REFLEKSI | Modal Dakwah

Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

APA yang kita harus punya, jika kita hendak bepergian jauh ?
Apa yang harus kita persiapkan jika akan melakukan kebaikan ?
Siapa yang sudah pantas dan dianggap layak untuk memberi ?
Dengan apa semua itu di lakukan ?

Yaa, Allah memberi pengertian yang lugas, rambu yang jelas pada kita umatnya, dalam bermuamalah melakukan kebaikan, di jalan yang di ridhoNya.

Menjawab pertanyaan di atas, semuanya memerlukan adanya kemampuan kekuatan harta yang signifikan.

Itu mengindikasikan agar kita bisa memiliki modal penting untuk pergi berjuang di jalan Allah, tentunya, dalam semua aspek kebaikan yang kita bisa lakukan, dan itu harus dengan syarat, kitanya harus terlebih dahulu, menghadirkan diri kita kaya, dan sudah berkecukupan, memiliki harta, yang akan memudahkan semua usaha kita dalam membantu syiar Islam kita, maupun membantu syiar Islam para sahabat kita lainnya, sehingga dengan itu, bisa berkembang dan memperoleh kemajuan.

Yaa, berjuang di jalan Allah memerlukan harta, yang harus dimiliki terlebih dahulu, baru kemudian yang lain mengikuti setelah itu, baik jiwa sebagai tolak ukur kesungguhannya dalam berjuang di jalan Allah ini.

Quran Surah Al Hujurat : 15
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS: Al-Hujurat 49:15)

Kata harta, ada di depan kata jiwa yang ada di belakangnya, nah inilah pesan yang harus di maknai, betapa harta, adalah perbekalan yang harus cukup.

Yaa, aspek perjuangan syiar Islam itu tak lepas dari harus adanya penunjang, modal awal, harta yang harus kita miliki, dan kita siapkan.

Baca Juga :  Noorcholis: Anies Pernah Pimpin Mahasiswa se Indonesia Melawan Soeharto

Lihat sejarah bagaimana Nabi Muhammad SAW melakukan syiar Islamnya, ia harus kaya terlebih dahulu, maka Allah menjadikannya seorang saudagar kaya, pengusaha muda prospektif, yang kemahirannya dalam berniaga, kemudian di lirik oleh Khadijah Binti Khuwailid, konglomerat Mekkah saat itu, yang memiliki feeling prediksi membaca diri Muhammad kala itu, yang akan menjadi sosok seseorang yang akan mampu menggetarkan dunia.

Dua pengusaha saling menyatu, Khadijah Binti Khuwailid akhirnya jadi istri Muhammad, maka kekuatan finansial yang dimiliki, sungguh luar biasa telah ada dalam genggaman Muhammad kala itu, hingga jalur pertemanan pun, membuka akses untuknya, hingga bisa berteman dengan kalangan jet set lainnya yang merupakan miliader pada masanya, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Usman bin Affan, yang kemudian mereka berdua menjadi pilar pengokoh kekuatan dakwah Muhammad, setelahnya beliau diangkat menjadi Nabi.

Bagaimana perjuangan Nabi SAW dengan modal harta yang ia telah miliki, itu menjadikannya orang yang disegani dikalangan masyarakat Mekkah saat itu. Ia tampil menjadi sosok yang sangat diperhitungkan keberadaannya, hingga pengaruh itu mampu bertahan beberapa waktu, sampai akhirnya kalangan kafir Mekkah mulai sadar, pengaruh Nabi SAW dengan hartanya, begitupun pengaruh para sahabat dengan hartanya, ini mampu menarik kalangan lemah, hingga mereka serasa dapat perlindungan dengan mengikuti ajaran nabi kita yang meneduhkan.

Yaa, harta merupakan modal awal perjuangan Islam yang harus kita miliki, tampa itu, kita buta, tidak bisa membaca dari sejarah, bagaimana cara awal saat Nabi SAW melakukan syiar Islamnya.

Dakwah, syiar Islam, memperjuangkan Islam, menebar kebaikan semangat Islam, merupakan cara kita membumikan agama Allah di muka bumi, membesarkan agama Allah adalah jihad besar kita semuanya, dan jadikanlah diri kita manusia kaya raya, yang dengan kekayaan kita itu, harta kita bisa kita gunakan sebagai modal dakwah dan perjuangan Islam kita, di negeri tercinta ini.

Baca Juga :  Fauzan Minta Pemuda Kertasari Bersuara dan Berfikir Masa Depan

Alhamdulillah.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Berbagai Negara, Termasuk AS, Kutuk Kunjungan Provokatif Anggota Parlemen Israel ke Al Aqsa

Rab Jan 4 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | YERUSSALEM – Berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, mengkritik kunjungan provokatif anggota parlemen sayap kanan Israel ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, dengan mengatakan itu mengancam status quo. Warga Palestina mengutuk kunjungan menteri keamanan nasional Israel Itamar Ben-Gvir ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki sebagai […]