REFLEKSI | Ikhlas, Tanpa Pamrih

Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi

DIEMBEL-embeli pahala, atau balasan yang menguntungkan, kita selalu baru mau melakukan kebaikan.

Kebaikan yang kita lakukan, apa harus dengan pamrih?

Jika tanpa itu…apa kita masih mau mengerjakannya ?
Ayolah…jangan seperti anak kecil kita ini.
Sehingga apa-apa, harus selalu terlebih dahulu,   di beri permen, itu kemauan seperti anak kecil.

Bagaimana agama ini mulya ?
Jika umatnya, kolokan, dan berkarakter amatiran.

Terlalu banyak manusia berbuat amal dalam hidupnya, harus diiming imingi imbalan !!
Imbalan layaknya balasan hadiah yang kita mau,  sekaligus membutakan kita, menutup mata hati ini, karena apa-apa selalu berpamrih…

Sehingga jika tanpa itu, kita tak akan mau melakukannya !
Kerja kita mogok !!
Magel, diam statis !!
Tak mau gerak hebat, dan tak berinisiatif.

Manusia jika telah berhitung, lupa pada banyaknya nikmat Allah yang tak dapat dibilang.

Cari amal, mau balasan !
Ada balasan, baru bisa, dan mau  untuk dikerjakan !!

Mana ikhlasmu?
Mana kesadaran mu, yang bisa kau buat dengan menghadirkan ikhlas !!

Ikhlas adalah amalan kelas tinggi, yang tak ada lagi yang bisa menandinginya.
Ikhlas adalah ciri kehakikian..dan ikhlas adalah
Ujung iman, yang terdalam.

Ikhlas itu…
Bukti kepasrahan, atau perbuatan tanpa tendensi imbalan.
Ikhlas itu, pengorbanan tanpa batasan.

Dan para Nabi pun, di coba keikhlasannya dalam menerima cobaan…dengan segenap kesadaran.

Kesadaran untuk ikhlas, akan menjadikan kita mutiara.
Keadaan ikhlas diri, untuk berkorban, disana Allah  akan tambahkan kenikmatan, dan Allah bukakan pintu keselamatan.
Coba kau lihat, perjalanan Ibrahim, Ismail, Yunus, Yusuf, dan Ayub.

Berkacalah pada keikhlasan mereka.
Berkorbanlah sepenuh keikhlasan.

Ikhlas adalah kesadaran tanpa pamrih.
Ia merupakan dorongan hati termulya, hingga
Hati akan membukakan dirinya padamu…
Dan dengan itu, engkau akan mendapatkan sebuah ilmu, yang datang dari perbendaharaan
Tuhanmu yang Maha Esa.

Baca Juga :  Wamenag Berpesan Agar Para Dai Respons Girah Keberagamaan Kaum Millenial

Ikhlas akan mendekatkan engkau, dengan manusia-manusia pilihan lainnya, yang Allah hadirkan untukmu, sebagai penguat, dan teman, bagi perjalanan panjang keberadaanmu, dalam jalan membesarkan nama Tuhanmu ini.

Bungkuslah setiap gerakmu, dengan keikhlasan, bangunlah hatimu dengan banyak kesadaran, insyaAllah, dirimu akan menjadi magnit banyak orang, dan mereka akan mulai menyapamu, seperti engkau adalah saudaranya yang pernah mereka kenali…

Karena sesungguhnya mereka telah kenali, engkau dialam Ruh, dan tercerai setelah terlahir dialam dunia, dan dipertemukan kembali, setelah hatimu, menjadi suci.
Subhanallah.

Alhamdulillah.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Cucu : Alhamdulillah Yah, Kang Dedi Lebih Disukai Ketimbang Kang Emil

Ming Mar 13 , 2022
Silahkan bagikanVISINEWS | BANDUNG – Anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat (Jabar) Cucu Sugyati mengapresiasi atas hasil survei yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO) baru-baru ini kaitan dengan tingkat kesukaan publik terhadap Anggota DPR-RI, Dedi Mulyadi. Dalam hasil survei tersebut, masyarakat Jabar cenderung menyukai eks Bupati Purwakarta Kang Dedi Mulyadi […]