REFLEKSI | “Karunia” Sakit

Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi M.Sn.

SAKIT, merupakan sesuatu yang terjadi karena lemahnya daya tahan tubuh kita.

Karena sakit, aktivitas apapun yang sebelumnya sudah kita agendakan harus terhenti, dan di jadwal ulang.

Sakit adalah pengugur dosa, itu yang diyakini oleh sebagian masyarakat kita terkait sistem kepercayaan yang dianut.

Itu tak salah, karena dengan sakit bisa jadi, apa yang sebelumnya akan di lakukan dan sifat nya membawa kemudaratan, tak jadi diperbuat, dan mengugurkan perbuatan tak produktif, yang bisa jadi mengandung dosa didalamnya.

Sakit adalah peristiwa langka yang di alami tubuh kita, untuk rehat sejenak, dan istirahat dari kepenatan aktivitas berlebihan yang tentunya membuat kita juga lelah.

Berkahnya sakit juga, ketika itu kita alami, orang-orang yang berada disekeliling kita jauh lebih perhatian, dan respek dengan kita dibanding saat kita sedang sehat.

Ya, sakit menjadi sebuah karunia Tuhan, terkumpulnya kesadaran, terbangunnya kedekatan, dan tumbuhnya kasih sayang, yang sebelumnya tidak kita rasakan.

Dalam sakit ada kesempatan kita menjeda semua aktivitas penting yang biasa kita lakukan.

Yang biasanya, menjeda, atau meluangkan waktu, adalah hal sangat sulit.
Utamanya, saat dalam keadaan sehat diri kita ini.

Sakit adalah waktu dimana kita mampu melakukan perenungan, atau mau melakukan refleksi diri, berbicara dengan hati kita sendiri, untuk mendapatkan pesan dari dalam jiwa, bagi suatu proses perbaikan kediriannya.

Sakit kadang harus Tuhan paksakan pada manusia, sebagai salah satu bentuk, cara Ia mengingatkan kita, bahwa kita itu mahluk lemah.

Dengan demikian kitapun ingat, ada Tuhan maha gagah yang harus kita dekati untuk kita mintakan ridhoNya, agar kita diberi sehat kembali.

Baca Juga :  Keluarga dan Sekolah Punya Peran Strategis dalam Hentikan Intoleransi dan Kekerasan

Sahabat, kita nikmati diri kita saat-saat dalam keadaan sakit !
Cobalah gali sakit kita !
Ada pesan apa yang Tuhan khususkan untuk kita renungkan.

Tidak semata-mata,”ujug-ujugnya” sakit ini, jika tidak ada sesuatu yang penting !
Yang Tuhan sedang berikan pada kita.

Sang pencipta pastinya sedang menjalankan skenario penting bagi kita.

Apa itu ?

Agar kita mau berpikir kembali, melakukan perenungan kesadaran diri.
Merestart kita, memprogram ulang, agar setelahnya sembuh, kita menemukan kesadaran baru, yang lebih baik.

Kesadaran apa yang dikehendaki Tuhan dari sakit yang kita alami ?

Kesadaran bahwa kita mahluk lemah yang harus selalu sadar akan kelemahan diri kita.

Sadar bahwa Tuhan adalah tempat bermuaranya semua harapan, dan berharap dengan menginggatNya, adalah sebuah pesan rindu Tuhan, untuk mahluk agar selalu menyapanya.

Sadar bahwa tubuh memiliki kadar kekuatan yang harus selalu di jaga, agar tonase yang di embannya, sesuai kadar yang bisa dijalankan, tidak dipaksakan mengemban sesuatu secara berlebihan.

Sadar sehat adalah Rahmat Tuhan yang sangat besar dan harus selalu di syukuri.

Mensyukuri sehat, berarti kita dapat mensyukuri Rahmat Tuhan yang diberikan pada kita.

Sadar bahwa sakit itu adalah cobaan, maka takala datangnya sakit, yang harus diperbanyak adalah beristighfar, menginggat Dia sang maha pencipta, agar dapat memaafkan kesalahan dan khilaf kita, yang pernah diperbuat baik dalam kondisi sadar ataupun tidak.

Terbangunnya kesadaran baru, bahwa sehatnya kita setelah sakit, seperti keadaan fitrinya kita saat terlahir kembali.

Begitulah sahabat…

Kesadaran untuk selalu sehat dalam berpikir, itu datangnya setelah Tuhan ingatkan kita dengan caranya mengharuskan kita sakit.

Bersyukurlah bagi yang pernah sakit, dan menemukan bentuk kesadaran baru dari dirinya.

Baca Juga :  Sidik Pisan (3)

Sehingga, setelah ia sembuh, seluruh orentasi dirinya di masa depan, adalah orentasi berkiprah berbuat terbaik, yang pastinya, akan banyak maslahatnya, dan kebermanfaatannya.

Semoga Allah selalu menyehatkan cara berpikir kita, menyehatkan cara pandang dan orentasi kita dalam memberi kebermanfaatan hidup…amin.

Berpikirlah sehat.
Manfaatkan kesehatan, untuk berpikir lebih produktif…lebih cerdas, lebih bermaslahat.
Dengan sehat kita akan berpikir lebih kuat, lebih berkualitas, dan lebih inovatif.

Insyaallah, Alhamdulillah.

***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Presiden Minta Daerah Percepat Vaksinasi Dosis Kedua dan Booster

Sab Feb 19 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BOGOR –  Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memantau pelaksanaan vaksinasi melalui konferensi video, Jumat (18/02/2022).  Dalam konferensi video yang menghubungkan penyelenggara vaksinasi di 17 provinsi di tanah air tersebut, Presiden meminta pemerintah daerah untuk mempercepat vaksinasi dosis kedua dan juga dosis lanjutan atau booster. “Saya hanya […]