REFLEKSI | Pahlawan itu Kita

Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

HARI ini, tanggal 10 November, kita memperingati Hari Pahlawan.
Pahlawan adalah mereka-mereka yang berjasa, yang telah memperjuangkan, mendarmabaktikan, dan mengorbankan hidupnya, demi masa depan seluruh rakyat negeri ini, agar tak terjajah oleh bangsa asing yang ingin menganeksasi tanah air kita, kebebasan kita, dan ingin menguasainya.

Kita wajib bersyukur, atas apa yang para pejuang, pahlawan telah buktikan, dengan pengorbanannya, sebagai bentuk rasa kecintaan tak terperi pada tanah airnya, saat negeri ini dijajah.

Penjajahan atas negeri ini, telah mengubah banyak jiwa dari berbagai keyakinan, dan agama yang berbeda untuk bersatu, membuktikan cintanya pada tanah air kita, dan bersama-sama turut angkat senjata, memperjuangkan kemerdekaan negeri ini, tanpa mereka berpikir akan dirinya sendiri.

Bagi mereka para pahlawan, hidup berkalang tanah, akan lebih mulia dari pada tunduk dan harus terjajah oleh manusia yang tak menyimpan hati, dan menganggap rendah pada manusia lainnya.

Kita akan tahu perihnya hidup tertindas, perihnya penghinaan, perihnya dilecehkan, dan tidak dianggap sebagai manusia yang setara, ketika dalam diri kita mengatakan bahwa kita sama, merasa sejajar, namun dalam pandangan mereka para penjajah, kita itu tidak selevel, tidak sekelas, dan sebanding.

Itulah penghinaan yang sesungguhnya dari manusia yang merasa dirinya superior, sehingga penjajahan terjadi atas sikap pandangan dirinya lebih hebat, lebih kuat, lebih berkelas, lebih mulia, dan terhormat atas yang lainnya.

Pahlawan adalah manusia terbaik, manusia-manusia pilihan, dan manusia yang memiliki keutamaan, hingga pada jiwa mereka tertanam semangat luar biasa yang munculnya dari kesadaran sejati, bahwa manusia pada dasarnya dilahirkan untuk hidup mulia, dan hidup bahagia.

Baca Juga :  Pembukaan Liga-1 Hadirkan Laga Big Mach Bali United Kontra Persija

Dan adanya penjajahan, kemuliaan kita sebagai manusia, kebebasan kita sebagai manusia, dan kebahagian kita sebagai manusia, semuanya itu terenggut, tercerabik, dan hilang dari diri manusia yang terjajah.

Dan perjuangan para pahlawan melawan penjajahan itu sendiri, adalah untuk kembali menegakan kehormatan seluruh manusia di bumi yang terjajah, mengembalikan kemuliaan, kehormatan, kebebasan dari manusianya, dan membangun kembali kebahagiaan hidup yang dicita-citakan oleh segenap umat manusia.

Betapa mulia perjuangan para pahlawan kita, betapa terhormat jiwa mereka yang suci, andai tak ada yang mau berkorban, andai tak ada yang mau berjuang dan mempertaruhkan jiwa raganya, apa jadinya anak bangsa kita hari ini.

Bersyukurlah kita atas kemerdekaan yang telah kita peroleh.
Bersyukurlah kita atas kebebasan yang telah dipertaruhkan oleh jutaan nyawa para pahlawan yang telah gugur, untuk membayar kebebasan kita ini sekarang.

Patut kita menghormati jasa para pahlawan kebanggaan kita yang telah gugur diseluruh penjuru tanah air kita. Merekalah role model yang harus kita contoh.

Dari apa yang telah mereka perjuangkan, dan dapat kita rasakan hasilnya, kita harus tergerak, negeri ini masih memerlukan para pahlawan selanjutnya, di periode setelah kemerdekaan, di periode masa kini, dimana kita hidup dan berkesempatan menorehkan jejak langkah terbaik kita.

Inilah kesempatan kita melanjutkan perjuangannya para pahlawan kita, inilah kesempatan kita tampil untuk membela negeri dan memajukannya.

Kita pun sama hari ini khusus manusia yang berpikir, kita harus juga menjadikan diri kita pahlawan, pahlawan terbaik dari generasi terkini, pahlawan yang terus berjuang dari keterjajahan oleh saudara kita sendiri.

Seperti apa yang dikatakan oleh Founding Fathers Indonesia, Ir. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia yang wanti-wanti berpesan, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

Baca Juga :  Gus Yahya: Selamat Datang di Ramadan 1444 H

Pahlawan generasi terkini adalah kita, kita yang memiliki kesadaran bahwa tanah air ini membutuhkan orang-orang pilihan, orang-orang hebat, dan kini, Negeri ini sedang menunggu kiprah kita, kiprah anak bangsanya yang memiliki kesadaran bahwa perjuangan para pahlawan belumlah usai.

Dan untuk menjadikan negeri Indonesia ini adalah negeri harapan, negeri impian, dan negeri yang dirahmati, maka kita satukan langkah dan tekad bersama, untuk kembali berjuang atas dasar keinginan suci dalam membangun Indonesia ke depan yang bahagia, dan mulia… insyaAllah.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

LALIGA SPANYOL | Hasil, Klasemen, dan Jadwal, Atletico Madrid Terusir dari 5 Besar

Kam Nov 10 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SPANYOL – Atletico Madrid terusir dari 5 Besar klasemen sementara LaLiga Spanyol 2022/2023 di pekan ke-14. Itu terjadi usai Atletico Madrid, Kamis (10/11) dini hari WIB tadi, dipecundangi Mallorca dengan skor tipis 0-1. Gol Mallorca dicetak oleh Vedat Muriqi menit ke-16. Dengan hasil ini Atletico Madrid harus […]