Search
Close this search box.

Refleksi dan Perbaikan Diri: Menyambut Akhir Tahun/Tahun Baru dengan Taubat dan Doa

Ilustrasi./visi.news/freepik.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Sebagaimana diketahui bersama, dalam kalender Islam yang berbasis penanggalan qamariyah, setiap tahun terdiri dari 12 bulan. Salah satu hal yang membedakan kalender ini adalah adanya empat bulan yang dimuliakan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram yang berurutan, serta bulan Rajab yang terletak antara Jumadits Tsani dan Sya’ban (HR. al-Bukhari dan Muslim). Bulan Muharram menjadi bulan pertama dalam tahun baru Islam, sedangkan Dzulhijjah adalah bulan terakhir yang menandakan penghujung tahun.

Saat ini, umat Islam tengah memasuki akhir bulan Dzulhijjah, bulan yang menutup tahun ini. Seiring berlalunya 355 hari di tahun ini, banyak hal yang telah dilalui. Tentunya, dalam perjalanan hidup, tidak ada manusia yang lepas dari salah dan dosa. Oleh karena itu, bagi seorang mukmin, memperbanyak taubat dan memohon ampunan dari Allah adalah sebuah kewajiban. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar, dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.” (QS. Al-Taubah: 112)

Bertaubat adalah salah satu ciri orang mukmin yang sempurna. Dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik RA, disebutkan bahwa orang mukmin memiliki lima hari raya, dan salah satunya adalah hari yang dilalui tanpa tercatat dosa. Ini menjadi bukti bahwa taubat dan bersegera dalam kebaikan adalah ciri orang yang selalu menjaga kesucian diri. Allah berfirman: “Mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, serta bersegera kepada kebajikan; mereka itu adalah orang-orang yang saleh.” (Ali Imran:113-114)

Baca Juga :  Ruby Chairani Soroti Kesejahteraan Dosen PTS Non-ASN dan Pemerataan Riset Nasional

Orang saleh adalah mereka yang menjaga kebaikan dan senantiasa meningkatkan amal ibadahnya. Pada akhir bulan Dzulhijjah, bulan penghujung tahun, umat Islam sering kali melaksanakan berbagai amalan seperti shalat, dzikir, puasa, dan doa, sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan ampunan. Para ulama menekankan pentingnya doa dan dzikir pada momen ini untuk membersihkan dosa-dosa yang telah berlalu.

Salah satu doa yang sangat dianjurkan adalah doa akhir tahun. Dalam kitab Nawadir al-Qalyubi disebutkan, jika seseorang membaca doa ini sebanyak tujuh kali, Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah diperbuat sepanjang tahun. Doa ini memohon ampunan atas segala kesalahan yang telah dilakukan, baik yang disadari maupun yang terlupakan.

Doa Akhir Tahun

اَللهم مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هذه السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلُمْتَ عَنِّيْ بَعْدَ قُدْرَتِكَ  عَلَى عُقُوْبَتِيْ، وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَيْكَ فَاغْفِرْ لِيْ يَا غَفُّوْرُ

“Ya Allah, apa yang telah aku kerjakan di tahun ini berupa yang Engkau larang dan Engkau tidak ridhoi, dan apa yang telah aku lupakan, padahal Engkau tidak melupakannya, Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), padahal Engkau berkuasa memberikan siksa kepadaku. Dan Engkau telah mengajak aku untuk bertaubat. Maka ampunilah aku, Wahai Dzat yang Maha Pengampun.”

Selain itu, ada juga amalan khusus yang dilakukan pada hari terakhir bulan Dzulhijjah. Salah satunya adalah shalat sunnah yang dilakukan sebelum matahari terbenam. Setelah shalat, ada doa khusus yang bisa dibaca, seperti mengucapkan “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah, lahul mulk wa lahu alhamdu yuhyi wa yumit, wahuwa hayyun laa yamoot.” Dengan mengerjakan amalan ini, diharapkan mendapatkan ampunan dari Allah.

Baca Juga :  Pastor Diculik dalam Serangan Dini Hari di Kaduna, Keamanan Nigeria Utara Kembali Dipertanyakan

“Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya-lah kerajaan dan bagi-Nya-lah segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia yang hidup dan tidak mati. Di tangan-Nya segala kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Di awal tahun baru Islam, umat Islam juga dianjurkan untuk berdoa, memohon perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT. Doa yang diajarkan pada awal Muharram mengandung permohonan agar Allah melindungi kita dari godaan setan, memberikan pertolongan dalam menghadapi nafsu buruk, serta mengarahkan kita untuk selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya. Doa awal tahun yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

Doa Awal Tahun

اَللّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْحَيُّ الْقَيُوْمُ الْكَرِيْمُ الْحَنَّانُ الْمَنَّانُ وَهذِهِ سَنَةٌ جَدِيْدَةٌ أَسْأَلُكَ فِيْهَا الْعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَطَانِ الرَّجِيْمِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

“Ya Allah, Engkau Zat Yang Maha Abadi, Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, Maha Mulia, Maha Pengasih, dan Maha Pemberi Nikmat. Ini adalah tahun yang baru, dan di tahun ini aku mohon kepada-Mu penjagaan dari godaan setan dan sekutu penolongnya, serta memohon kepada-Mu pertolongan atas nafsu amarah yang memerintahkan keburukan.”

Dengan menyambut tahun baru ini, umat Islam diharapkan dapat memperbaiki diri, bertobat atas segala kesalahan, dan berusaha untuk terus berbuat kebaikan. Amalan-amalan di akhir dan awal tahun ini merupakan kesempatan berharga untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang akan datang.

Wallahu a’lam.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :