REFLEKSI | Iqro adalah Mujizat Nabi untuk Kita

Editor
Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

SEBAGAI seorang muslim kita di wajibkan untuk menuntut ilmu, ilmu bagi seorang yang beriman, adalah jalan menuju keselamatan hidupnya baik saat ia berada di dunia, maupun saat kematian datang menjemput, dan berakhirlah kiprahnya di dunia, untuk di lanjutkan di kehidupan berikutnya di alam akherat.

Manusia yang berilmu merupakan manusia yang secara lahir dan batin, ia siap mengarungi kehidupan di dunia sekeras apapun untuk ia tundukan.

Manusia berilmu adalah manusia yang bagi masyarakat di mana ia berada, bagaikan mata air yang selalu memancarkan air jernih berkualitas, yang bisa memenuhi dahaga bagi mereka yang kehausan. Dan manusia berilmu adalah cahaya yang mampu menyinari manusia lainnya untuk keluar dari kegelapan dirinya.

Hal monumental bagi terbangunnya kesadaran untuk memperoleh ilmu, adalah saat peristiwa besar turunnya wahyu pertama yang dibawa oleh Malaikat Jibril, kepada Nabi kita Muhammad SAW, yang berisi perintah membaca, ‘Iqro.’

Ini adalah sebuah situasi dimana ilmu dipaksakan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi, agar Nabi mau menerima, dipaksakan pada Nabi untuk percaya, bahwa ia bisa menerima apa yang Jibril ajarkan untuk beriqro…Akan tetapi, sebagaimana Nabi pun adalah seorang manusia, Nabi ragu bahwa ia mampu, dan bisa seperti apa yang di minta Jibril, beberapa saat ia belum yakin, bahwa Nabi, bisa seperti apa yang di mau malaikat Jibril.

Dan begitu kerasnya malaikat Jibril memaksakan apa yang ia amanahkan untuk Nabi terima, sampai harus malaikat Jibril memeluk keras tubuh Nabi, hingga nafasnya pun sesak, itu sebuah gambaran, kuatnya Jibril berupaya, sebagai cara membantunya memberi keyakinan dalam menyugesti Nabi untuk hal ini.

Dari peristiwa Iqro itu, bisa kita ambil benang merah, kesimpulan, bahwa Menuntut ilmu, mendapatkan ilmu harus terlebih dahulu, terbangun dalam hati kita, kekuatan mental, besar prinsip dalam hati kita, bahwa kita mampu mempelajarinya, mendapatkannya, dan bisa mengamalkannya.

Baca Juga :  Laga Krusial Timnas Indonesia vs Thailand pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Besok

Jika melihat kembali peristiwa Allah memerintahkan Nabi untuk ber’Iqro, lewat wahyu yang di bawa Malaikat Jibril ini, itu adalah maklumat Allah kepada seluruh manusia, untuk mau membaca, mau mendapatkan ilmu, perintah ini, bukan hanya untuk umat Muhammad saja, tapi juga untuk umat lainnya, yang mau belajar untuk memperoleh ilmu.

Dengan demikian pentingnya ilmu yang bisa di dapat dari proses beriqro ini, harus kita baca sebagai mujizat yang di bawa Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, dalam rangka mencerdaskan umatnya, dan manusia lainnya di seluruh dunia.

Jika kita selalu mengingat, dan selalu merayakan turunnya wahyu pertama Iqro sebagai malam awalan turunnya Al Qur’an.
Berarti kita sedang mengingat sebuah peristiwa besar, turunnya mujizat ilmu,
yang keluarbiasaannya, seharusnya membuat kita, bagian dari umat ini, bergairah dalam menuntut ilmu.
Tidak bodoh, tidak mudah ditipu, dan diperdaya, karena saking cerdasnya kita dan kritisnya kita.

Namun apa lacur ?
Umat Muslim dalam berbagai belahan dunia, banyak yang masih hidup dalam kekelaman, kegelapan, kebodohan yang berlarut-larut, dan sengaja di biarkan tidak menjadi umat yang cerdas, baik karena situasi negaranya yang berkecamuk perselisihan, atau karena ketidak mauan dari individu umat muslimnya itu sendiri.

Harus di ingat, mujizat Iqro itu, adalah bentuk keluarbiasaan yang banyak kebermanfaatannya.

Lalu apakah kita tak menyadari hal ini ?
Apakah kita buta hingga umat Muslim tak mau menjadi cerdas ?
Jika Ilmu, Iqro dibaca sebagai sebuah Mujizat Nabi yang di wariskan pada kita Umatnya, apakah kita tak menginginkan mendapatkan pewarisan berharga itu ?

Maka pantas ada ungkapan bijak, “Ilmu lebih berharga dari harta apapun yang ada di dunia.” Tentunya hal ini adalah sebuah ungkapan dengan makna yang sangat dalam.
Di tambah hadist Nabi yang menyatakan kedudukan orang alim, ‘orang berilmu’ lebih tinggi derajatnya dari seorang ahli ibadah, sungguh sangat luar biasa Mujizat Nabi yang bisa kita raih nilai kemulyaannya ini.

Baca Juga :  Migor Masih Sulit Didapatkan, Kusnadi : Subsidi Migor Rp. 300 Ribu Per Tiga Bulan Sudah Tepat

beberapa hadist Nabi, yang memberi kabar gembira pada kita orang-orang yang mau menuntut ilmu, diantaranya ;

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim, no. 2699).

“Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang,” (HR Tirmidzi).

“Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim no. 1631).

“Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas.”
(HR Bukhari).

“Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu,” (HR Ahmad).

Sedangkan pada kitab suci kita Al Qur’an, Allah melebihkan orang berilmu, dari manusia kebanyakan, dengan di angkat ia menjadi mulya kedudukannya.
Beberapa hal yang Allah beri pada Orang yang berilmu;

1. Orang Berilmu Diangkat Derajatnya
“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah [58]: 11).

2. Orang Berilmu Takut Kepada Allah SWT
Dalam surat Fatir ayat 28, Allah SWT berfirman:
“Dan demikian pula diantara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya dan jenisnya. Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.”

3. Orang Berilmu akan Diberi Kebaikan Dunia dan Akhirat
Dalam surat Al-Baqarah [2]: 269, Allah SWT berfirman:
“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”

Baca Juga :  Wali Kota Apresiasi Buruh dan Pengusaha Kota Bandung Soal UMK

4. Orang Berilmu Dimudahkan Jalannya ke Surga
Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

5. Orang Berilmu Memiliki Pahala yang Kekal
Ilmu akan kekal dan bermanfaat bagi pemiliknya walaupun ia telah meninggal. Pada sebuah hadist tentang keutamaan ilmu dalam Islam:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata kepada Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Alhamdulillah, demikianlah mujizat dari ilmu yang membawa kita pada jalan kebaikan, baik di dunia, maupun di akherat kelak.

Semoga kita mampu meniti ilmu sebagai mujizat terbesar dari Nabi yang bisa kita warisi, sekali melangkah ber’iqro, berarti kita di tuntut untuk memperoleh ilmu setiap hari, baik dari apa yang kita baca, kita lihat, dan kita dengar.

Dan sebagai penyempurna ilmu yang kita dapatkan, maka amalkanlah apa yang kita ketahui dan peroleh itu.

Semoga Allah meridhoi, semoga Allah memudahkan jalan kita dalam mendapatkan kemulyaan dari ilmu yang kita pelajari ini, aamiin.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Way.ID Digital Platform Baru Dari PFI Mega Life Terintegrasi Dengan Allo Bank

Kam Jun 9 , 2022
Silahkan bagikan PFI Mega Life bekerjasama dengan Allo Bank menciptakan sebuah digital platform yang saling terintegrasi bernama Way.ID, satu akun untuk beragam kemudahan. Way.ID memiliki berbagai kemudahan dalam memilih produk, melakukan pembelian, kemudahan dalam mengajukan klaim. VISI.NEWS | BANDUNG – Kita sering mendengar istilah “dunia dalam genggaman,” karena saat ini […]