REFLEKSI | Hoaks dan Kita

Silahkan bagikan
Oleh Bambang Melga Suprayogi M.Sn.

SAKING kita haus berita, kabar apapun kita lahap habis, kita ini, seperti orang lapar yang mendapat makanan gratis, dengan menu sesuai selera, sehingga kita lupa, harusnya berhenti sebelum kita kenyang.

Makan itu asik seperti halnya kita melahap berita.
Bagi yang sudah terbiasa makan, makanan yang bergizi, dan sarat hanya makan yang sesuai dengan konsep kesehatan, 4 sehat 5 sempurna, tentunya, typikal orang seperti itu sangat apik memilih makanan yang sehat baginya.

Namun tidak bagi yang biasa mengabaikan kesehatan, apapun pokoknya yang dinamakan makanan, yaa, semuanya bisa dilahap….”hap, hap, lalu di tangkap.”

Persis seperti nyanyian cicak-cicak di dinding, yang dinyanyikan anak-anak TK sampai SD, saat kita duduk di bangku sekolah dasar, yang lagunya masih kita hapal itu sampai sekarang.

Bahaya melahap makanan junk food, atau makanan sampah itu, berakibat berbahaya bagi kesehatan!

Begitupun melahap berita hoaks, itu sangat berbahaya bagi kesehatan jiwa, kewarasan hati, kejernihan pikiran, dan pola perilaku kita yang akhirnya bisa membenci siapapun yang hoaksnya menyakut tendensi kebencian, yang dihembuskan tampa dasar yang realistis, sekedar untuk membakar rumput kering dihati kita yang mudah di sulut.

Itulah hoaks, berita bohong yang dihembuskan, seperti sebuah kebenaran nyata yang disajikan, padahal, penuh kepalsuan, penuh daya rusak, memuat kebohongan, dan lagi-lagi syaitan menang lagi atas diri kita yang sering kali bobol mata hatinya, walau ibadah tak putus kita perbuat setiap saat…

Tapi hoaks kita nikmati, bahkan malah kita pun memproduksi hoaks itu sendiri, dan puas bilamana hoaks kita ada yang menanggapi.
Sangat-sangat di sesalkan!

Baca Juga :  TAUSIAH: 40 Kata-kata Islami Tentang Ujian Hidup (3/Habis)

Aneh kan ?
Merasa kah diri kita sering bobol mata hati kita termakan berita hoaks ?
Yaa…penulis sering !
Sering kecolongan juga sih.
Itu dulu tapinya !!
Sebelum insaf, dan Tuhan belum memberi petunjuk, hidayahNya.

Hoax dan kita, bagi yang mata hatinya tak hidup, bagaikan baju-baju yang gagah dan cantik, yang kita kenakan!

Lalu dengan gayanya, baju itu kita pakai dan bergayalah kita dengan baju itu, sampai kita pamer-pamerkan di depan publik, seperti peragawan peragawati cari perhatian.

Itulah hoaks, kebohongannya yang sok iye, dan yang bacanyapun lurus-lurus juga, iye iye ajeh.

Bahaya kang mas jika kita hidup Tampa filter !!
Lubang kloset saja diberi penyaring agar bisa menyaring kotoran yang bisa menghambat lubang pembuangan.

Coba bayangkan jika lubang pembuangan tertimbun banyak kotoran dan sampah yang mengendap…bakal kewalahan kita air toilet tak lancar, dan lubang pembuangannya bermasalah…tak nyaman kita dengan Toilet kita yang bermasalah itu.
Bahkan hanya karena lubang kloset, hidup kita bagaikan di neraka…

Lah sekarang otak !
Memori kita !
Itu tak kita filter ?
Bhuaahaayaa ….sekali nantinya !!
Akan sama saja nantinya bermasalah, seperti si lubang toilet itu kang mas.

Salah-salah kita terlalu semangat teriak,
S H A R E sebanyak mungkin, kena deh, kita dengan UU ITE, menyebarkan berita bohong, yang bodong .
Wuiih… kan tamat riwayat dan karier kita kang mas.

Kang mas, hoaks itu bukan teman baik kita !
Iya bukan sahabat yang membawa kebaikan.
Penyebarnya bukan soudara yang sayang pada saudaranya.

Kang Mas, hoaks itu adalah…
Musuh kita, musuh semua, musuh bersama, musuh manusia sealam dunia.

Jika syetan mampu mencelakakan dan menjerumuskan kita!
Maka manusia pembuat hoaks adalah, lebih hebat dan cerdas dari syaitan musuh manusia itu sendiri.

Baca Juga :  Di Ikuti 36 Wartawan, PWI Gelar Raker dan OKK

Bertemanlah dengan manusia yang sebenarnya manusia.
Bukan berteman dengan manusia penebar hoaks…apalagi, sampai kitanya pun jadi terkontaminasi, dan jadi rangkaian transmisi penebar hoaksnya…

Hihihi..kiamat dunia jika tak ada malaikat!

Untungnya UU ITE itu nyata adanya.
Hingga tak perlu malaikat turun tangan mengazab si penebar hoaks, yang telah menganggu kenyamanan, dan tatanan dunia yang kita jaga kedamaiannya.

Mari perangi hoaks.
Mari berpikir jernih.
Mari jadi manusia yang mampu berpikir baik demi kebaikan alam dunia….

Semoga kita bisa!
Alhamdulillah.

***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Percepat Pemulihan Pascapandemi, Kominfo Dorong Pemanfaatan Ruang Digital Positif dan Produktif

Ming Feb 13 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Pemanfaatan ruang digital menjadi salah satu alternatif jawaban atas tantangan pemulihan pascapandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemerintah melakukan percepatan pembangunan konektivitas digital sebagai salah upaya meningkatkan perekonomian nasional. Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menyatakan pengalaman Indoenesia dalam membangun infrastruktur digital sekaligus pemanfaatan […]