REFLEKSI | Moral

Silahkan bagikan

Oleh Idat Mustari

MANUSIA dikenal sebagai makhluk moral yang perilakunya merefleksikan keyakinan hidup yang dianut. Dalam Islam, iman dan amal, keyakinan dan perilaku, harus sejalan.

Moral kemanusiaan yang tinggi merupakan manifestasi dari keimanan dalam hati manusia. Tidak ada fondasi moral yang lebih kokoh daripada keimanan kepada Allah. Salah seorang Filosof Jerman mengatakan, “Barangsiapa mencari sistem moral yang paling kokoh, dia tidak akan menemukannya, kecuali dalam ajaran agama.”

Begitupun semua ajaran agama mengajarkan—menghargai kejujuran dan memandang kebohongan sesuatu yang buruk dan tercela. Kejujuran akan tetap bersinar walau di tengah tumpukan kebohongan dan kepalsuan.

Ketika kesibukkan menyita waktu dan segala macam urusan hari-hari kita, tanpa kita sadari, terkadang kita lengah dan tidak mengindahkan sikap jujur.

Mari, kita menepi lalu merenung sejenak untuk kembali menyadari, apakah kita telah jujur dalam menetapkan niat, dalam berkata-kata, dalam beramal, dalam berobsesi, dan dalam mencapainya? Jujur merupakan terapi jiwa terbaik bagi kita. Memang berlaku jujur itu tidak mudah namun harus selalu diupayakan karena hidup akan menjadi indah dan nyaman manakala menapakinya dengan kejujuran.***

Baca Juga :  HKMAH: Salat Tepat Waktu, Kesadaran atas Kematian yang Datang Kapan Saja

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Sangkuriang Nyaleg (5)

Jum Agu 12 , 2022
Silahkan bagikanHerdi Pamungkas Lalakon Sangkuriang Nyaleg, karangan Herdi Pamungkas mangrupa carita rékaan nu jauh tina kanyataan. Boh ngaran tokoh atawa tempat sadayana fiktif. Ieu carita diserat tujuannana taya sanés lintang ti hiburan. Dina carita anu saméméh, Sangkuriang kalawan teu dihaja nulungan jalma nu mobilna ti kusruk kana susukan. Waktu nganuhunkeun […]