REFLEKSI | Pilihan Kita Pilihan Allah

Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

MAKA Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
(Al Qur’an surat Yusuf Ayat 34)

Mari kita garis bawahi kata “tipu daya mereka”.
Tipu daya merupakan hal yang menjerumuskan!
Dan itu adalah sesuatu yang sangat merusak, dan akan menenggelamkan kita, baik kita secara individu, kelompok, atau suatu bangsa.

Kita senantiasa berdoa setiap saat, agar kita dijauhkan dari segala upaya-upaya tipu daya, baik dari kalangan manusia, maupun setan, Yang akan mengecohkan, membohongi, dan memperdaya kita.

Tipu daya merupakan bujukan yang sangat mengiurkan, ia datang seperti sebuah harapan yang kita nantikan, atau seperti kesempatan emas yang datang disodorkan pada kita, sekali hanya seumur hidup, dan seakan-akan, kesempatannya, hanya kitalah yang berhak dalam mendapatkannya !

Sungguh itu suatu cara yang licik, halus, dan sangat mengelabui, yang mengiring akal kesadaran kita, di parkir tak digunakan !
Punya akal pikiran namun mati, tak digunakan !

Nafsu lebih dominan bermain dalam hal ini.
Dan karena kita bersandar pada nafsu, iman, kesadaran, pikiran jernih, hati nurani, suara jiwa kita, semuanya terbungkam.

Tawaran, ajakan, hal yang mengiurkan, telah membuat kita sama sekali lupa, bahwa kita punya Tuhan.
Dia (Tuhan ) tempat dimana kita bertanya, tempat untuk mendapat petunjuk dan pilihan.

Tipu daya memiliki waktu yang berbatas !
Waktunya sangat mendesak, dan ketika kita berpikir terlalu lama, maka habislah kesempatan kita untuk memperolehnya.

Sehingga mereka orang-orang yang tertipu daya, sebenarnya merupakan orang yang sangat ceroboh, sangat mudah terlena, tergiur, dan mudah dibutakan…karena pikirannya seringkali tidak digunakan secara cermat.

Baca Juga :  "Diantepkeun" Anggota Dewan, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Tasikmalaya Berujung Ricuh

Para penipu merupakan seorang yang sangat faham, siapa dan orang seperti apa, target sasaran yang akan mereka jerat, untuk bisa ditipu daya !

Sudah sangat spesifik niat jahat mereka diatur sedemikian rupa, dengan segala upaya, dan cara-cara yang kadang mereka sendiripun tertawa dengan ide mereka dalam hal menipu itu.

Jika setan bisa menipu Nabi Adam as, seorang nabi dengan kesempurnaan akal pikiran, yang mampu mengalahkan pengetahuan semua mahluk ciptaan Tuhan. Sangat ironis jika kita tak belajar dari pengalaman, bagaimana setan bisa menipu Adam.

Lalu bagaimana dengan kita, yang bisa jadi korban penipuan itu ?

Di sini, yang sangat dibutuhkan adalah, Kepekaan batin kita, kekuatan hati dan nurani kita, serta selain itu adalah, nalar kita dalam berwawasan harus luas, sehingga kita paham, dan mengerti macam-macam kejahatan, yang pada akhirnya akan membuat kita jatuh pada kesengsaraan lahir batin yang bisa membuat kita menyesalinya.

Manusia adalah mahluk pembelajar !
Sudah bermacam contoh yang terjadi, dan itu harusnya menjadi ibrah buat kita…maka pantas dalam banyak kitab suci, pengalan cerita masa lalu digambarkan, sebagai bentuk ajakan kita kembali pada adanya kesadaran murni, agar itu menjadi bekal, dan mampu membentengi kita, sehingga kita tak mudah terjerumus, oleh bujuk rayu, siapapun yang akan menyesatkan kita.

Untuk semua hal yang seringkali terjadi, itu merupakan suatu cerita lama yang berulang, namun terceritakan dalam kemasan yang berbeda, tapi isi tetap sama !
Memperdaya, atau tipu daya.

Mari kita perhatikan orang-orang yang sangat dengan mudah tertipu daya !
Bagaimanakah karakter orang yang mudah tertipu daya itu ?

Orang yang mudah tertipu biasanya, adalah orang yang panjang angan-angan, tak mau bekerja keras, maunya mencari sesuatu dengan mudah, terlalu cepat terbawa emosi, menuruti hawa nafsu, yang terakhir kurang iman, dan kurang berpikir sehat serta cermat.

Baca Juga :  Kapolrestabes Surabaya Berikan Reward kepada Ratusan Anggota Berprestasi dan Tiga Warga Sipil

Semoga apapun hal yang datang mendadak dan sangat mengiurkan untuk kita, Allah pandu mata hati kita agar tak mudah terkecoh.
Banyak contoh sekarang ini manusia terkecoh dengan tipu daya berkedok agama, berkedok keduniawian, kemewahan sesaat, dan lain sebagainya.

“Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”
(Qur’an surat Ali Imran ayat 54)

Pintalah Allah menuntun kita.
Berdo’alah kepadaNya di saat kita perlu memilih dan memutuskan hal yang penting untuk kita ambil.
Do’a merupakan penyambung hasrat kita, yang memerlukan keyakinan mantap untuk mendatangkan petunjuk dari sang maha pencipta…karena untuk kita manusia beriman, pilihan kita, adalah pilihan Allah.

Mari gunakan kekuatan do’a, untuk mempertajam pikiran, dan mata hati kita, agar kita selalu awas, dan tak mudah terkecoh bujuk rayu, baik dari kalangan manusia, maupun setan, yang selalu menunggu kelengahan hati, dan batin kita…!

Semoga Allah meridhoi, amin.***

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Hari Ini Panggil Mendag, Puan Dukung Kejagung Usut Oknum yang Terlibat Kasus Kelangkaan Minyak Goreng

Sen Apr 25 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung penuh Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut tuntas oknum yang terlibat dalam permasalahan kelangkaan minyak goreng. Untuk diketahui, sebelumnya Kejagung telah menetapkan tersangka kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag berinisial IWW dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor […]