebaikan yang bisa kita perbuat, dari mulai yang kecil, sampai yang paling besar yang bisa kita darmabaktikan, bagi kehidupan, bagi agama, dan bangsa ini.

Baca Juga :  Kubu AHY Nilai Pernyataan Max Sopacua Terlalu Mengada-ada

Al Qur’an, surat Ar Rahman ayat 60 : “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”.
Artinya kebaikan yang kita lakukan, besar dan kecilnya, pasti akan berbalas dengan kebaikan yang Allah berikan. Kebaikan adalah pembuka pintu keberkahan, rezeki, dan menjauhkan dari keburukan dan azab.

Semoga kita selalu diberkahi dengan kemampuan berbuat kebaikan, untuk amalan saleh yang kita dapat lakukan, dengan niat suci, keikhlasan yang tulus yang selalu kita bawa, semoga kita selalu diberkahi akal sehat, kekuatan, dan rezeki dariNya, serta dijauhkan kita dari sifat riya’ yang selalu ingin mendapatkan sanjungan dan pujian….Aamiin.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dewan Pers Apresiasi Pejabat Publik yang Mendukung Profesionalisme Pers

Sab Jun 18 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Video viral tentang audiensi jurnalis dengan Kapolres Sampang, AKBP Arman SIK MSi, pada 14 Juni 2022 di Mapolres Sampang, Jawa Timur, mendapat perhatian serius dari Dewan Pers. Dalam cuplikan video itu, Kapolres menyatakan hanya akan melayani insan pers yang tersertifikasi dan perusahaan pers yang sudah […]