REFLEKSI | Jangan Tergelincir Tipu Daya Iblis

Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

IBLIS adalah mahluk yang sangat cerdas juga culas.
Ia sudah benar-benar mahluk yang paling banyak melakukan praktek dibanding hanya berteori, sebagaimana banyak kaum manusia lakukan.

Ya, iblis merupakan konseptor ulung, ahli strategi, dan ia sendiri langsung mencoba strategi yang ia jalankan, sehingga ia tahu titik lemah strateginya, dan ketika satu strateginya mental, ia punya cara lain dengan seribu strategi baru, hanya untuk meruntuhkan keimanan seseorang.

Itulah iblis, ia sangat agresif, pantang menyerah, tak hanya jago teori, tapi ia juga pekerja handal, yang selalu bekerja nyata, penuh gairah, hanya untuk menjadikan manusia beriman, menjadi manusia pengikut dia, yang nantinya akan menjadi temannya di neraka.

Iblis sudah sangat jelas berorientasi menjadikan keturunan Adam teman dia nanti di neraka, maka ia sejak dari awal, saat terusir dari surga, sudah bermaklumat di depan Allah, akan menggelincirkan para keturunan Adam, dari mulai anak-anak pertama Adam yang menjadi korbannya, yakni Habil yang dibunuh Qobil, sehingga peristiwa itu, menandai aksi kekerasan lainnya pada kaum manusia, di era-era berikutnya, sampai pada akhir zaman nanti.

Iblis pekerja gigih, kegigihannya terus ia buktikan tampa lelah, untuk membuat manusia soleh, beriman, bertaqwa, menjadi manusia celaka yang sama terkutuknya dengan dia.

Kita bisa melihat reputasi awalnya Iblis yang merupakan sosok mahluk Ahli ibadah, yang kedudukan sangat terhormat, sehingga untuk menghormati kedudukannya yang mulia itu, di tiap pintu langit, namanya harum dan tercatat, selalu di sebutkan dan tertulis di sana, sungguh luar biasa maqom kemuliannya iblis saat itu.

Dan ia Iblis, terjungkirbalikan posisinya, dari mahluk mulia, menjadi mahluk terlaknat, tercela dan hina, lantaran hanya hal sepele, tidak mau sujud kepada Adam.

Baca Juga :  HIDAYAH: Pelajari Banyak Agama Sebelum Akhirnya Memilih Islam

Nah, hal-hal sepele itu yang akhirnya iblis garis bawahi, untuk ia bawa sebagai cara menjerumuskan manusia, dengan berbagai kerja tipu dayanya, sedikit demi sedikit, menenggelamkan manusia, mulai dari hal sepele, agar manusia tak sadar, ia telah masuk dalam lubang jeratan iblis, untuk menjadikan manusia, menjadi mahluk hina seperti dia, di mana semua yang ia lakukan, atas pengalamannya dahulu di Surga, saat iblis masih bersama Adam, bapak moyangnya kaum manusia.

Cara kerja iblis mengelincirkan manusia, jika kita lihat dari sisi keakuan manusia yang selalu punya ego merasa sok paling benar, dan paling mulia, adalah dengan ;

1. Membuat manusia terjebak untuk saling menyakiti.
Diantaranya dengan paham yang ia anggap paling sempurna.
Maka, manusia satu dengan manusia lainnya dibuat untuk
menghujat, mencaci, memfitnah paham satu dan lainnya,
bahkan membid’ahkan dengan kejam, mengkafirkan, seakan surga menjadi haknya yang mutlak.

2. Membuat manusia merasa pemilik kunci surga, sehingga apa yang ia lakukan tak pernah salah, anti kritik, tak mau mendengar, dan
selalu merasa paling benar sendiri.

3. Membuat manusia tertipu dengan kehebatannya sendiri, ia tertipu
dengan sebutannya, sebagai sosok mulia, dengan segenap panggilan yang bisa melenakannya, seperti panggilan kiai, ustad, romo, habib, gus , den, sceng, elang, raden, pangersa, dan lain sebagainya, yang membuat sanjungan dalam penyebutan itu seakan memberi angin pada hadirnya ke akuan pada si manusianya, dan kejumawaannya, yang akhirnya sangat iblis sukai.

4. Membuat manusia berpikiran picik, sempit, fanatik buta, dan kuat
mempertahankan ego kesukuan, keagamaan, dan kedaerahannya. Sehingga tidak menyukai toleransi,
keberagaman, dan semangat nasionalisme, yang dianggapnya
syirik, dan berbahaya bagi keyakinan pada sang khaliqnya.

Baca Juga :  Hardiknas 2024, Satlantas Polres Gresik Go to School di SMKN 1 Duduksampeyan

5. Membuat manusia untuk mengeksploitasi agama, berkedok
agama, bukan untuk memperjuangkan agamanya, tapi mencari keuntungan sebesar-besarnya bagi kepentingan pribadi,
kelompok, golongan, dan tidak untuk kepentingan umat, bahkan
Tuhannya.

6. Membuat manusia sibuk dalam urusan duniawi, sehingga ia seakan akan sedang dalam kesibukan mengurusi umat, padahal ia sibuk mengurusi kepentingan pribadinya.

Begitulah cara iblis berstrategi mengelincirkan manusia.
bertahap, pelan, sedikit demi sedikit, akhirnya bisa sang iblis menjebloskan kita umat Nabi Muhammad SAW tergelincir terperosok dalam lubang besar, kebodohan dan kecelakaan diri.

Semoga kita selalu dalam lindunganNya, dan diselamatkan dari bala bencana tipu daya sang durjana, iblis laknatullah.

Dan untuk melawan semua itu, hadirkan keikhlasan, hadirkan kesabaran hadirkan hati dalam setiap niatan, sehingga kita mampu terus mengkontrol diri kita, tidak kebablasan, dan tidak keluar dari jalur lurus yang tengah kita jejaki.

Insyaallah manusia dengan niat suci, selalu menjadi pemenang, manusia dengan niat ikhlas selalu mendapat perlindungan, berdo’alah setiap waktu, tempelkan nama Tuhanmu dalam hatimu, sehingga Allah akan selalu menjaga langkah kita, anak cucu Adam ada dalam penjagaanNya, aamiin.

Terakhir, bekerjalah dengan niat suci, tulus ikhlas.
Bekerjalah dengan cara kreatif dan berstrategi.
Jangan kalah dengan cara kerja Iblis yang pelan, berproses dan akhirnya mendapat apa yang ia mau.
Manusia tetap mahluk paling unggul, sehingga 1.000 strategi yang iblis punya, kita masih punya 1001 keunggulan diri kita.

Selalu bersemangat.
Selalu antusias, dan percayalah…
Dalam kerja keras dan kerja cerdas kita, ada Allah yang akan menuntun keberhasilan kita.
Jangan banyak berteori, mari bekerjalah !

Alhamdulillah.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Penampilan Ronaldo Belum Berikan Dampak bagi MU

Sen Agu 1 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | MANCHESTER – Penampilan Cristiano Ronaldo di laga uji coba melawan Rayo Vallecano, belum memberikan dampak positif bagi Manchester United yang digelar di Old Trafford, Senin (1/8/2022) dini Hari WIB. Ini merupakan penampilan Ronaldo pertama kali setelah mantan pemain Real Madrid dan Juventus ini, melawatkan serangkaian pramusim yang […]